The Genius Agent Returns: Dangerous Princess

The Genius Agent Returns: Dangerous Princess
Intuisi


__ADS_3

Aula Jamuan


Yan Laxia selalu menatap ke arah luar , entah apa yang dia pikir kan . Dari seberang kita bisa melihat air danau yang tenang , memiliki riak air setelah kapal besar yang mereka Naiki melewati nya .


Yan Laxia mengerut kan keningnya dan berkata" Kita tetap di sini , tunggu beberapa tahun baru pergi ! " Ujar Yan Laxia


Xiao Lu cemberut dan berkata tidak setuju " Harus kah Xia kecil , kamu tidak akan sebebas biasa nya bila tetap di sini "


Mendengar suara Xiao Lu yang mengandung keluhan , tidak membuat niat Yan Laxia luntur sedikit pun " Terserah !. Ada sesuatu yang kubutuh kan di sini , surat rekomendasi ke sekte "


Mulut Xiao bergerak dan dengan tidak percaya apa ucapan Tuan kecil nya itu " Yang benar saja Xia kecil , dengan bakat mu sangat mudah untuk masuk ke sebuah sekte ! "


Wajah Yan Laxia tidak memiliki fluktasi , wajah yang tenang dan tidak sesuai dengan umur nya membuat nya misterius .


" Tidak bisa begitu! , Itu merepotkan!"


Melihat nada malas Tuan nya , Xiao Lu sempat berpikir apakah Tuan nya ini tidak tertarik dengan apa pun selain istirahat dan bersantai . Dia meragukan kehidupan nya setelah ini .


" Xia kecil kita harus kembali !, Bibi Yao sendiri di dalam hutan belantara ! " Xiao Lu mencoba membujuk Yan Laxia lagi dengan menggunakan Bibi Yao .


Namun sayang Yan Laxia tidak memiliki reaksi khusus , wajah itu datar tanpa ekspresi " Bawa dia kemari , dan biarkan dia hidup di sini !"


" Jangan bilang anda akan meninggalkan nya di sini !? " Tanya Xiao Lu secara tiba-tiba dan dia bahkan menggunakan bahasa formal.


Alis Yan Laxia mengerut setelah mendengar ucapan Xiao Lu dan berkata" UM , dia harus tetap di sini agar tidak membawa kan ku banyak masalah ! "


Xiao Lu tidak mengerti dengan jalan pemikiran Yan Laxia , dia selalu tidak terduga dia berpikir bahwa Yan Laxia memiliki sedikit kasih sayang kepada wanita paruh baya itu , namun mengapa dia meras bahwa Yan Laxia hanya ingin wanita itu tidak berada dalam bahaya karena diri nya .


Iris biru dingin Yan Laxia memiliki fluktasi kekuatan spiritual , walau hanya sekilas itu lewat . Wajah datar nya nya yang tanpa ekspresi , memeriksa setiap orang di aula . Dia merasa ada sesuatu yang tidak beres akan terjadi , intuisi nya selalu kuat dan akurat .

__ADS_1


" Gadis kecil bisakah kamu memberitahu nama mu pada saya ?" Tanya Permaisuri Hui lembut .


Yan Laxia diam dan seolah berpikir sejenak" Dia Seperti nya mengetahui marga ku , namun tidak dengan nama ku !"


" Xia kecil berikan saja nama mu !, Karena kamu akan menetap di sini ?!" Pinta Xiao Lu yang akhir nya setuju dengan Yan Laxia .


Bibir Yan Laxia melengkung dan berkata singkat" Yan Xia "


Permaisuri Hui tersenyum senang dan mengelus kepala kecil Yan Laxia" Yan Xia ya , biasakah saya memanggil mu dengan nama Xiao Xiao bagaimana menurut mu apakah itu imut ? "


Yan Laxia mengangguk acuh sebagai jawaban , dia tidak peduli mau di panggil apa "UM".


Permaisuri Hui menatap Yan Laxia dengan penuh kasih sayang , seakan menatap anak nya sendiri " Sekarang bisakah Xiao Xiao memanggil saya dengan sebutan Ibunda , ah kalau Xiao Xiao tidak mau tidak apa-apa !? " Ucap Permaisuri Hui lesu .


Yan Laxia masih berwajah datar tanpa ekspresi dan berkata " Ibunda !" Panggil Yan Laxia cukup kaku.


Yan Laxia berpikir lama namun tubuh nya seolah bergerak sendiri , dia di peluk ke sebuah pelukan hangat Permaisuri Hui .


Yan Laxia merasa ada seseorang yang menatap nya , dia mencoba mencari orang yang menatap nya dan dia ternyata bertatapan langsung dengan mata Kaisar Hou .


Siapa yang tahu bahwa Kaisar sebuah negara besar itu tersenyum miring pada nya , tapi dia hanya membalas berwajah datar tanpa ekspresi sebagai tanggapan nya . Dia tidak terlalu memikirkan tanggapan dari Kaisar Hou .


"Mengapa dia tersenyum ? " Tanya Yan Laxia


Xiao Lu mulai tidak mau menjawab pertanyaan Tuan Kecil ini , mengapa dia menanyakan pertanyaan yang sepele ini . " Karena dia senang ! " Jawab Xiao Lu


Alis cantik Yan Laxia berkerut dan berkata " Mengapa dia senang ? "


Sial pertanyaan bodoh ini lagi yang terlontar dari mulut Tuan kecil nya , ah dia tidak mau menjawab nya bagaimana dia harus menjelaskan nya ya . " Yah dia senang melihat mu dan istri nya berpelukan ! "

__ADS_1


Kali ini Yan Laxia tidak bertanya lagi" oh" Ujar nya singkat.


Meja Para Pangeran


Hou Qi Ran tidak pernah meligat ke arah lain selain menatap Yan Laxia , dia ingin pergi ke gadis itu dan memeluk nya erat . Ajak tetapi melihat wajah acuh tanpa ekspresi mengabaikan nya , membuat nya sedih dan dia mencoba menipu diri nya sendiri . Bahwa gadis kecil itu marah akibat pertunangan nya , jika dia memutuskan pertunangan nya apakah gadis itu akan menatap ke arah nya .


Sayang sekali itu hanya ekspetasi berlebihan Hou Qi Ran , walaupun dia memutuskan pertunangan jangan kan Yan Laxia menatap nya . Kemungkinan dia akan melupakan Hou Qi Ran untuk selama nya .


Mulut ember Bao Yili yang tidak bisa diam akhir nya beraksi" Ran ku tersayang mengapa muka mu sangat masam , terasa di beri garam dalam jumlah yang banyak ! "


Hou Qi Ran tidak berselera untuk menghadapi lelucon Bao Yili " HM , apakah aku kurang tampan , apakah aku kurang kaya , atau apakah status ku rendah ? " Tanya Hou Qi Ran bodoh


Touba Xi mengerutkan alis nya dan mencibir" Kamu memiliki semua nya , jika gadis itu penggila harta dan status dia langsung mencari mu . Namun dia seolah tidak mengenal mu dalam pertemuan kalian lagi , itu menunjukkan bahwa pertemuan kalian hanya sebatas lewat di pikiran gadis itu "


Hou Qi Ran menunduk dan wajah nya muram " Apakah begitu ? " Tanya nya tak percaya


Bao Yili menjadi semakin suka menggoda teman nya " Hei hei bukan nya kamu sudah memiliki tunangan yang setara dengan status mu , dia cantik , memiliki status Putri , dan bahkam menjadi kecantikan nomor satu apalagi yang kamu perlu dari gadis itu ! "


Wajah Hou Qi Ran semakin masam ketika dia mengingat Tunangan nya itu , sampai kapan pun dia tidak akan pernah menerima nya sebagai istri apapun kondisi nya .


Wajah Hou Qi Ran menjadi muram dan alis nya mengerut dan berkata dengan tidak senang" Dia hanya Tunangan sementara untuk memblokir gadis lain di masa depan , aku bisa memutuskan nya kapan saja ! " Ujar Hou Qi Ran tanpa berpikir .


Touba Xi menatap teman masa kecil nya itu dengan tidak percaya , mengapa dia merasa bahwa teman nya berubah dari pria lurus menjadi seorang bajingan setelah jatuh cinta , ini mengerikan sekali .


" Kamu menjadi bajingan ! "


Bao Yili ingin tertawa namun di hentikan akibat wajah Hou Qi Ran yang tidak sedap di pandang .


Wajah Hou Qi Ran semakin gelap , ada kerutan di dahi nya " Tidak bukan bajingan , melainkan pria yang kehilangan cinta "

__ADS_1


__ADS_2