The Genius Agent Returns: Dangerous Princess

The Genius Agent Returns: Dangerous Princess
Chapter 37 : Raja Roh Es


__ADS_3

Chapter 37 : Raja Roh Es


Pegunungan Es


Yan Laxia masih dengan setia menunggu bundar kecil ini , tangan nya telah diobati dengan sendiri nya . Karena bundar kecil itu sedari tadi mengalirkan sesuatu hal yang menurut nya aneh , energi spiritual yang murni merembes ke dalam luka nya .


Dan perlahan menyatu kembali akhir nya tanpa meninggalkan bekas , seperti tidak terluka sama sekali .Iris biru sedingin es itu memperhatikan dengan seksama setiap kali luka nya menghilang dan sembuh .


" Kamu itu apa ? "


Di saat Yan Laxia menanyakan Benda apa atau mahkluk apa bundar putih kecil ini , dia malah mendapat tatapan amarah sekaligus benci .


'Piu piu piu piu piu ' " Kamu bajingan sialan sudah piu Pou sembuhkan , bukan nya terima kasih malah menanyakan aku itu apa , huh piu piu marah saat ini "


Bundar putih kecil itu dengan marah membelakangi tubuh Yan Laxia , dia yang baru pertama kali melihat adegan ini tidak mengerti apa pun . Apa yang salah dengan mahkluk bundar putih ini , dia tidak menyerang nya lagi atau membunuh nya jadi mengapa dia agak nya marah .


" Terima kasih " Kata Yan Laxia rendah serta ringan .


Piu piu yang mendengar suara ke kanak-kanakan dingin dari seorang Yan Laxia , entah mengapa dia merasa lucu manusia ini sangat imut . Piu piu yang bisa merasakan Fluktasi emosi manusia , Kini mencoba untuk merasakan emosi apa yang sedang terjadi dalam diri Manusia manis di depan nya .

__ADS_1


Di saat iris keperakan Piu piu bertemu pandang dengan Iris biru sedingin es nya Yan Laxia . Di dalam mata besar sebiru es itu tidak terdapat Fluktasi emosi sama sekali , seolah-olah tubuh itu hanya cangkang kosong layak nya boneka .


Namun di saat Piu piu mencoba menggali lebih dalam ke kedalaman Jiwa Yan Laxia . Dia malah menemukan lautan pengetahuan nya yang bagai lautan luas tak terhingga , piu piu sempat kagum namun sebuah kekuatan menindas menimpa nya dan di paksa untuk keluar dari sana , di lautan pengetahuan Yan Laxia yang begitu luas dan misterius itu dia di usir dengan paksa oleh kekuatan misterius .


Tubuh kecil nya terdorong ke belakang begitu saja , akan tetapi dia langsung di tangkap oleh sebuah tangan kecil yang mungil nan halus itu , piu piu merasa nyaman setelah mendekat ke tubuh Yan Laxia . Piu piu dengan tidak tahu malu nya menggosok kan tubuh nya pada tangan Yan Laxia .


Yan Laxia tidak memiliki ekspresi apa pun di wajah datar yang imut itu , raut wajah nya yang tanpa ekspresi mengelus sebuah makhluk bundar di tangan nya . Dia duduk beralasan tanah salju yang dingin , di saat Yan Laxia mendongak perlahan salju mulai turun . Yan Laxia menyerengit sebenarnya dia ada di mana saat ini , mahkluk Bundar ini bila di tanya mungkin menjawab tapi dia tidak mengerti setiap perkataan nya .


" Apakah kamu mengerti dengan ucapan ku ? " Tanya Yan Laxia


Mahkluk bundar putih yang bermalas-malasan di tangan Yan Laxia , kini menatap nya dengan mata bulat besar yang imut lalu dia mengangguk sebagai balasan , Walaupun suara yang keluar dari mulut nya hanya itu itu saja .


Piu piu piu


Mahkluk bundar putih itu melompat-melompat kegirangan di kaki Yan Laxia , seperti mencoba mengarah kan ke sesuatu . Yan Laxia mengikuti kemana dia akan di bimbing oleh daratan es ini , ternyata dia di arahkan ke sebuah tugu batu yang tinggi nya tidak beda jauh dengan Yan Laxia .


Yan Laxia dengan wajah acuh dan datar mendekat ke tugu batu itu , dia tidak memiliki ekspresi penasaran atau yang lain nya , wajah nya seperti lumpuh tanpa ekspresi .


Piu piu piu piu piu

__ADS_1


" Taruh tangan mu di atas tugu batu ! " Mahkluk Bundar putih menatap ke arah Yan Laxia .


Yan Laxia sedikit mendongak dan akhir nya mengerti apa yang coba makhluk bundar putih ini katakan , di saat Yan Laxia meletakkan tangan nya di tugu batu . Dia pikir tidak apa pun yang terjadi , namun setelah tangan Yan Laxia tergores dan mengakibatkan darah nya mengalir ke tugu batu . Sebuah pola ke-rystal es terbentuk pada tugu batu yang di aliri darah Yan Laxia .


Sinar biru keperakan menyelimuti tubuh Yan Laxia dan mahkluk bundar kecil itu , di saat tubuh nya sedang melayang di sebuah tempat yang asing . Sebuah memori lama terputar di benak Yan Laxia , tidak tahu berapa lama dia mengambang di udara bebas .


Sebuah cahaya terang menyinari tubuh Yan Laxia , Tubuh Yan Laxia tertutup oleh sinar keperakan biru itu . Tidak tahu berapa lama Yan Laxia menutup mata nya , dan di saat mata nya terbuka iris sebiru es itu memancarkan sinar keperakan samar .


Dan mahkluk bundar kecil melayang di depan Yan Laxia , Di saat mata mereka bertemu sebuah memori masing-masing berputar ke benak kedua mahkluk yang berbeda itu . Sebuah pola teratai Biru muncul di antara alis Yan Laxia . Pola itu juga muncul pada dahi mahkluk bundar kecil itu . Sebuah suara yang entah dari mana muncul di benak Yan Laxia .


" Kontrak antara Raja Roh dan Manusia , kamu memilih Kontrak kesetaraan dengan Raja Roh karena pangkat mu yang masih rendah . Karena Kontrak telah terjalin kalian adalah rekan bukan budak , jika memperlakukan seorang roh sebagai budak maka surga akan menghukum mu "


Suara itu akhir nya menghilang dari dalam benak Yan Laxia , dia memegang dahi nya dan sebuah pola biru teratai samar bersinar di antara alis nya . Mahkluk bundar kecil itu juga jatuh ke tangan Yan Laxia , Seperti nya dia tertidur pulas .


Yan Laxia tidak akan pernah melupakan apa yang orang itu katakan di benak nya , memori dia dan mahkluk bundar kecil ini bertukar dan menyatu apa yang dipikirkan juga akan di dengar oleh mahkluk ini .


Yan Laxia memasukkan mahkluk bundar putih ini kedalam lingkaran pemanggil , Yan Laxia mencoba membuat sebuah pedang es di tangan nya , Setelah pedang es terbentuk dengan sempurna Yan Laxia dapat melompat sangat tinggi dengan bantuan atribut angin yang dia miliki.


Srek Shing

__ADS_1


Yan Laxia membelah langit daratan es tanpa ampun , sebuah retakan terbuka lebar akibat tebasan pedang es milik Yan Laxia . Setelah itu dia memasuki retakan itu dan dapat kembali ke Pagoda Surgawi milik nya .


Xiao Lu mendengar kan setiap cerita Yan Laxia dengan terdiam dan belum dapat memproses kejadian aneh ini . Kontraktor nya mampu menjelajah ke dunia roh itu sangat luar biasa , namun dia malah tambah kagum di saat Tuan nya mampu mengontrak seekor Raja Roh di usia nya yang dini dan bahkan kultivasi nya yang rendah begini .


__ADS_2