
Acara bazar pun dimulai. Almond, Flora dan Karamel mulai menyiapkan semua keperluannya. Di sisi lain, Ayana terus memperhatikan Almond dengan tatapan merendah.
"Cih, liat aja nanti, gue bakal buat lo dibenci Alvaro," ujar Ayana
***
Di awal acara, tempat Almond sangat sepi, tak ada satu orang pun yang membeli bahkan untuk melirik saja tak ada yang mau. Sedangkan di tempat Ayana sudah banyak pembeli.
"Kok tempat kita sepi sih? Padahal tadi banyak yang lewat," ujar Karamel sebal
"Kan cuman lewat, andai aja ada seseorang yang bantu promosi ini dagangan," ujar Flora sembari melirik ke arah Almond
"Seseorang? Siapa tuh?" tanya Karamel
"Alvaro, hehehe," balas Flora sembari cekikikan
"Sudah lah, kita bersabar saja, insyaAllah sebentar lagi dagangan kita ramai," ujar Almond santai
"Kok kamu bisa santai sih? Nilai nih masalahnya," balas Karamel
"Tenang saja, kita berdoa dan bersabar, InsyaAllah nanti ramai kok," ujar Almond sembari tersenyum tipis
"Tapi kan aku ikut bazar ini supaya dapat nilai, kalau gini, uang aku sia-sia dong?" geram Karamel
"Eh, sudah dong, kamu sabar, nanti juga laku, kamu juga jangan bentak Almond, orang dia gak salah apa-apa," ujar Flora
"Kamu bilang dia gak salah? Siapa yang minta jualan kripik bayam? Almond kan? Coba kalau kita jual kue selerti ide aku di awal, pasti laku, atau mungkin ...."
"Mungkin apa?" tanya Flora
"Mungkin karena ada Almond di sini, kamu tahu kan kalau banyak orang yang gak suka sama Almond, coba kalau dia gak ada, pasti rame, nih," jelas Karamel
"Lo jangan nyolot gitu dong, kenapa jadi Almond yang lo salahin? Dia gak salah apa-apa!" bentak Flora
"Eh, kalian berdua, sudah dong, jangan bertengkar." Almond mencoba menenangkan Flora dan Karamel yang mulai bertengkar.
"Sudah dong kalian berdua, kalian jadi bahan tontonan orang, cukup hentikan."
"Ngapain kalian nonton! Kalian pikir ini tontonan, hah?!" bentak Flora kesal
"Kamu kok usir mereka sih, gimana kalau mereka mau beli?" tanya Karamel
"Diam lo!" bentak Flora
__ADS_1
Almond hanya bisa terdiam karena Flora dan Karamel dari tadi tidak mau mendengarnya. Sampai akhirnya Karamel kesal dan pergi entah ke mana.
"Flora, sudah, ya."
"Gue gak mau ada orang yang gituin lo, Karamel kok tiba-tiba berubah sih?"
"Sudah, aku tidak apa, kok."
"Gue ke toilet dulu, ya, lo gak apa kan jaga sendiri?"
"Iya."
Flora langsung meninggalkan Almobd sendiri.
***
Waktu bazar hampir habis. Namun, dagangan Almond tak satu pun terjual. Flora sudah menyerah dan mencoba mempromosikannya di sosial media, agar bila di sekolah tidak laku, ia bisa menjualnya di sana.
"Eh ada Almond dan Flora, gimana dagangannya? Laku?" ejek Ayana
"Pergi lo! Gak usah ganggu kami!" bentak Flora
"Apa'an sih? Kok galak gitu, gue kan datang ke sini baik-baik," ujar Ayana
"Lo kenapa sih gak sadar terus, Karamel sudah pergi dari sini, karena siapa? Almond, betuk gak? Dagangan lo gak laku tuh karena Almond, harusnya lo sadar," lanjut Ayana
"Sudah, Flora, kamu jangan terpancing," ujar Almond
"Gue gak suka lo dihina gitu, Mond. Dan lo, pergi dari sini! Jangan ganggu kami!" usir Flora
"Cih, oke lah gue pergi, yang penting gue udah ingetin lo soal ini," ujar Ayana langsung nyelonong pergi
"Sudah lah, lebih baik kita bereskan semua makanannya, sebentar lagi juga selesai," ujar Almond
"Oke deh," balas Flora
Saat mereka sibuk membereskan makanannya, ada beberapa anak yang datang dan melihat makanannya.
"Selamat datang, ada yang bisa kami bantu?" sapa Almond ramah
"Iya, saya mau beli pudingnya lima, terus ini apa, ya? Sepertinya enak," tanya Salah satu wanita itu
"Oh, itu namanya kripik bayam, kak, bumbunya sudah disiapkan di dalam kemasannya, kak," terang Almond
__ADS_1
"Hmm, bagus deh, saya mau coba ini juga, beli ini lima, ya," ujar wanita tadi
"Anita, banyak banget, lo mau gendut?" tanya Salah satu temannya
"Aku mau belikan untuk adik-adik aku di rumah, mereka pasti suka," ujar Anita
"Hmm, gue juga tertarik sih sama pudingnya, gue beli dua deh, kalian juga beli dong, dari tadi kalian kan belum makan apa-apa," ujar teman Anita
"Hmm, gue mau deh, sekalian buat ortu sama kakak gue, kebetulan mereka suka kripik bayam," ujar satunya lagi
Di menit-menit terakhir, semakin banyak orang-orang yang berdatangan. Semua dagangan ludes terjual.
"Alhamdullilah, benar kata lo, dagangan kita laku semua," ujar Flora sembari membereskan tempatnya
"Iya, kan aku sudah bilang, sabar dulu, Alhamdullilah," balas Almond
"Coba kamu kasih tahu Karamel, dia juga harus tahu kan soal ini?" lanjut Almond
"Iya juga sih, aku tinggal dulu, ya," ujar Flora
"Iya," balas Almond
Ayana yang sedari tadi melihat Almond merasa kesal. Dagangannya masih tersisa beberapa sedangkan milik Almond sudah habis, Ayana tak ingin kalah dari Almond. Dia langsung menghampiri Almond yang masih sibuk beres-beres.
"Heh Almond! Kamu pake guna-guna ya biar lapak lo rame?! Jujur!" bentak Ayana membuat semua orang menghampirinya.
"Astagfirullah, aku tidak melakukan itu kok, aku tahu itu dosa besar, kenapa kamu mengatakan itu?" tanya Almond sembari menunduk malu karena banyak orang yang menonton bahkan ada yang mulai berbisik tentang Almond.
"Halah! gak usah ngeles deh, tadi kan tempat lo ini sepi, kenapa tiba-tiba rame?! Lo pasti curang, kan? Jujur!" bentak Ayana sekali lagi
Almond terdiam sesaat. Emang tadi tempatnya sangat sepi, tapi Almond tidak melakukan hal curang.
"Diam kan lo! Kalian lihat kan? Dia gak bisa jawab, dia curang karena ingin dipandang oleh Alvaro, anak gak tahu diri ini terus-terusan ngejar Alvaro, padahal gue lihat Alvaro sangat benci dia," hina Ayana
"Ih, gak tahu diri banget sih, udah jelek, miskin gak tahu malu lagi."
"Iya, sumpah jijik banget gue jadinya, ish, untung tadi gue gak beli dagangan dia,."
"Oh ya, satu lagi. Selain gak tahu malu, ternyata dia itu anak haram, guys. Sudah lama dia dibuang oleh keluarganya," ujar Ayana
Almond tak mampu menghentikan Ayana. Air matanya mulai mengalir tak tertahankan. Keadaan sekolah sudah mulai sepi, sehingga para guru hampir semua sudah pulang ke rumah masing-masing. Tak ada satu pun yang menghentikan kejadian itu.
"Ayana, lo tahu dari mana soal ini?" tanya salah satu penonton
__ADS_1
"Gue tahu dari siapa itu gak penting, tapi perlu kalian tahu, sebelum orang tuanya pergi, dia sujud-sujud sambil memelas minta agar dibawa pergi, gak tahu diri banget kan? Tahu gak? Dia sampai ditendang dong sama salah satu keluarganya, tapi dia masih gak mau berhenti sujud, udah kayak orang gila," hina Ayana
Semua orang menatap jijik Almond. Ada yang sengaja melempar Almond dengan puding yang sebelumnya Almond jual. Satu oersatu semua orang mulai meneriaki bahkan sampai melempar Almond dengan berbagai benda. Ada yabg melempar menggunakan sampah, puding dan kerikil. Setelah mereka puas dengan aksinya. Mereka mulai bubar meninggalkan Almond seorang diri.