
pagi yang indah telah tiba, beberapa hari ini rakyat bingung dengan sang raja Dam yang sering merasa gelisah lantaran sang ratu jatuh sakit beberapa hari terakhir,sang ratu angel sering muntah dan pusing, membuat raja Dam bingung harus berbuat apa.
Akhir nya sang ibu,mama dari sang raja Dam, menganjur kan agar ratu di panggil kan tabib terbaik dari istana.
setelah beberapa menit berlalu, sang tabib pun keluar dari kamar sang ratu, raja begitu antusias dan tak sabar apa yang terjadi pada istri nya.
Tabib berkata bahwa tidak terjadi apapun pada sang ratu, namun hal membahagia kan dari perkataan tabib menggempar kan seluruh kerajaan.
Sang ratu angel telah mengandung anak pertama mereka, sang raja Dam mengumum kan hal ini pada rakyat, rakyat begitu bahagia, mereka tidak sabar melihat pewaris tahkta berikut nya, seorang gadis atau seorang lelaki, mereka terus menebak nebak.
Lima bulan kemudian, kini kandungan sang ratu sudah berusia lima bulan, sang mama memanggil kan seorang peramal untuk melihat apa kelamin dari bayi yang di kandung sang ratu.
__ADS_1
Namun entah kenapa, sang peramal tidak bisa melihat kelamin bayi sang ratu, mereka pun berfikir positif dan mengira kalau kandungan sang ratu masih terlalu muda untuk melihat kelamin bayi mereka.
"kakak nya akan menerima ke adilan namun tidak untuk sang adik, kakak nya akan kehilangan namun tidak untuk sang adik, balas dendam dan perang,sungguh takdir yang begitu kejam"kata sang peramal berjalan kembali ke rumah nya.
"penderitaan yang dalam, dua bayi kembar yang akan terpisah di usia muda, siapa yang akan musnah, adik atau kakak nya, oh tuhan permainan takdir ini akan mengakibat kan rasa sakit yang dalam"kata sang peramal sembari menatap langit.
Hari terus berlalu, di malam yang penuh awan ini, sang raja tengah beradu kasih dengan sang ratu di telaga di dekat istana.
Tangan raja membelai rambut istri nya, membelai pipi istri nya dengan jari ibu,dan mencium kening istri nya serta menahan nya untuk sementara.
Kepala ratu tertidur kan di dada bidang sang raja, senyum merekah nan indah terpancar kan dari wajah sang ratu,menikmati lembut nya ciuman suami nya di atas kepala nya, serta tangan yang terus saling menggegam.
__ADS_1
"jika kita punya bayi nanti, apakah kasih sayang mu pada ku akan terdua kan"kata sang raja Dam.
Sang ratu mendonga kan kepala nya menatap suami nya sembari tersenyum.
"tidak mungkin, cinta ku hanya untuk mu, kau yang pertama dan terakhir"kata sang ratu sembari membelai pipi suami nya itu.
"ayah berharap kau akan menjadi pemimpin yang baik,bertanggung jawab dan tegas di masa mu"kata sang raja mengelus perut istri nya yang sudah besar.
"dia akan cantik seperti ku"kata sang ratu angel.
"seorang pemimpin harus tampan seperti ayah nya"kata sang raja melempar tawa dan malah membuat sang ratu memajukan bibir nya cemberut.
__ADS_1
"baiklah,kita menurut saja pada tuhan, tuhan yang tau bayi kita perempuan atau laki laki"kata sang raja Dam membuat ratu tersenyum.