
"Bagaimana kau bisa mendapatkan rekomendasi untuk datang ke tempatku dari Chip ?" Tanpa basa-basi atau salam, pria itu segera bertanya langsung kepada Vlad.
"Kau Theo si blacksmith?" Vlad menjawab pertanyaan pria itu dengan sebuah pertanyaan lain.
"Ya, aku orang yang kau cari. Jadi, bisa kau jawab pertanyaan ku?" tanya Theo kembali.
"Aku direkomendasikan tempat ini oleh Chip sebagai imbalan karena telah membantu menyelamatkannya dari serangan orang-orang yang mau merampoknya." ucap Vlad.
"Oh my, rupanya kau orang yang beberapa hari lalu diceritakan oleh Chip. Hahahaha, jadi apa yang sekarang bisa kulakukan untukmu anak muda?" tanya Theo kemudian.
"Begini tuan Theo, saat ini senjata yang ku pegang sudah tak lagi cocok untuk levelku yang sekarang. Karena itu, aku kemari untuk membuat senjata dan beberapa equipment pendukung lain untuk kupakai. Bisa kau membuatkannya ?" Ucap Vlad.
"Tentu saja! Senjata apa yang ingin kau buat ? Kau sudah memiliki bahan-bahan yang mau kau pakai untuk membuatnya?" tanya Theo.
"Aku mau membuat sepasang senjata tuan, yaitu katana dan wakazashi. Kebetulan aku membawa beberapa bahan yang aku rasa akan cocok dipakai untuk membuat senjata itu. Untuk masalah bahan-bahan pendukung lainnya, bisakah kau menggunakan bahan yang kau punya lebih dahulu? aku akan membayarnya setelah senjata ku selesai kau buat." Ucap Vlad menjawab pertanyaan dari Theo.
Vlad kemudian memberikan semua pedang dan busur tua nya, 4 goblin core, tulang goblin, dan seluruh bijih besi hitam yang ia miliki kepada Theo.
"Hmm... Aku rasa dengan bahan-bahan ini aku bisa membuatkan senjata yang cukup bagus untukmu, tentu saja dengan bahan lain yang ada di gudang ku. Untuk masalah harga nanti akan ku beritahu selepas senjata nya selesai. Bagaimana ?" tanya Theo kemudian.
"Baiklah tuan Theo, tak masalah. Kapan kira-kira senjata ku ini selesai dibuat tuan?" tanya Vlad yang sedikit penasaran.
"Hmm... karena kau orang yang cukup penting, sepertinya dengan sedikit kerja keras, aku bisa menyelesaikan nya dalam waktu 3 hari. apakah itu tak masalah?" Ucap Theo.
"Itu tak masalah tuan. Aku akan kembali lagi 3 hari dari sekarang." jawab Vlad kali ini.
Vlad segera membungkukkan badannya untuk mengucapkan salam sebelum ia meninggalkan tempat itu. Tapi, baru saja ia akan berbalik, ia ingat tentang kalung yang sebelumnya ia dapatkan. Vlad ingin tahu apa kegunaan kalung itu, mengingat ia dan Rinz sama-sama tak bisa mengidentifikasi kalung tersebut.
"Ah tuan Theo, ada 1 hal lagi yang ingin aku tanyakan. Bisa kah kau mengidentifikasi kalung ini ? aku mendapatkan nya dari sebuah dungeon, sayangnya aku tak dapat mengidentifikasi kalung ini." Tanya Vlad kembali ke Theo.
"Hmm... butuh waktu untuk mengidentifikasi barang yang seorang petualang sepertimu tak dapat menilai nya. Tinggalkan saja disini, 3 hari lagi aku akan memberi tahu mu apa kemampuan yang dimiliki kalung itu." Jawab Theo sembari menunjukkan tempat dimana Vlad harus meletakkan kalungnya.
"Terimakasih tuan kalau begitu. Aku permisi." Ucap Vlad sembari kembali membungkukkan badannya sebelum keluar dari toko milik Theo itu.
...
Vlad kini tengah ada di sebuah mansion di pinggiran kota Eden. Ia tengah bersembunyi diatas pohon sembari mengamati keadaan di sekitar mansion tua tersebut. Sebelumnya, ia mendapatkan sebuah pesan quest dari Chip untuk menjaga mansion milik kenalannya nya dari maling yang beberapa kali berusaha masuk dan mencuri dari mansion itu. Vlad tentu saja segera mengiyakan nya, mengingat hadiah yang di berikan Chip biasanya sangatlah bagus.
-* Quest *-
__ADS_1
Jenis : Quest Khusus
NPC Chip memintamu membantu menjaga mansion milik kenalannya dari maling yang berusaha mencuri barang-barang dari mansion tersebut.
Kondisi : Bunuh penyusup (0/2)
Berhasil : ?
Gagal : Anda akan mati. Kehilangan kepercayaan Chip.
Terima ? (Y/N)
...
Vlad terus mengintai mansion itu hingga tak lama kemudian terlihat 2 sosok mencurigakan yang mendekat kearah mansion milik kenalan Chip tersebut. Kedua sosok itu memakai pakaian serba hitam serta membawa senjata yang berbeda. Sosok pertama yang terlihat seperti seorang pria itu memanggul sebuah pedang besar di punggungnya, sedangkan sosok lain yang tubuhnya seperti wanita membawa sepasang belati di pinggangnya.
Vlad dengan sangat berhati-hati segera melompat turun kebawah pohon dan berusaha mendekati kedua sosok itu untuk memberikan serangan kejutan. Tapi sial bagi Vlad, sebelum ia sempat untuk memberikan serangan kejutan, kedua sosok tadi ternyata menyadari kehadiran Vlad di belakang mereka.
"Hahaha tak kusangka ternyata mansion ini memiliki penjaga yang tak buruk. Ia bisa menyelinap ke belakangku sampai jarak segini. Beruntung skill Awareness milikku menyadari posisi mu, jika tidak mungkin nyawaku sudah melayang berkat mu." Sosok pria itu terkekeh kearah Vlad.
"Sudahlah Rick, habisi saja pria bodoh ini. Ia tak tahu tengah mengganggu siapa." ucap wanita di sebelahnya itu.
"Ya ya ya, Rion." Jawab Rick kearah si Rion, wanita yang menjadi rekannya itu.
"Aku akan melayani mu dengan baik pak tua. bersiap lah." ucap Vlad yang juga kini telah bersiap dengan tangan kanan diatas gagang katana miliknya.
Rick segera melompat kearah Vlad , menyerang Vlad dengan pedangnya. Tebasan vertikal di ayunkan Rick untuk membuka pertarungan ini. Vlad yang sudah bersiap segera melompat kebelakang untuk menghindari serangan tersebut, dilanjutkan dengan tebasan horisontal yang di lakukan Vlad untuk meng counter serangan milik Rick. Rick yang melihat serangan itu segera menangkis dengan pedang nya.
Setelah itu, serangan demi serangan terjadi diantara mereka. Pertukaran antara serangan dan gerakan pertahanan yang mereka lakukan bergantian terlihat sangat cepat dan akurat. Tiap serangan yang mereka berdua keluarkan terlihat sarat dengan aura pembunuhan. Titik vital menjadi target utama di tiap pertukaran serangan yang Vlad dan Rick lakukan.
Memang untuk sekilas, pertarungan tampak imbang antara Vlad dan Rick. Tapi sebenarnya Vlad lebih unggul dari pada lawannya ini. Itu bisa terlihat dari banyaknya luka hasil serangan Vlad di tubuh Rick. Sebagai perbandingan, Vlad hanya mendapatkan 1 luka ringan di lengan sebelah kirinya.
"Rion, bantu aku. Orang ini hebat, aku tak dapat mengalahkannya sendiri." teriak Rick sembari menghindari serangan Vlad.
"Baiklah. Bersiaplah bocah, kau akan mati ditangan ku." ucap Rion yang melompat memasuki pertarungan antara Vlad dan Rick.
Vlad yang merasa ini akan berakhir buruk, segera mundur untuk mengeksekusi skill miliknya.
"Tehnik pedang hantu : Ghost Steps."
__ADS_1
"Tarian pedang hantu, gaya pertama : Void Slash X2."
Vlad segera berpindah posisi ke belakang Rion. Lalu, tepat ketika Vlad sudah berada di belakangnya, ia mengeluarkan 2 gelombang hitam dari tebasan katana dan wakazashi miliknya. Kedua gelombang hitam itu membentuk huruf X sebelum terbang tepat kearah Rion yang belum sadar sepenuhnya tentang apa yang baru saja terjadi.
Serangan itu mengenai punggung Rion dengan sangat tepat. Detik berikutnya, tanpa kehilangan momentum, Vlad dengan segera menusuk punggung Rion menggunakan katana nya tepat di titik tengah bekas luka Rion. Rion akhirnya langsung tewas tanpa sempat bertarung sama sekali.
Rick yang melihatnya, segera sadar dari lamunannya. Ia sadar bahwa hanya berselang 5 detik dari teriakannya barusan, membawa dampak buruk yang tak ia duga sama sekali. Rekannya mati ditangan pria muda yang menjadi lawannya ini, bahkan sebelum ia melakukan apapun.
Rick yang marah segera menyerang Vlad secara membabi buta kearah Vlad. Tebasan demi tebasan dilayangkan kearah Vlad. Vlad menghindari setiap serangan yang dilancarkan padanya tanpa gerakan yang berarti, dikarenakan serangan dari Rick dapat terbaca sepenuhnya olehnya.
Karena kesal, Rick akhirnya mundur ke belakang. Ia lalu mengarahkan pedangnya kedepan sembari menarik pedangnya sejajar dengan bahu nya , lalu menyempurnakan posturnya dengan melakukan kuda-kuda yang mantap.
"Volcanic Stab!" teriak Rick.
Rick menggunakan skillnya. Api yang membara segera mengelilingi pedang dan tubuh Rick, lalu sedetik kemudian, Rick menerjang penuh kearah Vlad dengan pedang yang diposisikan kedepan untuk menusuk titik vital Vlad.
Vlad yang merasa nyawa nya terancam segera melompat kesamping menghindari serangan milik Rick. Sayangnya, meskipun Vlad berhasil menghindari serangan tersebut, tapi api yang menyala dari tubuh Rick berhasil menyambar Vlad. Luka bakar di punggung Vlad terlihat menganga akibat api yang menyerangnya tadi.
Vlad tak tinggal diam. Ia segera menyarungkan katana nya kembali sebelum melakukan serangan. Ia lalu melompat kearah Rick sembari menarik kembali katana nya keluar, membentuk serangan diagonal yang terarah tepat ke leher Rick.
Rick yang menyadari nya segera menarik pedangnya untuk menahan serangan dari Vlad. Kedua pedang itu berbenturan dan mengeluarkan suara dentingan yang memekakkan telinga. Naas bagi Rick, ia tak menyadari bahwa serangan kedua dari Vlad sedang menuju kearahnya.
Wakazashi Vlad dengan cepat menusuk jantung Rick yang tak siap karena fokusnya adalah menahan serangan katana milik Vlad. Darah segar mengucur deras dari luka yang ditimbulkan saat Vlad menarik kembali wakazashi dari tubuh Rick. Rick terdorong mundur sesaat sebelum akhirnya terjatuh.
Karena belum yakin kalau Rick mati, dengan segera Vlad menancapkan katana miliknya tepat di kening Rick yang sudah tak dapat lagi melawan.
*Musuh telah mati.*
*Anda telah menyelesaikan quest. Hadiah akan diberikan Chip saat anda bertemu dengannya."
Vlad tak memperdulikan suara sistem di kepalanya. Saat ini ia tengah melihat item yang di jatuhkan oleh kedua orang yang baru saja di lawannya.
*Item Drop*
- 2 skill slot.
- Daggers of The Death Bringger
- Darkness Robe
__ADS_1
- Suit of the moonless Night
Vlad sangat terkejut akan item drop yang didapatkannya. Bukan hanya ia mendapat 2 skill slot, tapi ia juga sepertinya mendapatkan beberapa item yang sangat kuat. Dengan segera Vlad mengecek deskripsi tiap item yang di dapatkannya.