
Sesosok Yan Laxia melintasi di lorong istana yang sangat gelap dan juga dingin , setelah keluar dari kamar Hou Si Yao dia tidak tahu harus pergi kemana . Dia belum di berikan istana oleh Kaisar tua itu , dia mendengus dan berjalan-jalan saat malam yang gelap .
Cahaya bulan menghampiri Yan Laxia , sinar nya mengenai wajah Yan Laxia . Dia mendongak melihat bulan cerah di langit , bila di pikirkan lagi dia selalu sendiri . Sama hal nya dengan bulan yang ada di langit , dia langit yang begitu luas hanya bulak yang bersinar terang . Bintang-bintang memang bersinar namjn tidak secerah bulan .
" Xiao Lu apakah aku bisa kembali !"
Wosh....
Angin malam nan sepoi-sepoi membuat pakaian Yan Laxia bertebaran , ikat rambut nya pun mulai longgar . Hanfu pink itu berkibar di dalam angin yang sedang lewat , Yan Laxia memegang benih Chaos di tangan nya dan menutup mata nya.
Dia mulai menyerap energi yang ada dalam benih Chaos tersebut , rasa nyaman mengalir ke tubuh nya . Sebuah aliran misterius mengalir di sekujur Meridian nya , dan hingga membaca Dantian nya . Kekuatan itu memadat dan mengelilingi dantian nya , siapa tahu kekuatan itu lebih banyak menuju jantung nya .
Wosh.....
Iris biru samar itu terbuka dan nampak sangat lembab tapi mempesona , sebuah pola rumit di dahi Yan Laxia muncul . Pola bunga Lili laba-laba merah yang sangat jelas , surau hitam itu terjun bebas dan melepaskan ikat rambut itu . Hanya ada angin malam yang berseru di sekitar , di lorong yang tadi nya gelap mendapatkan sinar bulan untuk menerangi nya .
" Terbuka kah ? " Ujar nya samar .
Yan Laxia berjalan menuju kolam kecil yang terdapat sinar bulan , di bawah kolam tersebut terdapat bayangan bulan yang sedemikian besar nya . Entah apa yang di pikirkan gadis kecil itu , dia melompat ke tengah kolam memusatkan kekuatan spiritual ke kaki nya . Hingga membuat nya berdiri di atas air , sinar keperakan mengelilingi gadis itu .
" Xiao Lu kau di sana ! Kau tidak tidur kan ? " tanya nya .
__ADS_1
" Saya tidak pernah tertidur Xia kecil , saya ini kan hanya roh penjaga ! "
Xiao Lu melihat kalau tubuh Yan Laxia di selimuti cahaya keperakan , seperti nya kekuatan sihir nya sudah benar-benar bangkit kali ini .
" Selamat Xia kecil kamu baru saja memasuki fase awal menjadi penyihir , tapi jangan pernah menampilkan kekuatan sihir mu pada orang lain !"
Yan Laxia tidak menanggapi Xiao Lu , dia terbenam ke dalam lautan ingatan . Dia tidak mengetahui alasan dia di lahiran kembali , dan mengapa dia harus terlahir di dunia yang penuh misteri ini . Hidup nya seolah-olah skenario seseorang , dia membenci hal ini .
" Xiao Lu hidup ku hanya Milik ku ! "
Iris biru bersinar di dalam lautan malam yang gelap , hanya suara angin sepoi-sepoi yang menghampiri Yan Laxia .
Sebuah seruling biru muncul di tangan Yan Laxia , itu memang sangat panjang tapi Yan Laxia memainkan nya dengan begitu luar biasa . Suara tenang dari alunan seruling itu menembus malam yang gelap dan suram itu , suara seruling itu seperti lagu pengantar tidur membuat semua orang yang tertidur malam ini memiliki mimpi yang damai .
Tidak tahu kapan suara lonceng mengikuti alunan seruling tersebut , alunan seruling bercampur dengan suara gemerincing angin malam . Alunan seruling itu pergi terbawa angin malam , pola di dahi Yan Laxia berkedip dan sinar merah terpancar dari kening nya . Iris mata hanb tadi biru menghilang di ganti kan dengan iris gelap obsidian , iris itu seolah memilih seberkas cahaya dan berkelap-kelip di malam yang gelap .
" Xiao Lu apakah tidak ada orang di sini !" Yan Laxia berkata dengan ragu.
Xiao Lu tidak merasakan apa pun di sini , jadi dia dengan tenang berkata.
" Tidak ! Tidak ada apa pun di sini ! "
__ADS_1
Wosh.....
Syut ....
Kringh....kringh...
Yan Laxia kembali ke darat lagi , suara lonceng yang ber-gemerincing saat Yan Laxia berjalan .
" Hanya perasaan ku saja ! "
Sesosok gadis kecil itu menghilang di malam yang gelap , hanya meninggalkan sebrkas cahaya keperakan .
" Akhir nya pergi ! " Ujar nya dengan lega.
Sosok anak laki-laki keluar dari balik bayangan , dia melirik berkas cahaya perak yang indah tadi . Dia terpesona ketika melihat nya , melihat kepergian gadis kecil itu dia sedikit kecewa .
"Kami belum berkenalan dengan benar , entah kapan wakti nya ! "
Iris abu-abu itu melirik ke arah kepergian Yan Laxia , mata nya memancar kan sebuah minat yang belum pernah terjadi .
" Siapa dia sebenarnya , dari mana asal nya ! "
__ADS_1
Ketika anak laki-laki itu melirik Yan Laxia di bawah sinar bulan , dia seperti nya melihat sosok lain dari tubuh gadis itu . Bukan hanya satu sosok saja , tapi tiga sosok sekaligus . Sosok yang pertama seperti nya memakai hanfu Semerah darah , dengan wajah yang sangat mempesona namun membawa bahaya tersembunyi . Namun di lain sisi lagi , dia melihat sosok dengan hanfu juga tapi kali ini wajah itu di penuhi aura suram seperti dalam kematian dengan hanfu gelap bersulam bunga kematian . Tapi sosok satu nya tidak dia pahami , dengan pakaian aneh dan dengan wajah dingin namun juga kesepian .
" Mana diri mu yang sesungguhnya , atau itu hanya membingungkan ku ! "