
Hujan telah mereda, kini hanya sinar matahari dan pelangi yang mewakilkan kemenangan,kedua bayi mungil itu menangis di dalam hutan, mereka kehausan.
"anakku!! oh Tuhan kenapa kau mengambil anak ku...hiks.. "mama menangis sembari memeluk Senja dan Padang.
Ia segera membawa kedua cucu nya ke dalam istana lalu memandikan dan membersihkan dengan penuh semangat.
"kumpulkan semua rakyat, aku ada pengumuman"titah sang mama pada prajurit nya dan tak lama kemudian para rakyat telah berkumpul di depan istana,mereka merasa penasaran.
Mama menggendong Senja dan Padang sambil berjalan menuju balkon istana untuk menyambut rakyat nya.
"lihat lah itu sang putri"
"mereka sudah besar cantik sekali yaa"
__ADS_1
"Ohya dimana ratu dan raja, kenapa hanya mama saja dan tuan putri? "
"rakyat rakyat ku yang ku sayangi, aku ingin mengumumkan sesuatu pada kalian bahwa ratu dan raja telah tiada"rakyat terkejut bukan main, raja dan ratu telah gugur dalam peperangan kemarin.
"sekalipun raja dan ratu telah tiada, namun kedua putri lah yang akan memimpin istana kelak, akan ku pastikan bahwa mereka lah yang akan menjadi pemimpin berikut nya"rakyat di lumuri dengan kesedihan dan air mata, mereka harus menunggu tujuh belas tahun lagi agar kedua putri dapat di nobat kan menjadi seorang ratu.
Rakyat telah di bubar kan, mama kembali ke dalam istana, dia sangat terpukul atas kematian anak dan menantu yang di sayangi nya, dia tak henti henti nya meneteskan kedua air mata nya ketika menatap Senja dan Padang tengah tertidur pulas di ranjang mereka, ia mengingat ketika raja dan ratu tengah memadu kasih di hadapan kedua putri nya ketika malam hari,ia merasa dia lah yang sudah menghancurkan kebahagiaan kedua cucu dan anak nya sendiri.
"mama"seseorang memanggil nya dia segera menghapus kedua air mata nya dan melihat siapa yang memanggil nya.
"sudah mama"raja Can menepuk nepuk punggung mama yang sudah ia anggap seperti ibu nya sendiri.
"ini salah ku raja..hiks.. aku lah yang sudah membuat kedua cucu ku kehilangan orang tua nya.. hiks.. "
__ADS_1
"ini kan bukan salah mu mama, ini adalah takdir, kita tidak bisa melawan kalau ini sudah takdir tak apa mama"
Mama masih menangis di pelukan raja Can, setelah beberapa saat tiba tiba Senja dan Padang pun bangun dari tidur nya.
"kalian sudah bangun, apakah kalian haus"tanya mama pada kedua bayi mungil itu yang tengah menggeliat sana sini setelah bangun tidur.
"wahh putri sudah bangun, mama aku akan menyusui mereka, mama istirahat lah dikamar"kata ratu Dine sambil membawa pangeran Xiamen di gendongan nya.
"terima kasih Dine,aku sungguh berhutang budi pada kalian"
"tidak perlu seperti itu mama, kami sudah menganggap mama seperti orang tua ku sendiri"mereka berpelukan layak nya ibu dan anak, mama pun pergi ke kamar nya dan ratu Dine pun mengurus ketiga bayi kesayangan nya itu.
............
__ADS_1
Hai makasih usah mampir, jangan lupa komentar dan like ya, makasih semua.
Heppy reading