The Cold CEO & Beloved Girl

The Cold CEO & Beloved Girl
Bab 36


__ADS_3

Didalam Kamar,


Mata Aileen yang terpejam mulai mengerjap perlahan - lahan, lalu berusaha memposisikan dirinya untuk bangun dan bersandar di sisi tempat tidur,


Aileen mulai menatap sekeliling nya, lalu keningnya mulai mengkerut karena dia bingung dimana dia sekarang,


' Ini dimana? ' batin Aileen,


Saat Aileen sibuk memikirkan di mana dia sekarang, tiba tiba saja ada suara dari pintu yang terbuka, otomatis itu langsung membuat pandangan matanya berubah ke arah pintu kamar mandi,


Ceklek., Lalu keluarlah sosok pria bertubuh tinggi dari kamar mandi, kemudian Aileen dan sosok itu saling menatap satu sama lain,


" Kamu udah bangun.. " ucap sosok itu pada Aileen,


Aileen menatap sosok itu agak lama, karena tidak mendapat jawaban dari Aileen membuat sosok itu mulai mendekati Aileen,


" Aileen.. " ucap sosok itu lagi,


Lalu Aileen mulai membulatkan matanya, dan tak lama langsung menutup matanya kembali lalu berteriak kencang,


" WUAAAAA... " teriak Aileen lalu meraih bantal di sebelah nya dan melemparkan ke arah sosok itu,


" Aduh.. " keluh sosok itu saat bantal yang Aileen lempar mengenai nya,


" Sayang,. Kamu kenapa? Aduh.. Sayang berhenti,, ini aku Vano kekasih kamu.. " ucap sosok itu yang ternyata adalah Vano,


Lalu dengan bersusah payah, akhirnya Vano dapat menghentikan aksi Aileen,


" Sayang.. kamu kenapa? " Ucap Vano sambil memegang kedua tangan Aileen,


Namun, Aileen tetap saja menutup kedua matanya dan berdiam diri,

__ADS_1


" Sayang.. ini aku Vano, kekasih kamu.. " ucap Vano,


" A _ Aku tau kamu itu Vano,, " ucap Aileen,


Vano lalu menghela nafas nya, " Lalu kenapa tadi kamu berteriak dan melempari ku dengan bantal, hah? Lalu kenapa juga kamu menutup mata kamu? " tanya Vano,


" I _ Itu.. "


" Apa? Bicara yang jelas.. " ucap Vano,


" I _ Itu kenapa kamu gak pakai baju? Baju kamu kemana? " ucap Aileen yang masih menutup kedua matanya,


Mendengar hal itu membuat Vano langsung tertawa, " Hahahaha, jadi karena hal itu kamu seperti ini? " ucap Vano,


Melihat Vano menertawakan nya, Aileen mulai membuka matanya dan menatap Vano dengan wajah cemberut nya dan bibirnya yang manyun,


namun, tiba tiba aja..


Cup..


Siapa lagi kalau bukan Vano,


Kemudian mata Aileen membulat sempurna,


dan Vano mengelap bibir mungil Aileen dengan jemari nya,


" Jangan mulai memancing aku ya.. " ucap Vano,


Aileen hanya bisa menganggukkan kepalanya, lalu dengan cepat menyembunyikan wajahnya yang memerah dibalik selimut,


" Sayang kamu kenapa lagi, hmm? " tanya Vano,

__ADS_1


" Pa_Pakai baju kamu dulu.. " ucap Aileen dibalik selimut, bagaimana tidak, Vano dari tadi belum memakai baju nya, hingga menampilkan perut kotak - kotak nya, dan tubuhnya yang berotot,


Vano tersenyum geli melihat tingkah Aileen, lalu tangannya Vano mengacak lembut rambut Aileen lalu dia segera memakai bajunya..


" Udahkan.. " ucap Vano setelah memakai baju nya, Aileen hanya menjawabnya dengan anggukan,


" Ya udah, kamu segera mandi sana, ini sudah mulai gelap.. " ucap Vano sambil menatap kearah jendela kamar,


Aileen juga mengikuti arah pandang Vano, lalu Aileen sangat kaget ketika melihat langit nya mulai gelap..


" Be_Berapa lama aku tidur? " tanya Aileen pada Vano,


" Hmm, tidak lama sih, tadi kamu tertidur jam 3 kurang dan sekarang sudah jam setengah tujuh,... " ucap Vano sambil menatap jam tangan nya,


" APA!! selama itu? " ucap Aileen tidak percaya,


" Itu tidak lama sayang.. " ucap Vano santai,


" Ihh, sudahlah aku mau mandi dulu.. " ucap Aileen segera turun dari tempat tidur dan menuju kamar mandi,


Sebelum itu, Vano mencegah Aileen masuk,


" Sayang, tunggu dulu.. "


" Apaan? " tanya Aileen,


" Nih, pakaian ganti buat kamu, gak mungkin kan kamu pakai baju itu lagi... " ucap Vano sambil menyerahkan pakaian yang dipilih kan oleh Clara tadi..


" Oh iya, benar juga.. "


Aileen segera mengambil pakaian dari tangan Vano, lalu.. Cup..

__ADS_1


" Terimakasih, Sayang.. " ucap Aileen setelah mencium pipi Vano, lalu dengan cepat langsung memasuki kamar mandi dan meninggalkan Vano yang terdiam sejenak,


Lalu, bibir Vano membentuk sebuah senyuman, " gadis kecilku sudah mulai nakal ternyata.. " ucap Vano sambil memegang pipinya yang tadi di cium oleh Aileen..


__ADS_2