The Blue Palace

The Blue Palace
Eps 21


__ADS_3

Matahari telah naik dari ubun ubun, sinar nya begitu terang sampai membuat Padang terbangun dan segera mengambil selimut untuk menutupi wajah nya namun belum sempat menutup wajah seseorang sudah menarik slimut nya terlebih dahulu tak salah lagi kalau itu adalah kakak nya, Senja.


"akkhhh Senja biarkan aku tidur lagi"


"hai adik ini sudah pagi cepat bangun dan sarapan, nenek sudah menunggu kita"


"iya baiklah baiklah"dengan nyawa yang belum terkumpul terpaksa ia harus sempoyongan berjalan ke kamar mandi, Padang tengah mengeringkan rambut nya dengan anduk sembari berjalan ke arah Senja.


"cepatlah berpakaian, aku sudah sangat lapar"titah Senja pada adiknya,setelah berpakaian rapi layak nya tuan putri mereka pun berjalan ke arah meja makan dan duduk disamping sang nenek.


"selamat pagi cucu cucu ku"ucap sang nenek tersenyum"selamat pagi juga nenek"jawab mereka sembari mencium kedua pipi nenek nya kanan kiri secara bersamaan.

__ADS_1


Tak lama kemudian para pelayan pun datang membawa makanan yang sudah matang dan masih hangat, namun mata mama tertuju pada seorang pelayan wanita yang tengah menghidangkan makanan dan ada seorang anak kecil di belakangnya.


"apakah dia anak mu? "tanya mama pada pelayan wanita itu"iya benar yang mulia, maaf tapi dia baru saja sembuh dan saya tidak tega jika meninggalkan nya sendirian di rumah, ayah nya tengah bekerja"


"tak apa, dia bisa bermain menemani kedua cucu ku"sarapan pagi ini berjalan dengan baik seperti hari sebelum nya, setelah sarapan Senja dan Padang pun berlari ke kamar mereka untuk bermain bersama.


"kita akan bermain apa? "tanya Padang.


"baiklah kau jadi kupu kupu nya aku akan jadi peri nya"Senja dan Padang bermain begitu riang memerankan antara kupu kupu dan seorang peri yang jatuh cinta namun tak ditakdir kan untuk bersama,mereka bermain hingga tak sadar sudah menjelang siang hari, mereka menyudahi permainan nya kali ini dan melepas kostum yang mereka kenakan, mereka berbaring di lantai kamar sambil melihat ke arah atap, mereka tak sadar bahwa ada seseorang yang tengah mengamati mereka di balik pintu, merasa tidak sendiri Senja pun mengadap ngadap pergi ke pintu untuk melihat siapa yang dibalik pintu kamar mereka.


"tertangkap!!! "teriak Senja karna sudah menangkap tangan orang itu.

__ADS_1


"maaf kan saya tuan putri, saya hanya berkeliling dan tersesat lalu tidak sengaja melihat kalian "


"ohh ini kan anak nya pelayan tadi kan"ucap Padang yang baru keluar dari kamar karena penasaran.


"iya benar sekali tuan putri, saya mohon maaf"


"hmm... apakah umurmu 10 tahun seperti kami? "tanya Senja dan anak perempuan itu langsung mengangguk sambil menatap wajah Senja dan Padang.


"maaf tuan putri maaf kan saya tolong jangan hukum saya"kata anak itu memohon sembari menahan air mata.


"hai siapa yang akan menghukum mu ayo kita bermain bersama"ucap Padang sambil membelai pipi anak itu dan mengusap air matanya.

__ADS_1


"iya ayo bermain bersama,kami sangat jarang menemui anak yang seumuran dengan kami"ucap Senja mengimbuhi perkataan Padang tadi dan anak perempuan itu hanya mengangguk menuruti kedua putri kembar itu.


__ADS_2