
"Luar biasa! aku tak menyangka kau sudah mendapatkan skill kedua mu, sedangkan kau baru saja bermain selama 2 hari ini. Bahkan level mu kini bisa di bilang bukan lagi seperti pemain baru. Minimal orang akan butuh waktu 1 Minggu untuk mencapai level 35 sepertimu, sedangkan kau hanya 2 hari? tak bisa ku percaya!" Seru Rinz kaget setelah memberitahu skill baru serta level yang dimiliki Vlad saat ini.
"Kau tahu bagaimana caraku hingga memiliki level segini? Quest yang aku lakukan untuk mendapatkan skill slot kedua ku adalah membunuh 5 player, sedangkan player yang ku bunuh memiliki level kisaran 20 sampai 30. Tentu saja exp yang aku dapatkan dari membunuh mereka tidaklah kecil, sayangnya tak satupun dari mereka menjatuhkan barang milik mereka saat terbunuh." Jelas Vlad.
"What? bagaimana kau melakukannya?" tanya Rinz yang kaget dengan pernyataan Vlad.
"Tentu saja kawanmu yang hebat ini bisa melakukan hal seperti itu. Kau tak ingat, siapa juara Kendo nasional tingkat pelajar 3 kali berturut-turut? tentu saja bila hanya melawan orang biasa, walaupun terhalang level, aku tetap akan menang" Ucap Vlad menyombongkan kemampuannya.
"Hahaha , tentu saja! Aku sempat lupa siapa sebenarnya kawanku ini!" jawab Rinz sambil terkekeh.
"Sebenarnya ada yang ingin aku tanyakan padamu Rinz. Apakah kau mengetahui dimana aku bisa berburu bahan bahan untuk membuat senjata dan peralatan lainnya ? kebetulan aku memiliki darkness orb di Inventory ku saat ini, dan aku ingin menjadikan nya sebuah senjata yang di gabungkan dengan beberapa bahan yang bermanfaat." Tanya Vlad kepada Rinz.
"Sepertinya kau harus farming bahan di dungeon jika kau mau membuat equipment yang berkualitas. Kebetulan tak jauh dari timur kota Eden ini, kau dapat menemukan sebuah dungeon dengan tingkat kesulitan menengah. Kau bisa coba kesana untuk berburu sebelum memutuskan untuk membuat equipment yang seperti apa dengan bahan-bahan yang nanti kau dapatkan." Jawab Rinz.
"Apakah kau membutuhkan bantuan ku? kebetulan aku sedang senggang saat ini. Sekalian aku juga ingin melihat dengan mata kepalaku sendiri bagaimana cara kau bertarung dalam game ini." Rinz memberikan sebuah usulan kepada Vlad.
"Ide yang bagus. Baiklah, ayo kita berangkat sekarang. Aku sudah mempersiapkan HP dan MP potion didalam Inventory ku untuk berjaga-jaga sebelumnya. Apa kau sudah menyiapkan nya? jika sudah, ayo segera kesana." Jawab Vlad yang menjadi bersemangat karena usulan Rinz.
"Tentu saja sudah, bahkan aku juga sudah menyiapkan beberapa bahan makanan untuk kita makan seandainya kita akan lama berada disana. Setidaknya bekal ku cukup untuk kita berdua untuk 2 hari kedepan." Jawab Rinz yang juga bersemangat.
"Yosh! Kalau begitu, tunjukkan jalannya. Ayo pergi sekarang." Jawab Vlad kemudian.
__ADS_1
...
Vlad dan Rinz telah sampai di sebuah Padang rumput yang jaraknya sekitar 3 kilometer dari gerbang timur kota Eden. Tepat di depan mereka saat ini, ada sebuah tebing tinggi yang berwarna kehitaman dengan beberapa tumbuhan hijau yang merambat disekitarnya. Di bagian bawah tebing tersebut ada sebuah gua yang lumayan luas untuk ukuran sebuah mulut gua. Dengan Pilar besar di kiri dan kanannya, serta sebuah gerbang keemasan yang menutup pintu masuk ke gua tersebut, Vlad dapat dengan segera mengetahui bahwa itulah pintu masuk dungeon yang tadi Rinz dan ia bicarakan.
Vlad dan Rinz berjalan mendekati pintu masuk dungeon itu. Vlad melihat beberapa kumpulan player yang jumlahnya lumayan banyak sedang berkumpul di sekitaran pintu masuk dungeon. Ada beberapa player yang sepertinya membentuk party untuk masuk ke dungeon itu, ada beberapa player lain yang sepertinya sedang beristirahat sehabis menyelesaikan dungeon tersebut, dan ada pula kelompok-kelompok lain yang sepertinya sedang melakukan jual beli atau sekedar bertukar barang yang didapat dari dalam dungeon.
"Sebelum masuk, lebih baik kita membuat party agar lebih mudah dalam menyerang dungeon itu. Tak perlu undang orang lain, aku ingin mencoba mengalahkan dungeon ini berdua dengan mu saja. Tentu saja tujuanku selain untuk mengetes kemampuan mu, juga agar exp serta drop item yang kita dapatkan akan semakin maksimal." Ujar Rinz sebelum ia menekan tombol create party di menu friendlist nya.
"Aku setuju. Aku juga penasaran apakah bisa dengan hanya kita berdua bisa menyelesaikan dungeon ini. Yah, walaupun dungeon ini hanya memiliki kesulitan menengah, pasti akan tetap menjadi sulit karena kita hanya melakukannya berdua." Jawab Vlad sembari menerima permintaan create party dari Rinz.
Vlad dan Rinz kembali berjalan hingga kedepan pintu gerbang dungeon itu. Saat Rinz menyentuh gerbang dungeon, tiba-tiba sebuah notifikasi melayang didepan mereka berdua.
Tingkat kesulitan : Menengah
Apakah party anda ingin memasuki nya? (Y/N)
"Ayo masuk, jangan malu-malu hahaha." Gurau Rinz yang telah menekan tombol Y lalu mendorong sedikit tubuh Vlad.
"Hahaha tenang saja, aku takkan tiba-tiba lari meninggalkan mu karena ketakutan." Balas Vlad sambil tersenyum.
Gerbang dungeon didepan mereka terbuka secara perlahan dengan sendirinya tak lama setelah Rinz memilih untuk memasuki dungeon tersebut. Vlad dan Rinz dengan segera masuk kedalam gua yang cukup gelap itu. Tak lama kemudian, gerbang kembali tertutup untuk mencegah player masuk sembarangan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
__ADS_1
Vlad dan Rinz berjalan menyusuri gua yang terlihat lumayan gelap itu. Satu-satunya sumber penerangan dalam gua itu hanyalah dari beberapa obor yang terpasang tiap 5 meter di tembok gua.
"Berhati-hatilah, monster di dungeon ini tak seperti di luar sana. Semua monster dungeon memiliki sifat agresif dan tak memilih milih lawannya." Terang Rinz kepada Vlad.
"Aku akan mengingatnya." Ucap Vlad yang kini tengah menambahkan kewaspadaan nya.
*Whoosh*
*Whoosh*
*Whoosh*
Saat mereka berdua tengah berbicara, tiba-tiba 3 buah anak panah melesat kearah mereka. Dengan cekatan Vlad dan Rinz melompat kearah berlawanan untuk menghindari anak panah tersebut.
Dengan tingkat kewaspadaan yang telah mencapai batasnya, Vlad dengan segera menengok arah datangnya anak panah tadi. Dari kegelapan diujung lorong gua itu, Vlad dapat melihat beberapa sosok makhluk yang berjalan mendekati mereka berdua.
Makhluk yang tampak memiliki bentuk tubuh seperti manusia , tapi hanya setinggi anak-anak itu berjalan cepat kearah mereka berdua. Saat mulai dekat , baru tampak lah dengan jelas sosok makhluk-makhluk itu. Dengan warna hijau pucat di seluruh tubuhnya, dan senjata senjata yang sudah buruk di pegang oleh makhluk-makhluk itu, Rinz segera menyadari siapa lawan mereka kali ini.
"Itu goblin, monster licik yang memiliki kepandaian hanya sedikit dibawah manusia. Mereka hidup berkelompok dan menyerang semua makhluk yang mendekati teritori mereka. Goblin bukan lah lawan yang mudah di hadapi, mengingat cara mereka yang biasa berburu secara berkelompok, pasti kerja sama mereka sangat baik walaupun kemampuan individu mereka tidak sebaik kelihatannya." Rinz memberitahu info tentang lawannya yang ia ketahui kepada Vlad.
"Aku mengerti. Sekarang aku ingin kau mundur sejenak, aku akan menunjukkan kepadamu bagaimana cara ku melawan musuh yang jumlah nya tak sedikit ini." Vlad menjawab sembari bersiap menghadapi musuh di depannya.
__ADS_1