
Istana Phoenix
Setelah mempermainkan dan bermain-main dengan Akar Rambat Kecil atau Xiao Bai , Yan Laxia kembali merasa bosan dia mengembalikan Xiao Bai ke Permaisuri .
'' Swoik ....Swoik ....Swoik ...! ''
'' Wo ....wo....Tuan yang cantik , gadis itu sangat menyeramkan . Dia mempermainkan Xiao Bai ! ''
Permaisuri Hui hanya terkekeh dengan geli dan mengambil Xiao Bai , dia memasukkan nya ke dalam saku nya .
'' Jadi ada Apa Xiao Xiao ? Mengapa mencari istana ini ? . ER panggilan ini terasa canggung , panggil istana ini dengan sebutan Ibunda ! '' Ujar Permaisuri Hui dengan senyum yang merekah.
Yan Laxia sedikit mengangguk kan kepala nya dan ada rona merah samar di pipi Yan Laxia .
'' Xiao Lu ada apa dengan ku , mengapa jantung ku berdegup kencang sekali ! . Apakah aku sakit tapi aku rasa tidak terluka .'' Seru Yan Laxia dengan nada terkejut.
Xiao Lu ingin menangis , mengapa dia harus menjelaskan hal yang begitu emosional kepada nya . Tuhan mengapa Tuan ini sangat rumit .
'' Xiao Xiao kamu tidak sakit , ini hanya reaksi alami dari mu ! ''
Yan Laxia hanya mengangguk sabar walau di hati nya dia tidak begitu mengerti , namun aneh sekali rasa nya perasaan aneh yang merayap ini .
'' Ibunda ! '' Seru nya gugup . .
Permaisuri Hui sangat senang dan akhir nya memeluk Putri baptis kecil nya ini , dia sangat bahagia mendapatkan anak seimut ini .
'' Jadi ada keperluan apa Xiao-Xiao menemui Ibunda HM ? ''
Yan Laxia dengan ragu berkata .
'' Bisakah saya meminjam dapur kekaisaran sebentar ! '' Yan Laxia berkata formal tanpa di sadari nya .
'' Mengapa berkata formal kepada ibunda mu sendiri , soal permintaan Xiao Xiao bisa di kabulkan oleh Ibunda . Tapi Xiao Xiao harus di temani oleh Nany Liu oke ! ''
Permaisuri Hui sedikit khawatir , karena banyak benda tajam di dapur kekaisaran . Permaisuri Hui mengingat sesuatu kahir nya dia berkata .
'' Xiao Xiao bisa menggunakan dapur kecil milik ibunda , Nanti Nany Liu akan menunjukkan nya pada Xiao Xiao !''
'' Baik ! '' Seru Yan Laxia
Permaisuri Hui dengan senang mengelus kepala kecil Yan Laxia .
'' Sebelum pergi , ayo ikat rambut panjang mu dulu agar tidak menghalangi Xiao Xiao saat memasak nanti . Ingat ya Xiao-Xiao berikan Ibunda untuk pertama kali nya mencicipi masakan Xiao Xiao !''
Yan Laxia mengangguk sebagai ganti nya , dia dengan tenang menunggu Permaisuri Hui mengikat rambut nya. Yah dia mengikat nya dengan Cepol ganda lagi , setelah menaruh pita di kedua cepolan Yan Laxia . Permaisuri Hui sempat mencium pipi montok Yan Laxia .
'' Nah sekarang sudah selesai , Nany Liu tolong jaga Xiao Xiao saat ada di dapur !''
Seorang pelayan wanita tua menunduk dengan hormat ke arah Permaisuri Hui , dia juga menatap Yan Laxia dengan penuh kasih sayang . Nany Liu telah menyaksikan junjungan nya kehilangan semangat hidup nya , tapi saat gadis kecil ada di sini seperti nya semangat junjungan nya kembali .
'' Budak tua ini Mendengar Yang Mulia Permaisuri ! ''
Yan Laxia melompat turun dari atas kursi.
'' Aku pergi ! '' Seru Yan Laxia .
Permaisuri Hui mengangguk .
__ADS_1
Nany Liu dan Yan Laxia akhir nya menghilang dari pintu paviliun , mereka berdua tengah menuju halaman belakang sang permaisuri . Di sana terdapat dapur kecil yang biasa di gunakan oleh Nany Liu dan pelayan lain nya saat junjungan mereka ingin makan sesuatu .
'' Di sinilah para budak dan pelayan tua ini sering memasak untuk sang Permaisuri , Nona Muda bisa melakukan apa pun di sini ''
Nany Liu tidak memanggil Yan Laxia dengan sebutan Tuan Putri , karena itu belum terlalu resmi .
'' Baik ! Keluar lah ! ''
'' Budak tua ini pamit , jika Nona Muda membutuhkan sesuatu jangan sungkan memanggil budak tua ini ! ''
Nany Liu akhir nya pamit undur diri dan menunggu Yan Laxia di luar.
Sementara itu Yan Laxia menyingsing kan lengan baju nya , dia melirik ke arah dapur kuno ini. Seperti nya dia harus menyalakan api terlebih dahulu , tungku kayu ini terbilang cukup besar .
'' Apa yang akan di buat Xiao Xiao ? '' Tanya Xiao Lu penasaran , dia melayang keluar dari Heaven Space .
'- Pop Corn ! ''
'' Puo ... Apa ? '' Tanya Xiao Lu bingung .
'' Huh .... Jagung letup ! ''
Xiao dengan bingung berkata .
'' Jagung meledak bagaimana bisa ? ''
Yan Laxia mengabaikan Xiao Lu dan mulai bekerja , dia mencari minyak di sekitar sini karena tidak ada mentega atau margarin . Yan Laxia menemukan minyak di rak bagian bawah , Yan Laxia menumpahkan minyak itu dalam jumlah banyak pada kuali besar . Yan Laxia melirik Xiao Lu dan melemparkan beberapa jagung .
'' Kupas itu ! '' Seru nya .
Xiao Lu hanya mengangguk acuh , heh mana mungkin mengupas nya satu per satu jika bisa memakai kekuatan .
Jagung-jagung itu berhasil di kupas bersih oleh Xiao Lu , Sementara Yan Laxia telah menumpuk kayu bakar ke bawah tungku perapian .
'' Huh ..... Cara ini juga masih berlaku di sini ! '' Seru Yan Laxia .
Yan Laxia terlalu malas menggunakan batu untuk membuat api , lebih cepat dengan kekuatan spiritual nya saja .
Wosh ......
Api merah besar menyala di bawah tungku , untuk menunggu minyak nya panas . Yan Laxia melirik ke arah rempah-rempah yang hanya para orang dunia ini tahu menjadi obat saja sungguh pemborosan . Setelah menumbuk beberapa rempah menjadi halus , Yan Laxia melirik kembali ke arah Xiao Lu .
'' Sudah Selesai ? '' Tanya nya .
Xiao Lu mengangguk dengan senang .
'' Sudah Selesai ! , Tapi mengapa Xiao Xiao membuat banyak sekali ! Memang ini untuk siapa saja !? '' .
Yan Laxia mengambil bulir-bulir jagung itu di dalam nampan , dan memutar nya di udara dan mencampur kan nya dengan air Lingquan . Bulir-bulir itu tidak menunjukkan tanda-tanda perubahan di luar , tapi sebenarnya ada sedikit perubahan pada bulir jagung itu memiliki fluktasi spritual .
Melihat minyak yang telah panas , Yan Laxia menuang-kan biji jagung itu ke sana . Lalu Yan Laxia langsung menutup nya , agar jagung tidak bercecer kemana-mana .
'' Mengapa Xiao Xiao menutup nya ? '' Tanya Xiao Lu bingung .
Yan Laxia menggeleng kan kepala dan bersandar pada meja panjang , dia menutup mata nya sebentar sementara menunggu Jagung letup nya siap.
Tapi sayang sekali keingintahuan Xiao Lu terlalu besar , hingga Xiao Lu dengan berani membuka sedikit penutup nya .
__ADS_1
Ledakan .....
Bom .......
Ledakan jagung langsung menerpa wajah Xiao Lu , jagung itu meletus kemana saja . Yan Laxia membuka mata nya dan dengan kekuatan spiritual nya dia menutup kembali wadah itu , Yan menyerengit melihat biji jagung yang berserakan di mana-mana .
'' Sudah kubilang kan jangan buka sembarangan ! '' Dengus Yan Laxia .
Yan Laxia menyapu bersih biji jagung itu dengan kekuatan spiritual angin nya , itu terbang dan kembali menuju wadah yang di tutup.
''Nona Muda apakah anda baik-baik saja , Budak tua itu seperti nya mendengar suara ledakan ! ''
'' Bukan apa-apa ! ''
Nany Liu tetap diam di tempat nya dan menunggu instruksi lanjutan dari gadis muda itu .
'' Maaf kan aku ya Xiao Xiao , aku tidak sengaja ! '' Seru Xiao Lu dengan tatapan berkaca-kaca.
Yan Laxia mengabaikan Xiao Lu , Dia langsung menuju ke arah tungku dan membuka tutup nya . Di dalam panci besar itu terdapat biji jagung yang telah mekar layak nya bunga dan dengan warna putih yang cantik.
Wosh .....
Dengan lambaian tangan nya , biji-biji jagung bertebaran dan langsung menuju nampan besar di atas meja . Kali ini Yan Laxia menuang-kan rempah-rempah yang telah dia tumbuk halus kedalam panci , dan memasukkan kembali biji jagung dan menutup panci.
'' Nany Liu masuk lah ! '' Seru Yan Laxia .
Nany Liu langsung masuk ke dapur, dan melihat sekitar yang rapi seolah belum di Sentuh sama sekali .
'' Apa yang bisa Budhi tua ini lakukan untuk Gadis muda itu ? ''
Yan Laxia mengambil sebuah benda di luar angkasa tanpa di sadari oleh Nany Liu.Yah benda itu seperti kristal bening dan rasa asin , itu adalah garam yang telah Yan Laxia uji coba beberapa bulan lalu . Saat dia masih berada di hutan Yan Laxia tanpa sadar menemukan aliran air yang sangat asin dan Yan Laxia membuat garam dari sana .
Yan Laxia menuang-kan garam di atas pop corn , setelah itu dia menaruh nya di atas wadah dan membiar Nany Liu membawa nya ke Permaisuri Hui .
'' Bawa Ini ke ibunda ! ''
Nany Liu mengangguk dan mengambil wadah berisi jagung letup itu .
'' Ini makanan apa Nona Muda ? '' Tanya Nany Liu bingung , sekilas bau nya sangat menggoda .
'' Pop Corn ! ''
.
'' Hah ... pop apa ? '' Ujar Nany Liu bingung.
'' Jagung letup ! ''
Nany Liu tertegun dan melihat ke arah makanan yang layak nya bunga itu , dia tidak percaya bahwa makanan ini berada dari jagung .
'' Bagaiamana bisa ? '' Ujar nya Bingung.
Yan Laxia menyuapi langsung ke mulut Nany Liu , sedangkan Nany Liu terpana dengan rasa asin dari Jagung letup .
'' Rasa nya renyah dan agak asin tapi enak , dan ini terasa lembut ! ''
Yan Laxia membungkus beberapa kantong Jagung letup dan memberikan pada Nany Liu .
__ADS_1
'' Untuk mu dan bagikan sisa nya ! '' Pinta Yan Laxia .
Nany Liu mengangkat antusias dan mengambil semua bungkusan ,ah masakan wanita muda sangat enak . Dia harus membagikan semua ini nanti , Nany Liu bergegas mengantar makanan kepada Permaisuri Hui . Sementara Yan Laxia sibuk mengurusi makanan nya sendiri.