
Setelah selesai membasuh wajahnya dan menetralkan jantung serta wajahnya yang memerah,
Aileen segera keluar dan langsung menuju ke arah Vano yang sedang duduk di sofa sambil memainkan Hpnya,
" Sudah selesai Sayang?! " tanya Vano tapi perhatikan nya masih di Hp nya,
" Hmm, udah kok! " balas Aileen yang sudah duduk di samping Vano, " Tapi tadi aku ingat ada yang ingin kamu bicarakan! Apa itu?! " tanya Aileen sambil menatap Vano,
Setelah mendengar pertanyaan dari Aileen, kemudian Vano langsung mematikan Hpnya dan menaruhnya di meja,
Kemudian Vano membalikkan badannya menghadap ke arah Aileen,
" Untung saja kamu ingatin aku, kalau enggak pasti aku sudah lupa ! " balas Vano,
" Hmm, memang nya ada apa?! " tanya Aileen,
" Itu, besok kan hari Minggu kan?! " tanya Vano,
" Iya, Memang nya kenapa?! " balas Aileen,
" Kamu ada acara gak besok?! Soalnya Aku besok mau membawa kamu ke rumah aku! " ucap Vano memastikan,
" Enggak ada sih! Tapi kenapa tiba-tiba saja kamu mau membawa aku kerumah kamu?! " tanya Aileen yang bingung,
__ADS_1
" Ya, aku hanya ingin memperkenalkan kamu ke keluarga aku terutama dengan Mommy! Kan kamu pacar aku jadi aku ingin memperkenalkan kamu aja!" balas Vano sambil tersenyum,
" Tapi kenapa harus besok?! " tanya Aileen,
" Jadi! Apakah Sayangku ini mau hari ini juga aku bawa kerumah gitu?! " tanya Vano menggoda Aileen,
" Bu - Bukan begitu juga! Maksudku kenapa harus besok, Kan kita baru aja beberapa hari pacaran! " tanya Aileen dengan gugup,
" Yah! Karena besok sudah tepat seminggu semenjak Mommy, meminta aku untuk mencarikan nya calon menantu, dan karena aku sudah dapat, ya aku ingin memperkenalkan nya ke Mommy dan keluarga aku yang lainnya! " balas Vano,
" Hmm, calon menantu?! Memangnya kamu yakin kalau aku mau jadi istri kamu gitu?! " tanya Aileen sambil menopang dagunya dengan kedua tangannya,
" Ya, tentu sajalah aku yakin sekali kalau kamu nanti akan menjadi istri aku! Karena aku gak akan pernah membiarkan kamu didekati oleh cowok lain selain aku! " ucap Vano dengan sangat yakin,,
' Hiyy! Serem banget! Dan kenapa juga dia jadi serius banget sih? Aku kan cuma bercanda doang! ' batin Aileen,
Selama batin Aileen berbicara, Vano sedang menatap lama Aileen yang sedang menundukkan kepalanya,
' Pasti dia sedang berbicara dalam batin nya! Aku tau kok kamu tadi hanya sedang bercanda doang! Sedangkan yang aku katakan itu sungguhan, karena aku gak akan pernah rela kamu direbut oleh lelaki lain! ' batin Vano,
Setelah mereka berdua berbicara dalam batinnya, akhirnya Vano mulai membuka suaranya,
"Jadi, bagaimana Sayang? Kamu mau kan besok aku ajak kerumah?! " tanya Vano sambil menatap Aileen,
__ADS_1
" Hmm, baiklah! Kalaupun aku menolaknya pasti kamu gak akan menyerah untuk membuat aku setuju dengan ajakan kamu, kan?! " balas Aileen sambil menatap Vano,
" Nah, itu kamu tau! " ucap Vano, " Rupanya sekarang Sayangku ini sudah mengerti diriku ya! " ucap Vano sambil mencium pipi Aileen dan langsung membaringkan kepalanya di paha Aileen,
" Aku ngantuk Sayang! " ucap Vano, " Tolong elus rambutku sayang! " ucap Vano sambil mengambil tangan Aileen dan meletakkan nya di kepalanya,
" Memangnya kamu gak ada berkas-berkas yang harus diurus gitu?! " tanya Aileen sambil mengelus rambut Vano,
" Jangan khawatir kan hal itu! Luis sudah mengurus semuanya! Jadi aku gak perlu turun tangan untuk mengurus nya! " balas Vano sambil memejamkan matanya,
" Sebenarnya yang Boss itu siapa sih?! Kok malah Kak Luis yang mengurus semuanya! " tanya Aileen,
" Tentu saja aku sayang! dan karena akulah Bossnya maka aku tinggal menyuruh Sekretaris aku yang mengurusnya! " ucap Vano,
" Ya udah deh terserah kamu aja! " ucap Aileen mengalah,
' Aku jadi kasihan sama Kak Luis! Tapi Kak Luis jangan pernah menyerah! Aku pasti akan selalu mendukung Kakak! Semangat Kak Luis! ' batin Aileen,
Disisi lain,
" Hahhh! Makin lama makin banyak aja berkasnya! Ini semua gara-gara Vano! Harusnya dia yang mengurus semuanya, Tapi dia malah enak-enak pacaran di ruangannya! Sedangkan gue yang harus menyelesaikan semuanya! " ucap Luis sambil memperhatikan semua berkas-berkas yang berada di mejanya,
" Seharusnya gue tadi gak usah datang ke kantor, gue harus nya datang ke markas aja! Vano! Loh banyak berhutang sama gue! " ucap Luis sambil memegang kepalanya,
__ADS_1