
"dia sudah mempermainkan kami,dan membuat ku kelelahan"ucap Senja yang masih menjewer telinga pangeran Xiamen"iya putri Senja tolong maafkan aku lepaskan jeweranmu"ucap pangeran Xiamen sambil memohon dengan wajah memelas.
"sudahlah Senja tolong maafkan Xiamen dia memang suka menjahili kalian kan"ucap raja Can sambil menahan tawa nya"aku melepaskan mu kali ini pangeran, tapi aku tidak akan melepaskan mu lain waktu"ucap Senja dengan wajah kesal nya bukan nya terlihat begitu menyeramkan namun malah membuat wajah merah nya menjadi sangat imut hingga membuat raja Can dan ratu Dine tak kuasa menahan tawa mereka.
"baiklah untuk menebus kesalahan ku ayo kita ke kamarku dan bermain bersama"kata pangeran Xiamen sambil menggandeng kedua tangan Senja dan Padang lalu membawa mereka masuk ke dalam istana dan pergi ke kamar untuk bermain bersama.
__ADS_1
"benar benar tidak bisa dipercaya"raja Can menggeleng gelengkan kepala nya melihat anak laki laki nya yang masih berumur 10 tahun namun sudah menggandeng dua wanita disamping nya"ada apa suamiku, apa ada yang salah?"tanya ratu Dine sambil menyeruput teh yang baru saja di tuangkan oleh pelayan.
"lihatlah anak kita Xiamen,dia baru berumur sepuluh tahun tapi sudah menggandeng dua wanita di tangan nya"ratu Dine hanya bisa tepuk jidat karna perkataan suami nya dan kelakuan putra nya itu"Xenon kelak apakah kau akan seperti kakak mu itu,ayah harap jangan sampai ya nak"ucap raja Can pada pangeran Xenon yang masih berada di pangkuan ayah nya.
Senja Padang dan pangeran Xiamen bermain seharian di dalam kamar pangeran"ayo kita pergi ke ruang baca,seperti nya kalian sudah bosan berada di dalam kamar ku"ucap pangeran dan langsung di sambut anggukan oleh kedua putri itu,mereka berjalan ke ruang baca sambil berbincang bincang dan tertawa selama menyelusuri lorong istana,mereka membaca banyak buku seharian sambil bercanda dan saling menjahili satu sama lain.
__ADS_1
Ia berjalan menyelusuri pendesaan sambil mengenakan penutup kepala agar tidak ada yang mengenali nya kalau dia adalah putri mahkota kerajaan The Blue Palace,Padang terus tersenyum melihat pemandangan desa begitu ramai dan banyak sekali anak anak seusia nya yang bermain kesana kemari,ia terus berjalan hingga tidak sadar kalau ia hampir masuk ke dalam hutan.
"seperti nya aku sudah berjalan terlalu jauh, aku akan kembali saja kalau begitu,aku yakin mereka pasti akan mencariku"bukan nya pulang ke istana Padang semakin tersesat di dalam hutan,ia pun menangis dan terduduk bersandar disebuah pohon besar sambil menekuk kedua kaki nya"hiks...hiks.. dimana aku,aku ingin pulang...hiks.. disini mulai sangat gelap dan dingin..hiks.. hiks.. nenek..hiks.."Padang terus menangis ketakutan hingga tiba tiba seseorang memanggil nya dari atas pohon yang sedang ia sandari sekarang.
.............
__ADS_1
Hai guys hanya mengingatkan jangan lupa like dan komen yaaa😊🌈