The Dominator

The Dominator
Epic Weapon 2


__ADS_3

Vlad yang saat ini tengah berlari pulang ke base nya, segera menghubungi semua anggota guild nya untuk berkumpul. Ia ingin segera menunjukkan senjata milik teman-teman nya karena tak sabar melihat ekspresi apa yang ditunjukkan teman-teman nya itu.


Sesaat kemudian, Vlad sudah tiba dibangunan besar bercat hitam yang tidak lain adalah markas guild nya itu. Segera ia memasuki pintu utama dan kemudian menuju ke ruang rapat. Ia melihat kalau seluruh anggota nya ternyata sudah sedari tadi menunggu nya pulang.


"Bagaimana dengan senjata kami ? apa ada masalah?" ucap Drake yang melihat Vlad memasuki ruangan dengan tergesa-gesa.


"Masalah? Ini masalah yang benar-benar serius. Aku tak tahu bagaimana menjelaskannya ke kalian. Aku ingin kalian melihat nya sendiri." ucap Vlad yang saat ini sudah duduk, lalu mengeluarkan senjata mereka semua dari dalam Inventory nya.


Segera anggota lainnya segera berhamburan kearah Vlad untuk mengambil senjata mereka masing-masing, terkecuali Leo dan Leona yang sedari tadi hanya memperhatikan percakapan mereka.


Sedetik kemudian, semua anggota guild menunjukkan ekspresi yang terlihat seperti sangat kaget. Leo dan Leona yang menyadari hal tersebut segera bertanya pada Vlad.


"Apa yang terjadi ? apa senjata mereka rusak? berikan padaku, biar aku memperbaikinya." ucap Leo.


"Benarkah senjata nya rusak? Sayang sekali." ucap Leona menimpali.


"Senjata mereka tidak rusak, tapi ..." ucap Vlad yang segera terputus karena teriakan orang lain.


"Senjata Epic ? Bagaimana bisa Vlad? Senjata kami semua hanya setingkat Rare sebelumnya. Apa kau membelikan kami senjata baru?" teriak Drake yang benar-benar kaget melihat senjata miliknya telah berevolusi 2 tingkatan.


"Benar Vlad, apa kau mengganti senjata kami dengan senjata Epic ini? Berapa harga yang kau keluarkan untuk tiap senjatanya?" Rinz pun bertanya hal yang sama.

__ADS_1


"Itu senjata milik kalian. Sudah kubilang, Legendary Blacksmith memang hebat kan? Makanya tak banyak orang bisa meminta bantuannya." ucap Vlad diiringi senyuman sombong khas nya.


"Tapi bagaimana mungkin bisa naik 2 tingkatan seperti ini Vlad. Kau jangan membodohi kami semua." ucap Lliandra kali ini.


"Sebenarnya, senjata kalian semua memanglah sudah di tingkat Epic. Hanya saja, status senjata kalian masih terkunci karena itu adalah barang drop, bukan buatan seorang blacksmith. Nah, Tuan Theo lah yang membuka seluruh status senjata kalian menggunakan bahan-bahan yang kalian berikan sebelumnya, makanya senjata kalian menjadi seperti itu sekarang." Vlad menjelaskan secara rinci tentang senjata milik mereka.


"Bila kita semua memiliki senjata seperti ini, bukannya tak mungkin kita bisa menjadi salah satu super guild karena kekuatan personil kita Vlad." ucap Rinz.


"Itu memang tujuan ku Rinz, makanya aku meminta kalian berusaha semaksimal mungkin untuk menunjukkan kekuatan kita di event nanti. Selain itu, itu pula yang menjadi alasanku untuk merekrut Leo dan Leona. Karena tak ada super guild yang tak memiliki blacksmith dan alchemist mereka sendiri." jawab Vlad.


"Aku mengerti sekarang. Kalau begitu, bagaimana jika kita latih tanding ? aku benar-benar tak sabar untuk menggunakan senjata baru ku ini." ucap Rogue yang diikuti anggukan kawan-kawan nya.


"Ayo. Mari kita pergi ke training arena sekarang. Leo dan Leona, kalian bisa ikut menonton untuk melihat bagaimana guild kita bertarung. Aku ingin kalian belajar sebanyak-banyaknya dari pertarungan ini." ucap Vlad yang kemudian beranjak dari kursi yang di duduki nya.


***


Tim telah terbagi menjadi 2. Drake, Rock, dan Lliandra melawan Rogue, Rinz, dan Zero. Vlad, Leo, dan Leona hanya menonton dari pinggir arena.


Mereka siap diposisi nya masing-masing. Dengan senjata yang sudah mereka pegang di tangannya, siap untuk menerjang maju. Sesaat kemudian, aba-aba terdengar dari Vlad yang berteriak.


"1, 2, 3... Mulai!" teriak Vlad.

__ADS_1


Rock segera menerjang kearah lawannya dengan lompatan tinggi yang diakhiri dengan pukulan palu nya ke tanah. Tanah pun segera bergetar dan membuat lawannya kini mundur selangkah.


Sesaat setelah mundur, Zero dan Rogue dengan kecepatan penuh nya bergerak kearah Rock untuk memberikan serangan cepat. Sayang, serangan itu dipatahkan oleh Lliandra dengan tembok air yang dibuat oleh Llandra.


Serangan dan pertahanan dilakukan mereka secara bergantian. Kekuatan mereka imbang karena mereka sudah mengetahui bagaimana cara lawan menyerang dan bertahan.


Mereka sengaja tidak menggunakan skill masing-masing untuk menjaga ritme pertarungan. Dan juga karena mereka tidak ingin menghancurkan arena dan mengakibatkan mereka harus membayar denda perbaikan nya.


Dengan banyaknya serangan dan pertahanan yang mereka lakukan, stamina mereka lama-lama terkuras dengan sendirinya. Hingga 1 jam kemudian, latih tanding itu berakhir karena mereka semua sudah kelelahan.


"Bagaimana? Kalian sudah bisa menggunakan senjata kalian dengan baik?" tanya Vlad yang segera menghampiri mereka.


"Tinggal beberapa penyesuaian di sana sini, sepertinya sudah bisa kami gunakan secara maksimal Vlad." ucap Rinz.


"Benar, soalnya senjata ini sangat kuat. Kami harus menyesuaikan diri dengan kekuatan baru kami sekarang. Tapi selain itu, semua baik." disusul ucapan dari Rock.


"Dan 1 hal lagi. Kami juga ingin mencoba menggunakan item skill kami, karena kami tidak tahu bagaimana cara menggunakannya untuk saat ini." ucap Drake yang kini sudah berdiri kembali sembari menaruh pedang besar nya di punggung.


"Baiklah kalau seperti itu, sekarang lebih baik kalian beristirahat. Malam nanti aku mau kalian pergi untuk berburu secara individual, sembari mengetes kekuatan baru kalian secara maksimal agar dapat kita gunakan dengan baik saat event nanti." ucap Vlad


"Tanpa kau suruh pun kami pasti melakukannya Vlad hahaha." tawa Drake bergema sangking kerasnya.

__ADS_1


Mereka pun akhirnya kembali masuk kedalam markas guild bersama. Leo dan Leona menuju ruang kerja nya masing-masing, Vlad menuju ke kantor nya untuk mengurus masalah pendanaan guild, sementara yang lainnya memilih beristirahat.


__ADS_2