The Dominator

The Dominator
Hutan Blackwood 1


__ADS_3

Persiapan telah selesai, barang barang yang harus di bawa oleh rombongan pun telah dipersiapkan. Chip dan yang lainnya memutuskan untuk berangkat.


"Semua sudah siap Vlad, apa kau siap berangkat sekarang? " ucap Chip.


"Tentu saja. Hampir aku mati kebosanan menunggu persiapan mu yang sungguh menyita waktu. " jawab Vlad sembari berdiri dari duduknya.


"Hahaha maafkan aku, banyak barang yang harus ku bawa. Dan kau pun tahu, barang yang ku bawa pasti sangat berkualitas. Tentu saja aku harus menyiapkannya dengan sangat hati hati." ucap Chip sembari terkekeh.


"Yaa... baiklah. Ayo berangkat sekarang. Aku dan leona akan berjalan di belakang rombongan, sedangkan pasukan penjaga mu bisa berjaga di kiri dan kanan kereta barang mu." ucap Vlad.


"Baiklah kalau itu mau mu. Semua, ayo berangkat!" ucap Chip kepada seluruh rombongannya.


"Siap tuan!" jawab seluruh rombongannya.


....


Sudah setengah hari Vlad dan rombongan nya berjalan meninggalkan kota Eden. Tak banyak yang bisa di lihat sepanjang perjalanan, mengingat mereka baru saja keluar dari batas akhir wilayah Eden yang di tandai dengan putusnya jalanan paving yang baru saja mereka lalui.


Tak lama berselang, rombongan telah sampai di pinggiran hutan yang terlihat sangat gelap. Pohon pohon tumbuh sangat berdekatan sehingga cahaya matahari sulit untuk menembus kedalam hutan tersebut, yang menyebabkan hutan tersebut terlihat lumayan gelap dari luarnya.

__ADS_1


"Baiklah semuanya, sebelum kita memasuki hutan ini, ada baiknya kita beristirahat sejenak. Sulit untuk mencari tempat beristirahat di dalam hutan ini karena ada lumayan banyak monster berlevel menengah dan tinggi di dalamnya." ucap Chip menghentikan rombongannya.


"Baik tuan." jawab ketua pasukan penjaga sembari membuat isyarat untuk anggota lain rombongan agar beristirahat.


"Hutan apa ini? terlihat sangat kelam. Begitu gelap hingga aku tak bisa melihat apapun dari luar sini." ucap Vlad.


"Namanya hutan Blackwood. Dinamai begitu karena selain begitu rimbunnya hutan ini hingga cahaya matahari sulit masuk kedalamnya, di hutan ini juga tumbuh banyak sejenis pohon ek dengan batang kayu yang berwarna hitam legam." jawab Chip.


"Oh begitu. By the way, saat kita memasuki hutan nanti, mungkin aku dan rekan ku akan memisahkan diri sejenak dari rombongan. Tujuan ku kali ini selain pergi ke kota Heinz, aku juga harus melatih dan menaikkan level rekan ku itu." jelas Vlad kepada Chip.


"Baiklah, terserah padamu saja. Yang penting, kita harus bertemu lagi setelah menembus hutan ini. Ada desa kecil tepat setelah hutan ini. Kita akan bertemu lagi di sana." ucap Chip.


"Leona! Ayo ikut aku." seru Vlad memanggil Leona dari jauh.


"Baik ketua." ucap Leona kemudian


...


Vlad dan Leona segera pergi meninggalkan Chip dan rombongannya untuk masuk ke hutan terlebih dahulu. Mereka mengikuti jalan setapak yang membelah hutan tersebut karena mereka harus membiasakan mata mereka terlebih dahulu dengan gelapnya hutan sebelum mereka bisa berburu monster yang ada di sana.

__ADS_1


Mereka terus menelusuri hutan secara perlahan sambil sesekali berhenti untuk mengambil tanaman obat yang mereka temui di sepanjang hutan tersebut.


Tak lama berselang, Vlad dan Leona mendengar suara raungan samar dari kejauhan. Dengan segera, mereka menyadari bahwa ada monster yang kuat tak jauh dari tempat mereka berada saat ini.


"Kau mendengar nya? Seperti nya itu adalah panggilan bertarung dari lawan pertama mu." ucap Vlad kepada Leona.


"Aku mendengar nya ketua. Ayo kita segera menuju ke sana." ucap Leona sembari berlari ke arah datangnya suara tersebut.


Tak lama berselang, mereka sudah sampai ke sumber suara tersebut. Mereka melihat seekor monster dengan perawakan seperti manusia, tetapi akar dan daun melilit seluruh tubuhnya.


*Swamp Man (elite monster)*


Level : 125


HP : 800.000/800.0000


"Kau siap?" tanya Vlad.


"Tentu saja, serahkan padaku!" jawab Leona mantap.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2