The Isekai Project

The Isekai Project
Buku


__ADS_3

Dia sekarang sedang terjebak di sebuah kurungan penjara, Kakinya ditempelkan ke tembok dalam keadaan mengeras seperti besi yang dileburkan lalu didinginkan.


Kedua tangannya digigit oleh dua ekor singa yang berada diatas.


Dua ekor singa itu sepertinya berfungsi sebagai borgol pengikat bagi dia.


"Dia sangat kurus! aku akan memberinya makan!" Suara yang tidak pernah didengar sebelumnya


Mulut dia dibuka paksa, dan dimasukan kalajengking yang masih hidup ke dalam mulut dia.


Kalajengking itu berukuran sangat besar, namun orang itu memaksa menggunakan tangan untuk menggerakan rahang dia.


Sekarang dia sudah terbangun, dan apa yang akan dia lakukan disini seorang diri?


Mulut dia dipenuhi dengan darah, mulutnya juga sangat bau.


Tangan dia dilepaskan oleh kedua singa itu dengan cara menggigitnya sampai putus.


Dia terjatuh dengan kedua kaki yang masih tersangkut di dinding.


Kemudian muncul seorang peri yang membawa palu. Peri itu memecahkan kaki dia yang mengeras menggunakan palunya.


Sekarang dia tidak dapat bergerak! Bagaimana cara membuat dia bisa bergerak?


Cairan putih agak bening mengalir dari arah pintu kecil. Cairan itu sangat licin sampai sampai membuat dia bisa bergerak tanpa harus menggerakkan tubuhnya.


Dia bergerak mengikuti arus cairan putih itu dan sampailah dia diatas awan.


Dia berbaring diatas awan, lalu dari kejauhan terlihat seorang kelinci, kelinci itu mengangkat kedua tangannya keatas dan memakan ketiaknya sendiri.


Lalu tiba tiba datang kupu kupu siang kearah dia dan memberikan tumpangan ke dia.


Kupu kupu itu kemudian menjatuhkan dia di sebuah pedesaan.


Pedesaan itu dihuni oleh kupu kupu kecil. Kupu kupu kecil itu kemudian mendekati dia yang berdarah di sekujur tubuhnya.


Kemudian dia secara ajaib terjatuh dari langit, dan dia mendarat ke sebuah wc umum.


Dia menimpa orang yang sedang buang air disitu, orang itu kemudian terjatuh ke dalam toilet dan kotorannya berhamburan kemana mana.


Lalu kemudian orang orang datang melihat dia. Namun dia tiba tiba menghilang.


Dia kembali muncul di sebuah toko yang sepertinya menjual kond** dan AIR PUTIH.


Orang orang yang ada di tempat itu kemudian menari dan bertingkah seperti cacing.


Dia kembali menghilang dan muncul lagi di sebuah tempat makan. Terlihat orang orang yang ada disana memakan kotoran dengan sangat lahap.


Ketika mereka melihat dia mereka berlari ke arah dia dan menjilat jilat bokong dia.


"Stop!! Stop!!" Kataku sambil menutup buku yang kubaca barusan


"Bagaimana bisa Cornelio menyimpan buku cerita seaneh ini?"


Aku kemudian meletakan kembali buku itu ke dalam rak buku dan melihat lihat buku lainnya.


"Disini ada penyelamatan putri lily, monster bersembunyi di balik kegelapan, Detektif di dunia yang aneh, bunuh semua orang yang kulihat, cinta pada kegelapan. Oh! Ini sepertinya menarik! Belem9d."


Aku kemudian meraih buku itu dengan tubuhku yang pendek dan membuka halaman pertama dari buku itu.


Bab 1 Uji coba dan latihan


Aku duduk didalam sebuah ruangan putih, ruangan itu sepertinya terbuat dari material yang sangat keras, tapi teksture nya sangat mirip seperti kaca dan keramik.


akupun berdiri dan berusaha menghancurkan dinding yang terbuat dari material yang sangat misterius itu.


Aku mencakar, memukul, dan menendang, Sampai sampai Tanganku mulai terlihat membiru, dan itu sangat sakit.


Aku berusaha keras namun temboknya tidak tergores sedikitpun.


"Dahlah, kalo gini terus aku bisa mati kelaparan atau kehabisan oksigen."


Hampir putus asa aku pun terduduk, dan berusaha tenang.


"Oh iya, seingatku aku tidak pernah mewarnai rambutku dengan warna putih dan kulit ku juga sangat putih padahal aku tinggal diwilayah tropis."


70 menit kemudian.


Tembok yang ada di sudut kanan tiba tiba bergeser secara berlawanan seperti sebuah pintu lift.


Dibalik tembok tersebut ternyata ada dua orang berseragam militer putih.


"Hah! Dia manusia apa bukan sih? Untuk seorang manusia tinggi mereka itu agak berlebihan." Pikirku


Dibelakang dua orang itu terdapat ruangan putih yang lebih luas lagi namun kali ini terdapat banyak orang.


Dua orang itu kemudian berteriak kepada ku yang sedang duduk santai.

__ADS_1


"Hei!!! Kau!!! Cepat berdiri dan ikuti kami!" Kata salah satu prajurit itu.


"Ngeri amat nih orang, ikutin ajalah daripada gua kenapa napa ntar"


Sedikit ketakutan, aku pun berdiri dan mematuhi perintah prajurit itu, lalu prajurit itu memasang sebuah chip kecil di kedua tangan ku.


Seketika tangan ku tidak bisa bergerak. Aku pun dibawa ke sebuah ruangan yang dipenuhi dengan banyak orang. Ruangan itu memiliki sebuah kaca yang sangat besar.


"Sial!! Kalian ini pake teknologi apa sih. Dan aku mau diapakan???" Teriakku kepada prajurit itu.


"Kamu akan dibawa ke kaca besar itu dan menjalankan uji coba."


Kemudian prajurit tadi melepas chip misterius itu dari tangan ku. Aku mencoba mengangkat kedua tanganku, ternyata lengan ku sudah dapat digerakan dengan normal kembali.


Lalu prajurit itu menyuruh ku menyentuh sebuah kaca yang sangat besar itu.


Aku pun menyentuh kaca tersebut dan tiba tiba tanganku terasa dingin dan munculah lapisan es tipis yang terus melebar di kedua sisi kaca tersebut, lapisan es itu seolah olah muncul dari tanganku. Akupun kaget dan tidak percaya ini.


"Hmm, apakah selama ini tanganku berbakat menjadi frezzer?"


Tetapi ada juga yang gagal melakukannya dan dibawa keruangan khusus.


Setelah aku selesai menyentuh kaca tersebut, prajurit yang mengawasiku tadi mengambil alat yang misterius lalu menempelkan ujung alat tersebut ke telapak tangan ku. Seketika alat tersebut mengeluarkan sebuah sinar merah dan setelah alat itu dilepas di telapak tangan ku muncul lambang kristal salju dengan tulisan frost ability, subjek no 14673/23/9/2134.


Aku dan orang lain yang berhasil pun dibawa ke sebuah ruangan.


Ruangan tersebut lebih berwarna dan terdapat banyak orang didalamnya.


Aku dan orang lain yang berhasil, diberikan pakaian berwarna putih yang memiliki lambang bola berwarna biru.


Setelah itu juga aku diberikan sebuah lensa kontak, disaat aku memakai lensa tersebut aku dapat melihat status dari setiap orang yang kulihat.


"Dengan lensa itu kalian dapat melakukan benyak hal, termasuk melihat status musuh, menghubungi orang lain, searching, dan menyimpan setiap hal yang kalian lihat tanpa perlu menghapalnya." Kata prajurit yang mengawasi kami.


"Sedangkan pakaian itu dapat menahan suhu dan tekanan yang sangat besar, pakaian itu juga dapat membuat suhu badan kalian tetap stabil di planet ini."


Lalu aku diteleportasi kedalam sebuah kamar yang sangat futuristik, tetapi entah mengapa aku tidak terkejut sama sekali.


Di lensa kontak aku diberitahu nomor kamarku yaitu nomor 809.


Aku duduk di kasur yang sangat empuk ini lalu berpikir sejenak.


"Hmm..... entah mengapa aku mengetahui setiap fungsi dan kegunaan barang di sini, apa mungkin karena lensa ini ya?."


"Tapi mengapa ya aku bisa ada di tahun 2134? Padahal kan aku hidup di tahun 2027. Tapi apa mereka berhasil ya?"


"Untuk sementara mungkin aku akan mengikuti apa yang mereka perintahkan. Dan mungkin juga mulai sekarang aku harus memanggil mereka dengan sebutan cucu ya? Hmm." Lalu dia berbaring di kasurnya.


Keesokan paginya.


Tiba tiba lensaku memancarkan cahaya.


"Eh, waduh aku lupa melepaskan lensa sialan ini."


Lalu aku pun menyentuh lensa itu namun tidak dapat dilepas.


"Gak bisa dilepas jir, mungkin ini lensa sudah menyatu sama mata!"


Yah berpikir fositif saja mungkin lensa ini memang dirancang untuk menyatu ke mata.


"Perhatian! Untuk semua prajurit untuk segera berkumpul ke ruangan pelatihan, kordinat telah dikirimkan di massage kalian masing masing." Pesan suara yang ada di lensa.


"Ruang pelatihan? Aku jadi penasaran bagaimana orang di zaman ini berlatih bela diri."


Aku pun /tp ke ruangan latihan. Disaat aku sampai diruangan itu aku disambut oleh prajurit yang berbaju putih lagi.


"Ini adalah hari pertama kalian berlatih dan mengeluarkan ability kalian masing masing, jadi saya mohon untuk awal awal kalian harus berlatih fisik terlebih dahulu sebelum dapat menggunakan ability kalian dengan baik"


Kemudian si kurang ajar itu menyuruh kami untuk push up 200 kali, sit up 200 kali, dan lari 5 km sehari. Sialan!! Tapi ya sudahlah biarkan saja mungkin dalam beberapa hari aku akan menjadi tampan dan berotot.


Setelah melakukan hal yang SANGAT melelahkan itupun kami diperbolehkan untuk beristirahat selama 1 jam.


Aku menjauh dari orang orang karena yahh... aku introvert.


Aku membayangkan sebuah kasur yang empuk dan ruangan introvert ku lalu kukirim data dari imajinasi ku kesebuah alat lalu alat itu mengeluarkan cahaya yang membentuk ruang introvert sesuai imajinasiku. itu merupakan hologram yang memiliki fisik dan dapat disentuh.


"Hmm... apakah dengan alat ini aku dapat membuat seorang waifu 2D menjadi nyata hanya dengan membayangkanya?" Dia memikirkan itu dengan wajah mesum.


Yah tetapi konten 18+ itu tidak mungkin terjadi karena alat itu kemungkinan akan langsung membatalkan permintaan ku.


Lalu aku berbaring dikasur yang empuk dan mendapatkan waktu istirahat yang pantas.


Waktu istirahat berakhir


Tiba tiba cahaya hologram tadi menghilang!! dan tentu saja aku yang sedang berbaring sambil berkhayal memikirkan masa depan pun, tiba tiba terjatuh menyentuh lantai.


"Kucing!!!!!" Teriakku karena kaget.

__ADS_1


Yah, untung aku memakai baju ajaib ini jadi disaat terjatuh aku tidak merasakan sakit sama sekali.


Kemudian kami disuruh berkumpul. Tetapi entah mengapa orang orang disekelilingku memasang ekspresi gugup, panik, dan cemas.


"Disini saatnya kalian mencoba untuk menggunakan ability kalian masing masing sebelum kalian benar benar matang untuk dikirim bertempur!."


"Oke sekarang saya akan mencontohkan bagaimana cara mengeluarkan setiap ability kalian."


dia membalikan telapak tangannya lalu keluarlah bola api dari tangan prajurit tersebut.


Sontak, para peserta kagum tetapi tetap takut untuk mencobanya.


Lalu prajurit itu menunjuk ke nomor peserta 14670 orang itu kemudian disuruh untuk membalik kan telapak tangannya lalu memberikan kertas ke peserta tersebut.


Peserta itu disuruh untuk membakar kertas tersebut tanpa bantuan alat apapun.


Kemudian peserta itu disuruh untuk fokus ke kertas itu dan membayangkan kertas itu terbakar.


Asap mulai muncul dari kertas tersebut.


Kertas mulai terbakar.


Namun seketika dia terjatuh dan tidak sadarkan diri karena sudah tidak sanggup.


Oke sekarang aku paham mengapa mereka bisa takut.


Lalu sekarang giliran nomor 14671 dan hal yang sama pun terjadi, Begitu juga dengan nomor 14672.


"Oke, sekarang giliran nomor 14673"


Oke sekarang giliranku jadi aku harus melakukan yang terbaik dan lagi pula seingatku aku tidak pernah pingsan seumur hidup.


"Seperti nya kamu pengguna ability frostman jadi kamu akan sedikit berbeda dari mereka bertiga karena kamu bukan membakar kertas tetapi membuat bola es!"


"Hah! Bagaimana caranya?"


"Kamu hanya perlu membayangkan fokus membayangkan sebuah bola es muncul dari tanganmu. Seperti ini."


Prajurit itu kelihatan dengan mudah mengeluarkan bola es dari tangannya.


Akupun membalikan telapak tanganku lalu fokus membayangkan bola es.


Namun tiba tiba seluruh tubuhku menjadi nyeri.


Seluruh kulit yang menutupi tubuhku terasa dingin sekali.


Kepalaku tiba tiba menjadi sangat sakit.


Kabut mulai muncul dari badanku.


Tetapi aku melihat bola nya mulai terbentuk walau tertutup kabut akibat suhu nya sangat dingin.


Aku juga merasa mual lalu muntah walau mulutku masih tertutup.


Cairan muntah itu menetes dari mulutku walau sudah kutahan.


Tetapi karena aku menahan muntah itu cairan muntah itu tiba tiba keluar dari hidungku.


walaupun begitu aku masih tetap membentuk bola es tersebut.


Lalu cairan muntah yang menempel dilenganku mulai membeku.


tubuhku sudah dipenuhi dengan kabut.


Aku kemudian terduduk tetapi tetap dalam proses membuat bola tersebut.


"Arrghhhhh"


Pandanganku mulai kabur.


Saking dinginnya mataku sendiri mulai terlapisi oleh es.


Dan akhirnya berhasil.


Aku membuat sebuah pedang abad pertengahan dengan sempurna.


Lalu akupun tersungkur pingsan, walaupun pedang es itu masih menempel di kulit telapak tanganku.


Yah! Aku tidak ingin hal yang mainstream.


"Lalu? Mana kelanjutannya?" Ucapku sambil terus membalik halaman


"Sisa dari buku ini hanyalah kertas kosong!"


Aku kemudian melempar buku itu ke lantai dan kembali mencari buku buku lainnya.


"Hanya sampah tahun lalu."

__ADS_1


__ADS_2