The Cold CEO & Beloved Girl

The Cold CEO & Beloved Girl
Bab 22


__ADS_3

Beberapa hari kemudian setelah kejadian Vano menembak Aileen, hubungan mereka semakin hari semakin dekat dan Vano tidak bisa terlalu lama jauh dari Aileen,


Sekarang mereka berada di dalam ruangan Vano, Aileen sedang membaca buku mengenai bisnis dengan Vano yang berbaring di pahanya,


" Sayang! " ucap Vano,


" Hmm! " ucap Aileen juga


" Ada yang ingin aku bicarakan sama kamu! " ucap Vano lagi,


" Apa? " tanya Aileen tapi perhatikan masih ada di buku tersebut,


" Coba kamu liat sini dulu deh! Sepertinya buku itu telah mencuri perhatian kamu ke aku deh! " ucap Vano yang tanpa sengaja cemburu dengan sebuah buku yang dibaca oleh Aileen,


Akhirnya Aileen menutup bukunya dan meletakkan nya di meja kemudian menatap ke arah Vano,


" Ada apa sih, Vano?! " tanya Aileen sambil menatap Vano,


" Itu ada yang.., tunggu dulu kamu masih manggil aku dengan Vano?! " tanya Vano dan dia langsung mengubah posisi nya menjadi duduk dan menatap Aileen,


" Iya! Kan itu memang nama kamu! Memangnya kenapa sih?! " tanya Aileen yang bingung dengan pertanyaan Vano,


" Ya, memang benar kalau itu nama aku! Tapi maksud aku tuh kenapa kamu masih manggil aku dengan sebutan itu! " balas Vano,


" Jadi? " tanya Aileen,


" Jadi maksud aku tuh! Kamu harus ubah panggilan kamu ke aku, kita kan udah pacaran nih! " balas Vano,


" Ubah panggilan?! Seperti apa?! " tanya Aileen lagi,


' Sabar Vano, sabar! Aileen ini gadis yang terlalu polos, jadi kamu harus sabar menghadapinya! batin Vano,

__ADS_1


Semenjak Vano menghela napasnya, sebelum menjawab pertanyaan dari Aileen,


" Iya ubah panggilan! Misalnya seperti aku memanggil kamu dengan sebutan Sayang! " balas Vano,


Setelah mendengar balasan dari Vano, Tiba-tiba saja wajah Aileen menjadi merah,


' Haruskah aku memanggilnya Sa - Sayang juga?! ' batin Aileen,


" Me - Memangnya harus ya?! " tanya Aileen dengan wajahnya yang merah,


" Harus dong sayang! Kita kan udah pacaran! Ayolah, Please! Demi aku, panggil aku dengan sebutan Sayang juga ya! " balas Vano sambil wajahnya mendekat ke wajah Aileen,


' Ahhh! Wajahnya terlalu dekat! ' batin Aileen berteriak,


" Ba - Baiklah! A - Akan aku co - coba! " ucap Aileen dengan gugup, dan Vano hanya menjawab dengan menganggukkan kepalanya,


" Sa - Sayang! " ucap Aileen sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya,


Mendengar hal tersebut, Vano sangat senang dan tersenyum geli melihat tingkah laku Aileen yang menutupi wajahnya yang memerah,


Setelah berhasil meraih kedua tangan Aileen, Kemudian Vano melihat wajah Aileen yang masih memerah, dan itu membuat Aileen semakin imut dan menggemaskan,


' Gila! imut banget! Gue udah gak tahan! ' batin Vano,


Kemudian Vano langsung mencuri ciuman dari bibir Aileen, dan otomatis itu berhasil membuat Aileen membulatkan kedua matanya,


Tapi, ciuman kali ini tidak berlangsung lama, karena Vano sadar Aileen tidak bernapas,


" Bernapaslah Sayang! " ucap Vano setelah melepaskan ciumannya,


Kemudian Aileen kembali bernapas dan mulai menetralkan denyut jantungnya,

__ADS_1


' Bertahanlah wahai jantungku! ' batin Aileen,


Melihat hal itu membuat Vano semakin senang dan kemudian dia langsung menubruk tubuh Aileen dan membuat tubuh Aileen berada dibawahnya,


" Eh?! A - Ada apa?! " tanya Aileen yang bingung plus wajahnya yang memerah,


" Kamu tampak sangat imut dan menggemaskan, Sayang! " ucap Vano sambil menatap Aileen, dan kemudian menciumi kedua pipi Aileen,


' Ahhh! Kenapa sih dengan Vano hari ini, dan juga jantungku kenapa tiba-tiba seperti ini?! ' batin Aileen berteriak,


Karena sudah tidak tahan dengan perlakuan Vano, kemudian Ailenn langsung mendorong wajah Vano menjauh dari nya,


dan kemudian Aileen langsung berdiri dan berlari masuk ke dalam kamar mandi yang ada di ruangan Vano,


Namun, hal itu membuat Vano khawatir dengan Aileen, dan Vano segera menyusul Aileen ke kamar mandi, tetapi Vano terlambat karena Aileen sudah menutup pintu kamar mandi,


" Sayang! Kamu kenapa?! Kamu baik-baik saja kan?! " tanya Vano sambil mengetuk pintu kamar mandi,


Sejenak beberapa menit Aileen tidak menjawab pertanyaan Vano, dan itu membuat Vano semakin khawatir,


" Sayang! Kamu baik-baik saja kan?! Jawab atau gak pintunya aku dobrak nih! " tanya Vano lagi,


" Aku baik-baik saja, Sayang! " balas Aileen didalam kamar mandi,


" Lalu kenapa tadi kamu berlari? " tanya Vano lagi,


" Aku hanya merasa sangat panas dan gerah aja, jadi aku ingin membasuh wajah saja! " balas Aileen,


' Panas?! Perasaan suhu ruangan nya seperti biasa kok! Atau jangan-jangan, dia malu lagi! ' batin Vano tersenyum,


" Baiklah kalau begitu! Tapi jangan lama-lama ya, Sayang! " ucap Vano ,

__ADS_1


" Baiklah! sebentar lagi aku keluar kok! " ucap Aileen,


" Hah! Beruntung sekali gue mempunyai cewek seperti Aileen! Secepatnya gue akan kenalkan dia ke Mommy agar Aileen seutuhnya menjadi milik gue! " ucap Vano sambil berjalan menjauh dari kamar mandi,


__ADS_2