The Genius Agent Returns: Dangerous Princess

The Genius Agent Returns: Dangerous Princess
Pop corn


__ADS_3

Istana Phoenix


Setelah mempermainkan dan bermain-main dengan Akar Rambat Kecil atau Xiao Bai , Yan Laxia kembali merasa bosan dia mengembalikan Xiao Bai ke Permaisuri .


'' Swoik ....Swoik ....Swoik ...! ''


'' Wo ....wo....Tuan yang cantik , gadis itu sangat menyeramkan . Dia mempermainkan Xiao Bai ! ''


Permaisuri Hui hanya terkekeh dengan geli dan mengambil Xiao Bai , dia memasukkan nya ke dalam saku nya .


'' Jadi ada Apa Xiao Xiao ? Mengapa mencari istana ini ? . ER panggilan ini terasa canggung , panggil istana ini dengan sebutan Ibunda ! '' Ujar Permaisuri Hui dengan senyum yang merekah.


Yan Laxia sedikit mengangguk kan kepala nya dan ada rona merah samar di pipi Yan Laxia .


'' Xiao Lu ada apa dengan ku , mengapa jantung ku berdegup kencang sekali ! . Apakah aku sakit tapi aku rasa tidak terluka .'' Seru Yan Laxia dengan nada terkejut.


Xiao Lu ingin menangis , mengapa dia harus menjelaskan hal yang begitu emosional kepada nya . Tuhan mengapa Tuan ini sangat rumit .


'' Xiao Xiao kamu tidak sakit , ini hanya reaksi alami dari mu ! ''


Yan Laxia hanya mengangguk sabar walau di hati nya dia tidak begitu mengerti , namun aneh sekali rasa nya perasaan aneh yang merayap ini .


'' Ibunda ! '' Seru nya gugup . .


Permaisuri Hui sangat senang dan akhir nya memeluk Putri baptis kecil nya ini , dia sangat bahagia mendapatkan anak seimut ini .


'' Jadi ada keperluan apa Xiao-Xiao menemui Ibunda HM ? ''


Yan Laxia dengan ragu berkata .


'' Bisakah saya meminjam dapur kekaisaran sebentar ! '' Yan Laxia berkata formal tanpa di sadari nya .


'' Mengapa berkata formal kepada ibunda mu sendiri , soal permintaan Xiao Xiao bisa di kabulkan oleh Ibunda . Tapi Xiao Xiao harus di temani oleh Nany Liu oke ! ''


Permaisuri Hui sedikit khawatir , karena banyak benda tajam di dapur kekaisaran . Permaisuri Hui mengingat sesuatu kahir nya dia berkata .


'' Xiao Xiao bisa menggunakan dapur kecil milik ibunda , Nanti Nany Liu akan menunjukkan nya pada Xiao Xiao !''


'' Baik ! '' Seru Yan Laxia


Permaisuri Hui dengan senang mengelus kepala kecil Yan Laxia .


'' Sebelum pergi , ayo ikat rambut panjang mu dulu agar tidak menghalangi Xiao Xiao saat memasak nanti . Ingat ya Xiao-Xiao berikan Ibunda untuk pertama kali nya mencicipi masakan Xiao Xiao !''


Yan Laxia mengangguk sebagai ganti nya , dia dengan tenang menunggu Permaisuri Hui mengikat rambut nya. Yah dia mengikat nya dengan Cepol ganda lagi , setelah menaruh pita di kedua cepolan Yan Laxia . Permaisuri Hui sempat mencium pipi montok Yan Laxia .


'' Nah sekarang sudah selesai , Nany Liu tolong jaga Xiao Xiao saat ada di dapur !''


Seorang pelayan wanita tua menunduk dengan hormat ke arah Permaisuri Hui , dia juga menatap Yan Laxia dengan penuh kasih sayang . Nany Liu telah menyaksikan junjungan nya kehilangan semangat hidup nya , tapi saat gadis kecil ada di sini seperti nya semangat junjungan nya kembali .


'' Budak tua ini Mendengar Yang Mulia Permaisuri ! ''


Yan Laxia melompat turun dari atas kursi.


'' Aku pergi ! '' Seru Yan Laxia .


Permaisuri Hui mengangguk .

__ADS_1


Nany Liu dan Yan Laxia akhir nya menghilang dari pintu paviliun , mereka berdua tengah menuju halaman belakang sang permaisuri . Di sana terdapat dapur kecil yang biasa di gunakan oleh Nany Liu dan pelayan lain nya saat junjungan mereka ingin makan sesuatu .


'' Di sinilah para budak dan pelayan tua ini sering memasak untuk sang Permaisuri , Nona Muda bisa melakukan apa pun di sini ''


Nany Liu tidak memanggil Yan Laxia dengan sebutan Tuan Putri , karena itu belum terlalu resmi .


'' Baik ! Keluar lah ! ''


'' Budak tua ini pamit , jika Nona Muda membutuhkan sesuatu jangan sungkan memanggil budak tua ini ! ''


Nany Liu akhir nya pamit undur diri dan menunggu Yan Laxia di luar.


Sementara itu Yan Laxia menyingsing kan lengan baju nya , dia melirik ke arah dapur kuno ini. Seperti nya dia harus menyalakan api terlebih dahulu , tungku kayu ini terbilang cukup besar .


'' Apa yang akan di buat Xiao Xiao ? '' Tanya Xiao Lu penasaran , dia melayang keluar dari Heaven Space .


'- Pop Corn ! ''


'' Puo ... Apa ? '' Tanya Xiao Lu bingung .


'' Huh .... Jagung letup ! ''


Xiao dengan bingung berkata .


'' Jagung meledak bagaimana bisa ? ''


Yan Laxia mengabaikan Xiao Lu dan mulai bekerja , dia mencari minyak di sekitar sini karena tidak ada mentega atau margarin . Yan Laxia menemukan minyak di rak bagian bawah , Yan Laxia menumpahkan minyak itu dalam jumlah banyak pada kuali besar . Yan Laxia melirik Xiao Lu dan melemparkan beberapa jagung .


'' Kupas itu ! '' Seru nya .


Xiao Lu hanya mengangguk acuh , heh mana mungkin mengupas nya satu per satu jika bisa memakai kekuatan .


Jagung-jagung itu berhasil di kupas bersih oleh Xiao Lu , Sementara Yan Laxia telah menumpuk kayu bakar ke bawah tungku perapian .


'' Huh ..... Cara ini juga masih berlaku di sini ! '' Seru Yan Laxia .


Yan Laxia terlalu malas menggunakan batu untuk membuat api , lebih cepat dengan kekuatan spiritual nya saja .


Wosh ......


Api merah besar menyala di bawah tungku , untuk menunggu minyak nya panas . Yan Laxia melirik ke arah rempah-rempah yang hanya para orang dunia ini tahu menjadi obat saja sungguh pemborosan . Setelah menumbuk beberapa rempah menjadi halus , Yan Laxia melirik kembali ke arah Xiao Lu .


'' Sudah Selesai ? '' Tanya nya .


Xiao Lu mengangguk dengan senang .


'' Sudah Selesai ! , Tapi mengapa Xiao Xiao membuat banyak sekali ! Memang ini untuk siapa saja !? '' .


Yan Laxia mengambil bulir-bulir jagung itu di dalam nampan , dan memutar nya di udara dan mencampur kan nya dengan air Lingquan . Bulir-bulir itu tidak menunjukkan tanda-tanda perubahan di luar , tapi sebenarnya ada sedikit perubahan pada bulir jagung itu memiliki fluktasi spritual .


Melihat minyak yang telah panas , Yan Laxia menuang-kan biji jagung itu ke sana . Lalu Yan Laxia langsung menutup nya , agar jagung tidak bercecer kemana-mana .


'' Mengapa Xiao Xiao menutup nya ? '' Tanya Xiao Lu bingung .


Yan Laxia menggeleng kan kepala dan bersandar pada meja panjang , dia menutup mata nya sebentar sementara menunggu Jagung letup nya siap.


Tapi sayang sekali keingintahuan Xiao Lu terlalu besar , hingga Xiao Lu dengan berani membuka sedikit penutup nya .

__ADS_1


Ledakan .....


Bom .......


Ledakan jagung langsung menerpa wajah Xiao Lu , jagung itu meletus kemana saja . Yan Laxia membuka mata nya dan dengan kekuatan spiritual nya dia menutup kembali wadah itu , Yan menyerengit melihat biji jagung yang berserakan di mana-mana .


'' Sudah kubilang kan jangan buka sembarangan ! '' Dengus Yan Laxia .


Yan Laxia menyapu bersih biji jagung itu dengan kekuatan spiritual angin nya , itu terbang dan kembali menuju wadah yang di tutup.


''Nona Muda apakah anda baik-baik saja , Budak tua itu seperti nya mendengar suara ledakan ! ''


'' Bukan apa-apa ! ''


Nany Liu tetap diam di tempat nya dan menunggu instruksi lanjutan dari gadis muda itu .


'' Maaf kan aku ya Xiao Xiao , aku tidak sengaja ! '' Seru Xiao Lu dengan tatapan berkaca-kaca.


Yan Laxia mengabaikan Xiao Lu , Dia langsung menuju ke arah tungku dan membuka tutup nya . Di dalam panci besar itu terdapat biji jagung yang telah mekar layak nya bunga dan dengan warna putih yang cantik.


Wosh .....


Dengan lambaian tangan nya , biji-biji jagung bertebaran dan langsung menuju nampan besar di atas meja . Kali ini Yan Laxia menuang-kan rempah-rempah yang telah dia tumbuk halus kedalam panci , dan memasukkan kembali biji jagung dan menutup panci.


'' Nany Liu masuk lah ! '' Seru Yan Laxia .


Nany Liu langsung masuk ke dapur, dan melihat sekitar yang rapi seolah belum di Sentuh sama sekali .


'' Apa yang bisa Budhi tua ini lakukan untuk Gadis muda itu ? ''


Yan Laxia mengambil sebuah benda di luar angkasa tanpa di sadari oleh Nany Liu.Yah benda itu seperti kristal bening dan rasa asin , itu adalah garam yang telah Yan Laxia uji coba beberapa bulan lalu . Saat dia masih berada di hutan Yan Laxia tanpa sadar menemukan aliran air yang sangat asin dan Yan Laxia membuat garam dari sana .


Yan Laxia menuang-kan garam di atas pop corn , setelah itu dia menaruh nya di atas wadah dan membiar Nany Liu membawa nya ke Permaisuri Hui .


'' Bawa Ini ke ibunda ! ''


Nany Liu mengangguk dan mengambil wadah berisi jagung letup itu .


'' Ini makanan apa Nona Muda ? '' Tanya Nany Liu bingung , sekilas bau nya sangat menggoda .


'' Pop Corn ! ''


.


'' Hah ... pop apa ? '' Ujar Nany Liu bingung.


'' Jagung letup ! ''


Nany Liu tertegun dan melihat ke arah makanan yang layak nya bunga itu , dia tidak percaya bahwa makanan ini berada dari jagung .


'' Bagaiamana bisa ? '' Ujar nya Bingung.


Yan Laxia menyuapi langsung ke mulut Nany Liu , sedangkan Nany Liu terpana dengan rasa asin dari Jagung letup .


'' Rasa nya renyah dan agak asin tapi enak , dan ini terasa lembut ! ''


Yan Laxia membungkus beberapa kantong Jagung letup dan memberikan pada Nany Liu .

__ADS_1


'' Untuk mu dan bagikan sisa nya ! '' Pinta Yan Laxia .


Nany Liu mengangkat antusias dan mengambil semua bungkusan ,ah masakan wanita muda sangat enak . Dia harus membagikan semua ini nanti , Nany Liu bergegas mengantar makanan kepada Permaisuri Hui . Sementara Yan Laxia sibuk mengurusi makanan nya sendiri.


__ADS_2