
" Itu, R - A - H - A - S - I - A! Hehehe! " Ucap Vano sambil tertawa.
" Huh?! Dasar! " Ucap Aileen kesal
" Untuk masalah harganya kamu gak perlu khawatir, walaupun aku beli segudang juga, harta aku gak bakalan berkurang, selama 7 keturunan atau lebih kali ya! " ucap Vano sambil menyilang kan kedua tangannya.
" Huh! Dasar sombong! " ucap Aileen kesal
" Bukannya sombong, Sayang! Tapi memang sudah kenyataannya kaya gitu kok dan juga apasih yang gak bakalan aku kasih buat pacar kesayangan aku ini! " Ucap Vano sambil memegang kedua pipi Aileen.
Mendengar hal itu wajah Aileen menjadi merah kembali.
" Gemas banget sih kamu Sayang! " Ucap Vano sambil mencium pipi Aileen.
' *Jantungku tolong bertahan lah! ' ucap Aileen dalam hati dengan muka yang tambah memerah.
' Manis banget sih! ' ucap Vano dalam hati melihat tingkah Aileen*.
Namun tiba tiba saja, Luis langsung masuk kedalam ruangan Vano tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
" Vano, ini berkas yang loh minta tadi..
Ehh?! Kalian habis ngapain? " Ucap Luis saat melihat kondisi Aileen yang berada di atas meja Vano.
" Hah?! " ucap Vano bingung.
__ADS_1
" Kenapa kak? " tanya Aileen.
" Itu, kenapa adik ipar ada di atas meja.. " ucap Luis sambil menunjuk Aileen.
" Loh gak ada ngapa-ngapain dia kan?! " tanya Luis sambil berjalan menuju Vano.
Namun, Vano malah mengangkat bahu nya.
Kemudian Luis beralih ke pada Aileen.
" Adik ipar ku Sayang! Kamu jujur sama kakak mu yang tampan ini, kamu habis diapain sama si mesum ini! Dan kenapa matamu merah seperti orang yang habis menangis?! " Tanya Luis sambil menatap Aileen.
" Ini semua gara-gara ulah loh, Sialan! " ucap Vano sambil memegang kerah baju Luis.
Aileen tidak menjawab pertanyaan dari Luis, namun dia menganggkat jarinya yang sudah dipasangkan cincin oleh Vano.
" Ehh?! Cincin itu, jadi loh dah nembak adik ipar? Jadi sekarang kalian udah resmi pacaran nih?! " Tanya Luis sambil menatap Vano.
" Hahhh! Iya, gue udah nembak Aileen! " ucap Vano sambil melepaskan tangannya dari kerah Baju Luis.
" Tapi gue di anggap sebagai penjahat dan pembohong, gara-gara ulah loh! " Ucap Vano sambil menatap tajam Luis.
" Ehh?! Kok jadi gue yang disalahin?! Sebenarnya ada apa ini?! " Tanya Luis sambil menatap Vano dan Aileen bergantian.
" Loh beneran gak tau atau pura-pura gak tau, Hah?! " Tanya Vano yang sudah kesal
__ADS_1
" Vano, sebenarnya tadi itu aku gak sengaja dengar dari depan pintu ruangan Kak Luis! " Ucap Aileen menatap Vano.
" Hahh?! Maksudnya apaan sih?! " Tanya Luis yang sudah bingung banget.
" Hah?! Akan gue ceritakan semuanya sama loh! " Ucap Vano sambil menceritakan semuanya dari awal sampai akhir nya.
Setelah mendengar cerita dari Vano, kemudian Luis paham dan tertawa mendengarnya.
" Hahahaha! Astaga! Gara-gara itu doang ternyata, gue kirain apaan! Kalau begitu, loh jangan salahin gue dong, seharusnya loh berterimakasih sama gue! " Ucap Luis sambil menatap Vano.
" Hah?! Kenapa?! " Tanya Vano yang heran.
" Karena gara-gara gue ngomong gitu, walaupun gak sengaja, tapi loh bisa nembak adik ipar, walaupun ada sedikit drama nya! Hahahaha! " Jawab Luis sambil tertawa.
" Kak Luis! Maafin aku ya, harusnya tadi aku dengerin sampai selesai, jadinya gak sampai bikin kakak dimarahin! " Ucap Aileen sambil menundukkan kepalanya.
" Gak apa-apa kok, adik ipar! Aku malahan senang kok, gara-gara itu kalian bisa pacaran! " Ucap Luis sambil mengelus rambut Aileen.
" Tapi masalahnya sekarang, gue yang belum dapat jodoh! Bisa-bisa habis gue dimarahin sama Mommy! " Ucap Luis yang auranya berubah menjadi suram
"Hahahaha! Terima aja nasib loh, My Brother!"
Ucap Vano sambil menepuk pundak Luis.
" Ehhh?! Memangnya ada apa?! " Tanya Aileen yang bingung dengan percakapan kedua saudara itu.
__ADS_1