
Di kediaman raja Can...
Kami berjalan masuk ke dalam istana dan pergi menemui bibi Dine di taman belakang yang masih asik bercanda dengan putra kecil nya di temani dengan secangkir teh hangat.
"bibi Dine"panggil Senja dan Padang sambil memeluk bibi mereka dari belakang"ohh kalian sudah sampai,dimana paman kalian?"
Mereka berjalan ke depan ratu Dine agar bisa saling berhadapan"aku disini,baru sebentar saja kau sudah merasa rindu,hahaha"ucap raja Can membuat ratu Dine tersipu malu dengan ucapan suami nya itu,tangan nya meraih pangeran Xenon dan menaruh nya di pangkuan nya lalu mencium pipi nya.
"ohya bibi paman apakah aku boleh melontarkan sebuah pertanyaan"ucap Padang yang menghambur kepelukan bibi nya"tentu saja sayang,katakanlah"
__ADS_1
"mengapa nenek selalu datang ke atas gunung untuk berdoa,nenek bahkan rutin melakukan nya setiap tahun,memang nya apa tujuan nya nenek datang ke sana?"
"iya benar aku selalu ingin menanyakan hal itu pada nenek tapi pikiran ku ini sering lupa"kata Senja menambahi ucapan Padang dan masih sibuk memainkan pipi pangeran Xenon yang berada di pangkuan ayah nya,ratu Dine terdiam ia menatap suami nya,dia masih berfikir untuk mencari alasan menjawab pertanyaan kedua keponakan kecil nya itu.
"bibi..paman.. kenapa kalian diam saja?"
"nenek mu datang ke atas gunung untuk mendoakan kalian dan kerajaan, ia selalu meminta kepada Tuhan agar di berikan perlindungan"
"ohya dimana pangeran Xiamen,cari lah dia mungkin dia masih berlatih"ucap ratu Dine dan hanya diberikan anggukan serta senyuman dari Senja dan Padang mereka pun berjalan beriringan untuk mencari pangeran.
__ADS_1
"huh.... kau pandai mengalihkan pembicaraan istri ku"ucap raja Can lega sambil menghembuskan nafas"mereka masih terlalu kecil untuk tau segalanya,itu hanya akan menjadi beban untuk diri mereka"
Senja dan Padang mencari pangeran ke seluruh penjuru istana namun tidak ketemu juga"sebenar nya dimana pangeran Xiamen berlatih,aku sangat lelah"Senja duduk di atas rerumputan karna lelah berjalan, namun ternyata sedari tadi pangeran Xiamen diam diam mengikuti langkah kedua putri itu agar tidak bisa menemukan keberadaan diri nya,Xiamen pun perlahan berjalan ke arah Senja dan Padang untuk mengagetkan nya.
"ohh jadi sedari tadi kau malah mengikuti langkah kami dan bersembunyi"pangeran terdiam kaku,ingin lari tapi kedua gadis itu sudah mengepung diri nya"maafkan aku tuan putri yang baik hati,ayo kita bermain bersama yaa"ucap pangeran memohon sambil menyatukan kedua tangan nya dengan wajah memelas"tidak!..pangeran kau sudah salah besar membuat ku kecapean kau harus di hukum"ucap Senja lalu menjewer telinga pangeran Xiamen lalu membawa nya kehadapan ratu Dine dan raja Can yang masih berada di bangku taman bersama pangeran Xanon,para prajurit yang melihat tingkah mereka hanya bisa mengumpat tawa karna tingkah ketika anak kecil itu yang masih berusia sepuluh tahun.
"paman Can bibi Dine lihatlah pangeran Xiamen sudah bersalah terhadap kami karna sudah mempermainkan kami"ucap Senja yang masih menjewer telinga pangeran Xiamen.
................
__ADS_1
Maaf ya guys jarang update.
komen nya tolong ya sama likeπππ