
Sudah beberapa hari ini, Vano dan Luis sudah kembali ke aktivitas mereka seperti semula, yaitu pergi ke kantor, mengikuti berbagai rapat, menandatangani beberapa berkas dan lain sebagainya.
Dan saat ini Vano sedang mengikuti sebuah rapat dengan para karyawan nya, dan ditemani juga oleh Luis sebagai sekertaris nya.
" Jadi kira - kira seperti itu, Tuan! " ucap Salah satu karyawan setelah selesai mempresentasikan pekerjaan nya,
Sedangkan Vano, dia sedang duduk dengan gelisah sambil memutar balikkan Hpnya di atas Meja.
Melihat Vano yang tidak menjawab, membuat Luis menepuk pundaknya.
" Vano.. " ucap Luis pelan,
" Ah, iya.. " ucap Vano reflek setelah Luis menepuk pundak nya,
" Perhatikan rapatnya.. loh kenapa sih? " tanya Luis dengan suara pelannya,
" Ekhem.. Baiklah, apakah sudah semuanya? " tanya Vano sambil menatap para karyawannya,
" Sudah semua, Tuan! " ucap salah satu karyawan,
" kalau begitu rapat ini saya tutup sampai di sini dan saya mau hasil presentasi kamu tadi bawa ke ruangan saya! " ucap Vano sambil menunjuk karyawan yang tadi memimpin presentasi,
" Baik, Tuan! " ucap karyawan itu, lalu Vano segera meninggalkan ruang rapat diikuti oleh Luis dibelakang nya,
Setelah Vano dan Luis keluar, para karyawan nya mulai menggosip
" Ada apa dengan Tuan Vano, ya? Dari yang ku liat beberapa hari ini setelah Tuan kembali bekerja dia sepertinya tidak fokus.. " ucap salah satu karyawan,
" Entahlah! Tapi ada yang sangat membuatku penasaran, siapa sebenarnya wanita yang beberapa hari yang lalu datang bersama Tuan Vano dan Tuan Luis, ya? " tanya karyawan yang lainnya,
__ADS_1
" Iya benar juga, aku juga sangat penasaran dengan wanita itu... " ucap karyawan yang lainnya,
" Sudahlah kalian jangan bergosip disini! kalau Tuan Vano tau kalian sedang membicarakan nya, hidup kalian akan tamat hari ini juga.. " ucap karyawan yang lainnya,
Setelah mendengar perkataan dari teman sekerja, mereka semua berhenti membicarakan mengenai Vano dan segera keluar dari ruangan rapat serta kembali ke pekerjaan mereka masing - masing,
#Diruangan Vano,
Vano melemparkan Hpnya di atas meja lalu menghempaskan tubuhnya di sofa Sambil memegang kepalanya,
Luis yang melihatnya menjadi bingung,
" Loh kenapa sih? Beberapa hari ini sikap loh gak seperti biasanya? " tanya Luis melihat tingkah aneh Vano,
" Aileen.. " ucap Vano tanpa memandang Luis,
Tuk..
" Aduh.. sialan loh.. " umpat Vano sambil mengusap kepalanya,
" Loh tuh yang sialan.. cuma gara gara adik ipar gak ada disini.. sikap loh jadi kaya gini.. "
" Nanti kan loh ketemu lagi sama Aileen, kalau udah di rumah.. " ucap Luis,
" Tapi gue maunya Aileen disini, disamping gue.. " ucap Vano
" Ck.. jangan kaya anak kecil deh.. loh tuh dah besar ****.. lebih baik loh urus tuh berkas - berkas di meja yang sudah menumpuk seperti gunung.. " ucap Luis sambil duduk di Sofa,
" Ck.. merepotkan!! " ucap Vano yang langsung berdiri dan berjalan menuju meja kerjanya,
__ADS_1
" Padahalkan Aileen sedang bersama dengan Mommy dan Daddy.. dia bertingkah seperti Aileen pergi sangat jauh saja.." ucap Luis sambil melihat layar Hpnya,
#Ditempat Aileen,
Saat ini Aileen sedang jalan - jalan bersama Clara dan David disebuah Mall. Clara dan David tidak ingin menghabiskan hari ini dengan sia - sia, karena baru hari ini lah mereka pergi bersama seseorang yang sudah dianggap seperti Putri mereka sendiri.
Karena dari dulu Clara dan David sangat ingin mempunyai anak perempuan, namun yang lahir adalah anak laki-laki yaitu, Revano Johnson atau Vano.
" Sayang, kamu mau beli apa? Katakan aja nanti Mommy dan Daddy akan membelikan nya untukmu.. " ucap Clara sambil menggenggam tangan Aileen,
" Iya, hari ini kami akan mengabulkan keinginan kamu, kamu tinggal sebutkan aja, nanti kami akan belikan untukmu, bila perlu Mall ini Daddy belikan untukmu, bagaimana? " tawar David pada Aileen,
Aileen yang mendengar perkataan dari Clara dan David hanya bisa tersenyum, " Aileen belum ingin membeli apa - apa, Mommy! Daddy! " ucap Aileen,
" Tapi yang Aileen inginkan saat ini adalah menghabiskan hari ini bersama dengan kalian berdua.. " ucap Aileen sambil menatap Clara dan David dengan senyuman nya,
" Sayang.. " Clara sangat terharu mendengar perkataan dari Aileen, lalu segera memeluknya dari samping,
' Aileen adalah anak yang sangat baik! Kalian akan segera mendapatkan balasannya karena telah menyia - nyiakan Aileen seperti ini. aku dan keluargaku lah yang akan membalaskan nya, akan aku buat kalian sekeluarga menyesal.. ' batin David,
" Daddy! " Panggil Aileen,
" Eh, iya sayang! " balas David,
" Ayo, kita jalan lagi! " ucap Aileen sambil menggenggam dan menarik tangan David,
" Baiklah.. " ucap David dan membiarkan tangannya di tarik oleh Aileen,
' Tunggu saja tanggal mainnya, Dimitri, Victoria! ' batin David
__ADS_1