Tersesat Dalam Kesepian

Tersesat Dalam Kesepian
Mulai Sekolah


__ADS_3

Pagi telah tiba, hari ini Almond baru menunaikan kewajibannya sebagai murid di sekolahnya. Seragam putih biru dan kerudung putih telah ia gunakan.


“alhamdullilah, semua sudah selesai aku rapikan, saatnya berangkat,” ujar Almond.


Dengan Bismillah Almond mulai berjalan ke sekolahnya, karena letak sekolahnya tidak terlalu jauh dengan rumahnya. Hanya butuh waktu 15 menit untuk sampai tujuan. Saat Almond melewati lapangan, dia melihat seorang pria yang sedang latihan basket. Pria itu bernama Alvaro, orang yang Almond kagumi sedari dia duduk di kelas 2 SMP. Alvaro sangat terkenal di SMP itu sebagaai orang tertampan ke 1. Banyak siswi dan bahkan para guru wanita yang mengaguminya.


Kala itu sedang diadakan liburan ke taman binatang, Almond dan Flora —sahabat satu-satunya Almond— sedang asyik melihat kelinci di sana. Tiba-tiba ada sebuah bola yang terlempar mengarah ke Almond. Dengan sigap Alvaro menangkap bola itu yang hampir mengenai Almond.


“Kau baik-baik saja,” ujar Alvaro.


Aksinya dilihat oleh para penggemar Alvaro, ada yang menatap Almond sinis karena iri, ada juga yang memuji Alvaro. Dari situlah Almond mulai mengagumi Alvaro.


Alvaro mengelap keringatnya menggunakan baju, wajahnya terlihat sangat lelah. Almond langsung mengambil sesuatu di tasnya, sebuah sapu tangan dan air mineral untuk diberikan pada Alvaro. Almond mulai berjalan ke arah Alvaro.


“Nih,” ujar Almond sembari menyodorkan sapu tangan dan air mineral tadi.


Alvaro tersenyum pada Almond. Wajah Almond memerah, sudah lama dia tidak melihat Alvaro tersenyum.Setelah itu, Alvaro mengajak berbicara sebentar di samping lapangan untuk sekedar berterima kasih. Tiba-tiba bel masuk berbunyi, Almond langsung bersiap ke kelasnya.


“Hai, biar gue antar lo ke depan kelas,” ajak Alvaro.


“Ti-tidak usah, aku bisa sendiri kok,” balas Almond.


“Sudah, tidak apa-apa kok, lagi pula kelas kita se arah kan, biar sekalian,” ujar Alvaro memaksa.


Tiba-tiba Alvaro menarik tangan Almond dan tidak memedulikan saat Almond meminta dilepaskan. Saat tiba di depan kelas, Almond langsung menarik tangannya.


“Ish, sakit tahu,” ringis Almond


“Biarin, salah lo juga sih, mau diantar malah melawan, kapan lagi kan diantar cowok tertampan di sekolah ini,” balas Alvaro


“Lagi pula gue heran deh, orang-orang malah maksa ingin jalan bareng gue, lah cuman lo sendiri yang gak mau, why?” tanya Alvaro


“Bukan muhrim, kita jalan berduaan gitu kan bahaya, bisa timbul fitnah loh,” balas Almond


“Lo emang beda, Mon, dan itu yang gue suka dari lo,” ujar Alvaro


“Apa kamu bilang?” tanya Almond kaget


“Eh, eng-enggak maksud gue tadi ... ah lupakan, gue mau ke kelas dulu, nanti terlambat lagi, dah Almond,” pamit Alvaro sambil melambaikan tangannya


“Dah,” balas Almond


Tanpa Almond sadari, sepasang mata mengawasinya dari tadi dengan tatapan jijik. Siapa lagi kalau bukan Ayana, si cewek jahat yang paling benci sama Almond, hanya karena Almond dekat dengan Alvaro.


“Cih, awas lo Almond, gue balas,” gumam Ayana.


“Almond, sini cepat,” panggil Flora.


Almond langsung menghampirinya.


“Lo keren banget sih bisa jalan bareng sama Alvaro, gimana sih ceritanya?” tanya Flora

__ADS_1


“Apaan sih, itu tadi Alvaro narik tangan aku tiba-tiba,” balas Almond


Saat mereka asyik mengobrol, tiba-tiba guru datang.


“Pagi anak-anak,” sapa guru itu


“Pagi bu guru,” balas semua murid


“Hari ini ibu ada urusan di luar sekolah, jadi tidak bisa menemani kalian hari ini, kalian pelajari halaman 50 tentang puisi, ya. Tugasnya kalian buat puisi tentang amarah, kumpulkan minggu depan,” ujar guru itu.


“Siap, bu,” balas semua murid


Guru itu langsung berjalan ke luar kelas. Flora lanjut menanyakan kembali tentang hubungan Alvaro dan Almond. Namun, Almond malah asyik belajar.


“Almond, ngobrol sebentar lah,” pinta Flora


“Tidak mau, aku mau mengerjakan tugas,” balas Almond


“Yah, oke lah, gue juga ikutan,” ujar Flora


***


Bel istirahat pun berbunyi, seluruh siswa bergegas ke kantin untuk makan siang. Kecuali Almond, ada yang ingin dia lakukan di kelas sebelum menuju kantin. Almond meminta agar Flora pergi terlebih dahulu ke kantin, karena Almond tidak enak bila Flora menunggunya di kelas.


Almond mengambil buku hariannya untuk sekedar mencurahkan isi hatinya pada buku itu.


Dear buku harianku,


Biasanya setiap aku bangun tidur, ibu sudah menyiapkan pakaian dan makanan untukku, setelah itu pasti dia memberikan aku nasihat. Tapi sekarang berbeda, aku jadi sedih. Semoga nanti semua itu kembali seperti semula.


Begitu lah isi dari curahan hati Almond. Dia sangat merindukan ibunya dan selalu berharap agar ibunya kembali padanya lagi.


Setelah selesai, Almond langsung merapikan mejanya dan bergegas menyusul Flora ke kantin. Kebetulan Almond dan Ayana berpapasan di lorong kelas. Dengan sengaja Ayana menumpahkan minumannya pada Almond.


“Ups, sorry, gue sengaja, hahaha,” ujar Ayana dengan tawa jahatnya


“Ayana, kenapa kamu menyiramku, sih?” tanya Almond


“Karena gue gak suka lo dekat-dekat sama Alvaro, sebaiknya orang miskin kaya lo ini temenan sama tukang sampah sekolah tuh, dia kan jelek, miskin sama kayak lo, sedangkan Alvaro, tampan dan kaya, gak cocok banget sama lo, menjijikan sumpah,” ejek Ayana


Tiba-tiba Ayana mendorong Almond sampai terjatuh. Tangan Almond lebam karena menahan terbentur tembok. Sedangkan Ayana merasa puas sudah menjahili Almond, dia langsung pergi meninggalkan Almond yang menangis menahan sakit. Tiba-tiba Flora datang dengan wajah khawatir. Flora langsung membantu Almond untuk berdiri.


“Pasti ulah Ayana?” tanya Flora menduga-duga


Almond hanya mengangguk sembari mengusap air mata.


“Almond, harusnya lo lawan si Ayana itu, kalau lo diemin terus, yang ada dia malah ngelunjak nanti,” tegur Flora


“Ya udah, lo ikut gue dulu,” lanjut Flora


Flora membawa Almond ke kelas untuk mengambil baju ganti, setelah itu mereka bergegas ke kamar mandi. Tangan Almond yang lebam ditutupi agar Flora tidak tambah khawatir padanya.

__ADS_1


“Almond, lo udah selesai belum? Ayo cepat, kita ke kantin, nanti lo gak bisa makan siang lagi,” ujar Flora


Tak lama kemudian, Almond keluar dari kamar mandi. Flora langsung menarik tangan Almond agar mereka tidak terlambat. Tapi Almond menarik tangannya membuat Flora bertanya-tanya. Flora khawatir bila Almond terluka karena ulah Ayana.


“Lo kenapa? Tangan lo sakit? Gara-gara si Ayana itu. Ya ampun, ayo celat kita ke ruang BK, kita aduin ulang si Ayana itu,” geram Flora


“Ti-tidak kok, aku hanya ingin ke kelas saja, tidak jadi ke kantinya,” balas Almond


“Sudah ayo, gue traktir deh kali ini,” ujar Flora memaksa


Tanpa basa-basi lagi, Flora langsung menarik Almond ke kantin.


***


Saat tiba di Kantin, Flora langsung memesankan makanan untuk Almond.


"Terima kasih, ya Flora, padahal kamu gak usah traktir aku," ujar Almond


"Sama-sama, lo gak usah gitu lah ke gue, kan gue niat baik sama lo, rezeki jangan ditolak," balas Flora


Sambil menunggu makanan datang, Mereka berbicara sedikit tentang tugas puisi yang diberikan guru.


Dari kejauhan Alvaro dan teman-temannya terus memperhatikan Almond dan Flora.


“Varo, lo tadi pagi anterin Almond ke kelas? Lo jadi bahan gosip cewek-cewek sekolah loh,” ujar salah satu teman Alvaro


“Bener tuh, di kelas aja tadi pada berisik ngomongin lo,” ujar teman Alvaro yang lain


“Apa an sih, emangnya kalau gue anter di Almond kenapa? Lagi pula gue cuman mau berterima kasih aja karena dia tadi minjemin gue sapu tangan dia,” ujar Alvaro


“Wah gila sih, kalau semua orang tahu soal ini, lo bisa digosipin selama seminggu sama anak-anak sekolah,” ujar teman Alvaro


Alvaro tidak memedulikan ucapan temannya itu dan malah asyik memperhatikan Almond.


“Lo suka sama Almond, ya, serius gitu merhatiin si Almond,” ujar Teman Alvaro


“Berisik lo,” ketus Alvaro


“Apa yang lo suka dari dia sih, dia kan miskin, ya walaupun cantik sih, tapi kan banyak cewek cantik yang kaya, cocok tuh buat lo, contohnya Ayana,” ujar teman Alvaro


“Gue gak suka orang sombong kayak dia, lagi pula gue gak ada rasa tuh sama Almond, gue cuman heran, kenapa dia bisa berbeda daripada cewek kebanyakan lainnya,” jelas Alvaro


“Sudah lah, kenapa kalian jadi ngomongin gue, sebel lama-lama, gue pergi, ya,” pamit Alvaro


“Eh, Almond, lihat itu, ada Alvaro lewat, lo gak mau ngobrol sama dia?” ujar Flora yang melihat Alvaro lewat.


“Sudah lah, kamu jahil sekali sih, aku gak mau ah,” balas Almond


“Oh ya udah, eh gue ada makanan nih, keripik kentang, lo mau?” ujar Flora


“Keripik kentang? Boleh deh, terima kasih, ya,” balas Almond

__ADS_1


“Sama-sama.”


__ADS_2