The Isekai Project

The Isekai Project
Hutan


__ADS_3

Hutan


Mayat dua pemuda itu sudah kutimbun di dalam tanah semoga mereka tenang di sana.


Setelah menguburkan kedua pemuda itu, aku masuk kedalam kereta kuda yang sudah hancur itu dan mengambil beberapa barang yang mungkin akan berguna.


Disini tidak ada uang hanya ada kertas kosong dan satu buku.


Sampul buku ini sepertinya terbuat dari kulit, kertasnya juga terlihat sangat usang dengan beberapa lembar kertas yang terlihat sobek.


Di saat aku membuka halaman satu dari buku ini, aku melihat banyak sekali tulisan yang mengandung harapan dan pengalaman dua pemuda itu.


Dihalaman tiga dua pemuda itu juga menuliskan tentang monster monster yang ada di dunia ini.


Berikut daftar Monster yang disebutkan:


 1. Nama entity= Llama


Jenis entity= Hewan


Bentuk fisik= Memiliki bulu seperti domba dan berleher panjang. bentuk tubuh makhluk ini sangat mirip seperti Llama pada umumnya namun makhluk ini memiliki wajah, mata dan gigi yang sangat mirip seperti manusia. Makhluk ini memiliki tinggi 2 Meter. Jika dilihat makhluk ini akan memberikan efek ketakutan yang berlebihan karena penampilan makhluk ini yang sangat mengganggu.


Makanan= Otak manusia


"Informasi tentang monster ini sangat minim, jadi aku tidak mengetahui detailnya seperti apa." Tulis salah satu dari remaja itu.


 2. Nama entity= Black cat


Jenis entitas= Iblis


Jumlah entity= 1


Bentuk fisik= berwarna hitam, tidak memiliki bulu, memiliki kepala tangan dan kaki seperti kucing, berbadan manusia, selalu tersenyum dengan bibir merah darah dan memiliki gigi yang runcing, memiliki mata yang sangat besar dan matanya dapat menyala di dalam kegelapan.


Kekuatan yang diketahui= memiliki tubuh yang sangat lentur dan dapat memanjangkan setiap anggota tubuhnya, abadi, dapat membuat tubuhnya menjadi sangat besar, tidak dapat menimbulkan suara apapun, dapat berlari lebih cepat dari cheetah, ? ? ? ?? ?? ? ??? ??


Jenis makanan yang dimakan= daging


Kebiasaan= menjadikan mangsa sebagai mainan sebelum di makan, suka bersembunyi di tempat gelap.


Kecerdasan= tinggi


Korban dalam 10 tahun= 6.780 jiwa


Korban selamat= 0


Footage tentang makhluk ini= 14


Kelangkaan= langka


"Jika kamu melihat Entity ini kamu sudah dapat dipastikan tidak akan selamat." Tulis salah satu dari remaja itu.


"Oke, aku tidak ingin membaca ini lebih lanjut karena terlalu banyak monster yang tertulis disini."


Mungkin buku ini akan sangat berguna jadi kusimpan saja dibalik jaketku.


Jadi, mungkin itu saja yang kuambil aku akan berkeliling di sekitar daerah sini untuk mencari pertolongan.


"Aku tidak melihat manusia satupun disini sepertinya tempat ini sangat terpencil."


Aku pergi ke sungai yang berbentuk aneh itu lagi atau lebih tepatnya danau dan mengikatkan tali tambang yang sebelumnya digunakan untuk menarikku ke pepohonan.


"Aku sama sekali tidak paham dengan caranya bertahan hidup jika aku tersesat di hutan karena aku tidak pernah ikut ekskul pramuka, namun seharusnya ini benar." Pikirku.


Aku kemudian melemparkan ujung yang lain dari tali itu ke danau.


"Semoga saja ini benar karena aku hanya sedang kehausan."


Aku kemudian berpegang erat ke tali itu dan kemudian turun secara perlahan menuju mata air.


Ketika aku berhasil menyentuh air itu aku kemudian mengambil botol yang kudapatkan dari dalam kereta kuda dan memasukan air kedalam botol itu.


Aku kemudian menarik diriku kembali ke atas secara perlahan.


Aku sudah sampai di daratan dan melihat kalau banyak sekali organisme kecil yang hidup di air itu.


Sebagai peminum air mineral aku sangat jijik sekali melihat hal itu. Namun apa boleh buat, aku harus tetap meminum air itu karena aku sudah sangat kehausan berkeliling dan ditambah hanya danau ini satu satunya mata air yang ada disini.

__ADS_1


Akupun menutup mataku dan meminum air ini dari botol.


"Walaupun air ini mengandung banyak makhluk makhluk kecil didalamnya, namun air ini sangat segar."


Akupun menyimpan botol itu dan ingin berjalan saja sampai menemukan sebuah peradaban atau mungkin manusia lainnya.


Aku terus berjalan dan akhirnya aku menemukan hutan disini.


Aku memasuki hutan ini dan berharap bisa mendapatkan beberapa buah buahan segar.


Hari semakin gelap, akupun segera memasuki hutan itu, walaupun buku ini memperingatkan kalau jangan masuk ke dalam hutan ketika mentari sudah terbenam.


Aku memasuki hutan ini dan melihat banyak sekali buah buahan yang sepertinya dapat dimakan.


Aku melemparkan batu kecil pada buah pir dan berhasil menjatuhkannya.


Kemudian kuambil dan langsung kumakan tanpa dicuci terlebih dahulu.


Hutan ini sepertinya sangat luas.


(Sebenarnya daerah tandus tempat kereta kuda sebelumnya dikelilingi oleh hutan, jadi mau tidak mau Hanan harus melewati hutan itu untuk menemukan peradaban.)


Aku terus berjalan lurus di hutan ini pada malam hari.


Banyak nyamuk disini, suara mereka mengganggu sekali di telingaku dan membuat tubuhku gatal gatal.


"Sepertinya aku harus membuat tenda, tapi pakai apa?"


Aku melihat lihat sekitar tidak ada apapun yang dapat kujadikan sebagai tenda.


Namun entah ini hanya perasaanku saja, tapi aku merasa diawasi oleh sesuatu.


Aku mendengar sesuatu seperti sedang merayap di balik rerumputan yang gelap.


Ada yang melompat kearahku.


Aku kemudian secara cepat mengarahkan pistol kuno ini pada makhluk itu.


Namun ternyata dia hanyalah seorang gadis.


"Jangan! Aku bukan monster!" Teriak gadis itu.


"Benarkah? Apakah ada orang lain disini?" Kataku dengan girang.


"Tidak ada orang lain disini." Jawab gadis itu.


"Jadi kenapa kamu bisa ada disini?" Tanyaku


"Aku tinggal sendiri didekat sini semenjak kedua orang tuaku meninggal dalam perang."


"Jadi kenapa kau menghampiriku?"


"Aku menghampirimu karena melihatmu dari tadi sepertinya sedang tersesat. Jadi aku ingin membantumu."


"Oh kalau begitu bagaimana kalau bantu aku untuk ke kota atau desa terdekat."


"Bisa saja! Ada desa di sini aku sering kesitu kok untuk membeli bahan makanan, tapi desa itu agak jauh. jadi kita akan menunggu pagi untuk menuju desa itu karena kemungkinan akan ada monster di malam hari, kamu bisa menginap di rumahku sementara untuk beristirahat."


"Ba, baiklah!"


"Yey!! Aku punya teman yang mau menginap!" Teriak gadis itu dengan girang.


"Jadi dimana rumahmu?"


"Sini ikuti aku!" Gadis itu menarik tanganku dan berlari menuju kearah timur.


Aku melewati jembatan kecil dan beberapa ranting kayu yang menghalangi jalan.


Dan aku sampai di tempat tinggal gadis itu.


"What!? Ini beneran tempat tinggal kamu?"


"Iya!"


Rumah gadis itu adalah sebuah mansion yang sangat besar dan berada di tengah hutan.


"Bagaimana cara kamu mengurus rumah ini sendiri."

__ADS_1


"Aku belum mengurusi rumah ini karena orang tuaku baru meninggal tiga hari yang lalu. Jadi rumah ini masih rapi berkat ibuku yang sering mengurus rumah ini tapi ini sudah tiga hari tidak dibersihkan."


"..."


Tidak bisa mengatakan apapun kemudian tanganku ditarik untuk masuk kedalam mansion oleh gadis itu.


Gadis itu kemudian membuka pintu mansion.


"Waw! Disini masih sangat rapi." Pikirku.


"Duduk disitu dulu ya aku akan menyajikan teh hangat."


"Tidak! Tidak usah! Aku masih belum kehausan."


"Oh baiklah, kalau begitu duduk saja disitu mari kita mengobrol sebentar."


Kemudian aku duduk di sofa dan melihat lihat sekitar untuk jaga jaga.


Aku juga sudah menyiapkan pistolku di tempat terbaik untuk diambil supaya kalau ada serangan tiba tiba aku dapat mengambilnya dengan mudah.


Kemudian secara tiba tiba gadis itu duduk dipahaku dan dia langsung menciumku dengan penuh gairah. eh, maaf salah tulis! Maksudku dia duduk di sofa yang ada di depanku dan memulai topik pembicaraan.


"Jadi, pekerjaan kamu apa ya?"


njir, belum apa apa udah nanya pekerjaan.


"Ehm, aku tidak memiliki pekerjaan apapun." Jawabku.


"Oh! Kalau begitu bagaimana kamu menjelaskan pakaianmu itu?"


"Eeee, ini kutemukan di dekat danau karena bagus jadi kuambil."


"Oh, gitu ya? Itu seperti jaket ayahku, karena ayahku pernah membuang jaket yang mirip seperti kamu pakai itu kedanau itu ketika aku masih kecil, katanya jaket itu sudah kotor dan kuno." Kata gadis itu


Hah!? Beneran? Itu padahal hanya cerita karanganku lo!


"Eh... jadi ini jaket ayahmu ya?"


"Bukan bukan jaket ayah ku jauh lebih kuno daripada yang kau pakai itu."


"Oh, gitu ya."


"Tapi aku penasaran dengan wajahmu jadi boleh buka maskermu?" Kata gadis itu.


"I,iya tapi sebelum membuka maskerku aku ingin bertanya kenapa kau mau membantuku?"


"Em.. kenapa ya? Mungkin karena aku ingin mendapatkan teman baru dan juga aku kasihan padamu."


"Oh, jadi aku semengasihankan itu ya?"


"Bukan, bukan begitu maksudku."


"Baiklah! kalau begitu aku akan membuka maskerku."


Akupun membuka maskerku secara perlahan dan meletakan nya di meja kaca yang berada di depanku.


"Waw! wajahmu terlihat seperti orang baik ya!"


"Oh begitu ya."


Aku tau ini wajah orang lain tapi siapa orang yang sebenarnya memiliki wajah dan tubuh ini?


Orang ini mati di dalam gua yang dipenuhi dengan tikus pemakan daging.


(Berkat pria misterius tadi siang, aku sudah mengetahui apa yang sebenarnya terjadi padaku.)


"Menurutku pakaianmu lebih mirip seperti teman ayahku."


"Oh benarkah?"


"Dia merupakan orang yang sangat baik walaupun wajahnya rusak akibat disiram memakai minyak panas."


"Lalu dimana dia sekarang?"


"Entahlah, dia menghilang ketika sedang melakukan sebuah pekerjaan bersama ayahku, kata ayahku dia sudah dimakan oleh Black Cat ketika dia sedang membersihkan monster di hutan."


"..."

__ADS_1


"ini sudah larut, kalau begitu aku akan menunjukan kamarmu ada dimana."


"Eh, baiklah."


__ADS_2