
Vlad dan seluruh anggota Black Moon saat segera menuju ke toko milik seorang blacksmith yang diceritakan Vlad sebelumnya. Sebenarnya, setiap dari anggota itu sangat penasaran tentang siapa yang akan mereka temui saat ini, tapi mereka enggan untuk menanyakan nya langsung pada sang ketua.
Beberapa saat kemudian, mereka telah tiba di sebuah bangunan dengan berhiaskan ornamen-ornamen khas dari sebuah toko yang menyediakan jasa yang berkaitan dengan Blacksmith. Vlad segera melangkahkan kaki nya masuk ke bangunan tersebut, diikuti anggota anggota nya yang lain.
"Halo gadis kecil, mana ayahmu? aku ingin bertemu dengannya." ucap Vlad kearah sang gadis yang bertugas sebagai penjaga toko itu.
"Namaku Rya paman, aku tak suka kau terus memanggil ku gadis kecil." ucapnya sembari melipat tangannya di dada dan mengembungkan pipinya.
"Haha baiklah Rya, sekarang dimana ayahmu? aku benar-benar butuh bantuannya sekarang." ucap Vlad diakhiri dengan senyuman khas yang menghiasi wajahnya.
"Tunggu sebentar disini, aku akan memanggilkan nya untukmu tuan." jawab Rya yang sudah meninggalkan bangku tempatnya duduk tadi.
...
"Halo tuan Vlad, apa yang bisa kulakukan untukmu?" Theo yang baru saja keluar dari sebuah ruangan langsung menyapa Vlad.
"Tuan Theo. Apa kabar?" ucap Vlad menjawab sapaan dari Theo.
"Seperti yang kau lihat, aku sehat dan masih mampu membuat keajaiban dengan palu di tanganku hahaha." Theo menjawabnya dengan tawa khas dari nya.
"Jadi, ada urusan apa kau kemari? sudah waktunya kah untuk senjata mu di reparasi?" lanjutnya.
"Oh tidak tuan. Sebelumnya, kenalkan ini anggota dari guild yang baru-baru ini ku buat tuan." Vlad mengenalkan Theo dengan anggota Black Moon.
"Salam tuan Theo." ucap member Black Moon bersamaan sembari menundukkan sedikit kepala mereka.
"Salam. Jadi ? kenapa kau mengajak mereka kemari?" tanya Theo.
"Begini tuan, sebenarnya sebentar lagi akan diadakan sebuah acara perburuan monster besar-besaran. Aku dan anggota guild ku ingin mengikuti acara tersebut. Masalahnya, senjata dari anggota ku ini tak cukup kuat, dan juga membutuhkan perbaikan disana sini. Bisakah kau membantu anggota guild ku tuan?" tanya Vlad berhati-hati.
"Hmmm... Aku harus melihat dulu senjata milik mereka. Taruh saja semua senjata itu disana dan bahan-bahan yang ingin mereka lebur untuk meningkatkan kualitas senjatanya." ucap Theo sembari menunjuk meja besar yang ada disana.
Rinz dan yang lainnya segera menaruh senjata dan bahan yang diperlukan ke atas meja yang baru saja di tunjuk oleh Theo.
__ADS_1
"Kau bisa mengambilnya besok malam disini. Dan ingat tuan Vlad, seperti biasa harga yang ku tawarkan takkan murah. Harga ku bisa ku pastikan sebanding dengan hasil yang kalian dapatkan, apa kau setuju?" ucap Theo menjelaskan.
"Tentu saja tuan Theo, aku akan kembali besok membawa bayarannya. Terimakasih banyak tuan." ucap Vlad sembari menundukkan sedikit kepalanya.
"Sama-sama tuan Vlad. Senang berbisnis denganmu hahaha." Theo melambaikan tangannya lalu kembali masuk kedalam ruangan dengan membawa senjata milik seluruh anggota guild nya.
"Ayo kembali. Besok biar aku saja yang kesini sendiri untuk mengambil senjata-senjata milik kalian." ucap Vlad lalu berjalan keluar dari bangunan itu dan diikuti oleh kawan-kawan nya yang lain.
"Hati-hati tuan, sampai jumpa lagi." ucap Rya dengan tangan yang melambai kearah Vlad dan yang lainnya.
...
"Kalian bisa bersantai disini untuk menghabiskan waktu. Tak ada yang bisa kita lakukan sekarang karena kalian tak memiliki senjata cadangan kan? jadi anggap saja hari ini hari libur kalian sebelum kita menghadapi event Minggu depan." ucap Vlad yang saat ini sudah duduk di bangku utama ruangan rapat guild nya.
"Sebenarnya masih ada yang harus kau kerjakan Vlad. Ada beberapa orang yang tertarik untuk bergabung dengan kita. Aku ingin kau yang menilai apakah mereka layak bergabung dengan kita." ucap Rinz yang saat ini tengah melihat catatan yang ada di tangannya.
"Hmm... berapa orang yang harus kutemui?" ucap Vlad.
"Hanya 2 orang, tapi mereka adalah orang-orang yang menarik. Kau takkan menyesal untuk sekedar bertemu dengan mereka." ucap Rock yang juga mengetahui tentang hal tersebut.
"Hahaha semoga saja. Jadi dimana aku bisa menemui mereka?" ucap Vlad.
"Aku bisa memanggil mereka kemari jika kau mau Vlad. Bagaimana?" tawar Rinz.
"Baiklah. Aku tunggu di arena latihan kita. Suruh saja mereka menemui ku disana." ucap Vlad.
"Baik Vlad." jawab Rinz.
...
Vlad saat ini tengah berlatih untuk membuat pergerakan nya semakin fleksibel. Langkah-langkah kecil dibuatnya seolah sedang menghindari serangan yang datang kearahnya. Beberapa kali ia juga menarik katana nya keluar dari sarung seolah menahan serangan yang datang dan melakukan counter attack menggunakan wakazashi miliknya.
Vlad yang saat ini tengah berlatih sangat serius rupanya tak sadar bahwa ada 3 orang yang sedari tadi sedang duduk menonton latihannya. Hingga beberapa saat kemudian, Vlad kembali menyarungkan senjatanya dan memposisikan dirinya sedikit menunduk, cara yang biasa dilakukan samurai untuk mengakhiri latihannya.
__ADS_1
"Gerakan mu semakin stabil Vlad. Aku tak melihat sedikitpun cacat dari tiap gerakan yang
kau lakukan tadi." ucap Rinz yang saat ini berjalan mendatangi Vlad, dengan 2 orang lain yang mengekor dari belakang.
"Aku harus melakukannya lebih sering, agar sinkronisasi serangan dan gerakan tubuhku maksimal. Ngomong-ngomong, siapa 2 orang ini?" ucap Vlad sembari menengok ke arah 2 orang yang baru ia sebutkan.
"Perkenalkan, ini adalah Leo dan Leona. Mereka adalah orang yang mau bergabung dengan kita. " ucap Rinz menjelaskan.
"Aku Leo, pertarung tangan kosong berelemen Api. Levelku sekarang 80, dan aku memiliki spesialisasi di bidang blacksmith." ucap Leo memperkenalkan dirinya.
"Aku Leona, pengguna rapier dengan elemen racun. Levelku juga 80, dan spesialisasi ku adalah seorang alchemist." ucap Leona.
"Blacksmith dan alchemist? bukankah hanya NPC saja yang bisa memiliki pekerjaan seperti itu?" tanya Vlad kaget.
"Tidak Vlad, sebenarnya pemain pun bisa memiliki pekerjaan khusus seperti itu. Sayangnya itu jarang dilakukan karena waktu yang dibutuhkan cukup lama untuk belajar. Dan kau harus mempunyai seorang guru NPC untuk memiliki pekerjaan tersebut." ucap Rinz menjelaskan.
"Aku tak menyangka. Lalu kau Leo, apa kau bisa membuat senjata dan memperbaiki senjata yang rusak?" tanya Vlad.
"Aku bisa membuat senjata hingga taraf unique, dan aku juga bisa memperbaiki senjata yang sudah bertaraf epic. Tapi itu pun tergantung dari kelengkapan alat di ruang kerja nya dan juga bahan yang disediakan." jawab Leo.
"Lalu bagaimana dengan mu Leona?" tanya Vlad kembali.
"Aku bisa membuat hp dan mana Potion dengan kualitas yang cukup bagus. ditambah aku bisa membuat berbagai jenis racun yang bisa digunakan dalam pertarungan." Leona menjelaskan kemampuannya.
"Kali ini aku akan mengesampingkan kekuatan bertarung milik kalian. Aku hanya berharap kalian berfokus hanya pada pekerjaan kalian sebagai blacksmith dan alchemist saja agar kemampuan kalian dapat berkembang pesat.
Itu saja syarat dari ku untuk menerima kalian, apa kalian menyetujuinya?" ucap Vlad kearah mereka berdua.
"Dengan satu syarat tuan Vlad. Aku minta dibuatkan ruang kerja ku sendiri. Bagaimana?" tawar Leo.
"Aku juga mau!" Leona yang tak mau kalah juga segera mengajukan syarat yang sama.
"Aku setuju. Aku akan membuat ruangan kerja kalian masing-masing secepatnya. Selamat datang di guild Black Moon, Leo dan Leona." ucap Vlad diiringi dengan senyuman hangat.
__ADS_1
"Terimakasih tuan Vlad. Kami akan bekerja keras." ucap mereka berdua bersamaan.