
chapter 38 : Jamuan Makan Siang 1
Kerajaan Petir
Karena Yan Laxia meninggal kan ketiga orang di belakang dan berjalan dengan wajah imut nan datar itu , di setiap dia melewati seorang pelayan mereka akan tersipu .
Yan Laxia yang tidak terlalu mengerti emosi malah bingung dengan keadaan ini , dia lantas bertanya pada Xiao Lu dengan polos nya .
" Mengapa wajah mereka memerah apakah mereka semua sakit ? " Tanya Yan Laxia dengan blak blak kan .
Mulut Xiao Lu berkedut apakah kontraktor nya begitu polos atau bodoh , dia tidak mengerti hal semudah dan sekecil ini . Tapi mengala dia begitu hebat di saat membunuh atau meramu sebuah pil , sebenar nya kontraktor nya ini jenis neurosis seperti apa .
" Xiao Lu , Apakah kamu mendengar kan ucapan ku atau tidak " Tanya nya sarkas .
Xiao Lu tersadar dari lamunan nya itu dan langsung menjawab perkataan Yan Laxia .
" Tentu saja aku mendengar nya Xia kecil , mereka itu tersipu di saat melihat wajah imut mu itu . Artinya mereka suka melihat mu " Jelas Xiao Lu
Wajah Yan Laxia masih nampak datar dan tanka ekspresi . " Tapi aku tidak menyukai mereka , mereka sangat berisik " Kata-kata Yan Laxia tajam dan juga sangatlah kejam .
Xiao Lu menyalakan lilin untuk para pelayan itu , jika mereka mendengar perkataan Yan Laxia ini pasti mereka akan merubah pendapat mereka tentang Yan Laxia .
Tapi untuk Yan Laxia sendiri yang tidak peduli dengan sekitar nya , dan bahkan mengabaikan apa yang dia lewati . Kekuatan mental nya telah menyebar ke area lorong istana , dia dapat menemukan kemana pergi nya Permaisuri Hui beserta keluarga nya itu .
Dia tidak takut tersesat , namun dia harus bergegas pergi setelah menyembuhkan cedera internal nya . Memang tubuh nya baik-baik saja dari luar , namun bagian dalam tubuh nya yang dalam kondisi tidak baik . Setelah dia menebas celah dunia roh untuk kembali , di lorong roh dia mengalami kerusakan internal dan kekuatan spiritual nya hampir kering dan tidak tersisa . Untung nya kekuatan spiritual rembulan surgawi itu beredar dari dantian menuju Meridian nya .
Yan Laxia tidak bisa menggunakan kekuatan spiritual nya untuk beberapa waktu , dan perut nya juga sedang kosong saat ini dia akan mengisi dulu . Karena dia diundang untuk makan siang bersama mengapa dia tidak datang , dua tidak perlu bersusah payah untuk mencari restoran dan malahan nanti dia akan mendapatkan gangguan dari luar .
Melihat pemikiran licik kontraktor nya Xiao Lu hanya bisa menghela nafas , bukan nya kontraktor nya membenci orang-orang yang ada di istana , dan bahkan tidak mau bernafas satu tempat dengan mereka . Dimana pergi nya wajah acuh dan dingin Tuan nya , apakah lenyap Hana karena makanan .
Di belakang Yan Laxia terdapat ketiga pasang orang yang berjalan beriringan . Salah satu nya gadis dengan Cepol ganda yang rambut nya di Cepol dengan sebuah jepit rambut giok , dan gaun bunga biru yang menambah ke anggunan nya . Dia ialah Zhao Yuwen Saudari tiri Yan Laxia , Putri dari Kaisar Zhao kerajaan bulan ungu .
__ADS_1
Dan ada Dua orang anak laki-laki yang berjalan di depan gadis itu , salah satu nya memiliki senyuman manis dan Surai hitam kusam yang di sanggul dengan jepit mahkota giok , jubah panjang berwarna biru dengan pola naga biru . Dia ialah Putra Mahkota Bo Yili , pangeran dari kerajaan Utara .
Dan anak laki-laki lain nya memiliki wajah acuh , berbeda dengan anak laki-laki yang membawa aura penuh kasih sayang , yang ini dia membawa aura Malas dan agresif yang sulit untuk di dekati. Dan jubah abu-abu yang menambah kesan sebagai seorang abadi , wajah yang tidak memiliki kepedulian terhadap sekitar nya Dia adalah Putra Mahkota Touba Xi dari Kerajaan Awan Selatan .
Ketiga orang ini dengan satu gadis dan dua anak laki-laki yang berjalan beriringan , tidak ada beberapa patah kata yang mereka ucapkan nya setiap perjalanan sampai Bo Yili yang bosan.
" Hei Xi bukan nya gadis tadi Sangat menjengkelkan ? " Tanya Bo Yili
Wajah acuh Touba Xi memiliki sedikit fluktuasi di saat menyebut tentang Yan Laxia . " Entah lah ! " Namun jawaban yang dia berikan berbeda dari perkataan hati nya .
" Hah .... Hufh baru pertama kali nya aku bertemu dengan gadis tanpa ekspresi melebihi diri mu Xi " Ujar Bo Yili tanpa ada rasa bersalah .
Karena kedua anak laki-laki itu berjalan cukup jauh dari Zhao Yuwen , dia tudak dapat mendengar dengan jelas apa yang dibicarakan oemh kedua putra mahkota kerajaan lain itu .
Tangan kecil nya memegang erat sapi tangan nya , dua belum pernah di abaikan oleh orang lain sampai seperti ini . Biasa nya para pemuda aristokrat berdatangan dengan berbondong-bondong untuk menyenangkan nya , tapi setelah dua bertemu dengan kedua pangeran ini dia di abaikan . Bahkan seorang gadis liar dari desa bersikap tidak sopan terhadap nya , namun dia merasa tenang setelah melihay gadis desa liar yang tidak tertarik dengan tuanangan nya , tunangannya hanya bisa menjadi milik nya seorang saja tidak ada yang boleh merebut nya dari nya .
Sudut mulut Bo Yili melengkung menjadi senyum jahat , dia memerhatikan setiap ekspresi yang di buay5 oleh Putri dari kerajaan Bulan ungu tersebut .
Para pelamar teman itu sangat gila , yah mereka baru berumur 8 tahun tidak tahu kedepan nya akan menjadi seperti apa .
( Taman Belakang Istana )
Yan Laxia Akhirnya menemukan tempat mereka akan makan siang , di saat Yan Laxia menuju ke dalam di depan sana terdapat seorang Kasim yang sedang berjaga . Di saat Kasim itu melihat kedatangan Yan Laxia , Kasim itu tersenyum dan menyapa Yan Laxia dengan sopan .
" Silahkan Nona Muda ! ,Yang Mulia Permaisuri sudah menunggu anda di dalam bersama Yang Mulia Kaisar serta Putra Mahkota "
Yan Laxia mengangguk acuh sebagai jawaban , postur Yan Laxia yang tegap di saat berjalan dan aura mendominasi yang di keluarkan oleh Yan Laxia . Membuat sang Kasim kagum , dia sudah melayani Yang Mulia Kaisar dari sejak Kaisar Ke empat alias Kakek dari Kaisar saat ini .
Dia sudah melihat setiap gadis bangsawan yang pertama kali masuk ke istana , ada yang meneteskan air liur nya karena melihat pilar-pilar dan patung yang terbuat dari emas murni , ada yang gemetar ketakutan hingga kehilangan etiket nya . Bahkan ada yang lari ketakutan atau menangis menjadi-jadi di sini , dia sedikit mengalami trauma yang buruk soal gadis bangsawan .
Tapi gadis di depan nya memiliki wajah yang tenang , dia melihat iris biru gelap itu . Tidak ada Klan di Xing Lui Continent yang memiliki iris sepertu gadis di depan nya ini , Seperti kata Yang Mulia gadis ini tidak mudah Sama sekali .
__ADS_1
Dia tidak bisa melihat atau membaca suasana hati gadis ini , karena ekspresi yang terpampang di wajah putih kecil itu hanyalah datar dan raut wajah dingin . Ah sepertinya penglihatan nya menurun seiring berjalan nya waktu , dia bahkan tidak bisa melihat isi hati seorang gadis kecil .
" Belum sampai ? " Tanya Yan Laxia rendah .
Yan Laxia tidak mendapatkan jawaban apapun dari Kasim di belakang nya , dia mengerut kan alis nya dan berhenti berbalik memandang Kasim itu ,yang entah sedang memikirkan apa .
" Tuan Kasim ! " Panggil Yan Laxia datar .
Kasim itu akhir nya tersadar setelah mendengar panggilan dari gadis di depan nya , dia menunduk dan sedikit malu bagaimana dia bisa seceroboh ini .
" Ada apa Nona Muda ? " Tanya Kasim itu , sambil menyembunyikan raut wajah malu nya .
" Apakah masih lama ? " Tanya Yan Laxia
Kasim itu belum bisa mencerna ucapan Yan Laxia , sampai setelah dia menganalisisnya maksud nya .
" Sebentar lagi Anda akan sampai di tempat Jamuan Nona , kita hanya perlu berjalan lurus dan berbelok ke kanan nanti . Kita akan melewati sebuah taman Krisan yang di tanam khusus untuk Yang Mulia Permaisuri " Kasim itu tersenyum cerah dan sedikit menyombongkan tentang taman yang akan mereka lewati nanti .
Yan Laxia kembali berjalan dia mengabaikan Kasim yang terus mengoceh di samping nya ini .
" Apakah seorang Kasim sangat berisik ? " Tanya Yan Laxia
Xiao Lu tidak tahu harus memberikan jawaban apa pada Tuan tanpa emosi ini , harus kah dia sedikit menjelaskan .
" Xiao Lu ! " Panggil Yan Laxia
" Tuan ku yang manis , dia itu manusia yang hiduo tentu saja dia harus berbicara jika tidak dia bisu kalau begitu " Jelas Xiao Lu
Yan Laxia merenung sebentar dan berkata " Oh karena dia hidup maka nya berbicara , jika di bunuh dia akan bisu " Yan Laxia berkata dengan wajah tanpa ekspresi .
Xiao Lu " ... " Oh Tuan ku ternyata sangat sadis .
__ADS_1
Xiao Lu tidak menanggapi apapapun Yang Yan Laxia ucapkan kali ini . Dia lebih memilih diam dari pada berkomunikasi dengan Tuan tanpa emosi ini .