The Isekai Project

The Isekai Project
Diulang paksa


__ADS_3

"Hei!! Kau tau mansion yang besar itu?" Kataku sambil mengikuti Naufal.


"Tentu saja kenapa?"


"Aku ingin tau sebenarnya mansion itu punya siapa?"


"Mansion itu punya senior kita."


"Kenapa dia membangun mansion di tengah hutan seperti ini?"


"Entahlah! Mungkin dia memiliki suatu alasan tersendiri."


Aku kemudian diam dan terus berjalan mengikuti Naufal.


"Kau masuk ke organisasi ini dengan alasan apa?" Tanya Naufal padaku


Sial! Aku gak tau harus mengarang alasan apa kali ini.


"Emm.... itu... dikarenakan keluargaku dibunuh oleh monster, jadi aku ingin masuk ke sini untuk membalas dendam pada monster yang telah membunuh keluargaku." Wah alasan yang bagus walaupun ceritanya agak klise.


Dia terdiam beberapa saat seolah olah merasa janggal dengan perkataanku.


"Oh begitu, aku turut berduka cita, jadi... monster apa yang membunuh keluargamu?"


"Aku tidak tau monster apa yang membunuh anggota keluargaku, karena pada saat itu aku masih sangat awam dengan monster."


"Bagaimana caranya kamu membalas dendam, jika kamu tidak tau monster apa yang membunuh keluargamu?"


Anjir!! Nih orang banyak tanya!


"Eh... balas dendam yang kumaksud adalah ingin membasmi semua monster yang ada di dunia ini."


"Selamat bermimpi, walaupun aku tidak yakin kalau itu akan menjadi kenyataan."


"Hehe, tentu saja"


"Yah, daripada menyebut mereka monster, aku lebih suka menyebut mereka Entity karena tidak semua dari mereka itu bersifat seperti monster." Ucap Naufal


Sudah berjam jam kami berjalan tanpa arah namun tidak melihat teman teman Naufal ada dimana.


"Hei! Sudah larut tapi kita belum sampai ke tempat teman temanmu." Tanyaku


"Aku tidak punya teman, karena aku adalah seorang perampok yang menyamar sebagai pemburu monster."


Terkejut mendengar perkataannya aku pun marah namun aku berusaha tenang dan mengatakan dengan suara pelan "Jadi, dari tadi aku berjalan pincang menahan sakit hanya untuk berjalan tanpa tujuan?"


"I,iya aku berbohong supaya kamu tidak panik kehabisan darah."


Wajahnya terlihat sangat ketakutan ketika aku mengambil pistolku dan mengarahkannya ke kepalanya.


"Oh, jadi apa yang harus kulakukan dengan luka ini?"


"......"


Si cebol itu diam dan tak mengeluarkan suara apapun di mulutnya.


Aku harus sabar karena dia sudah sangat jujur memberitahu hal ini dan dia mencoba membuatku tetap tenang dengan berbohong kalau akan menemui teman temannya, aku jadi tidak tega untuk membunuhnya.


"Namamu bukan Naufal kan?"


"I,iya"


"Lalu darimana kau bisa mendapatkan tanda pengenal itu?"


"A,aku mencurinya"


"Kau jujur juga ya!"


"Jadi kau menembaki ku berkali kali sebelumnya karena kau takut kalau aku Entity ya?"


"I,iya"

__ADS_1


"Kau juga mendapatkan rumor tentang mansion dan beberapa hal tentang Entity dari mana?"


"A,aku mendengar gosip dari pemburu monster."


"Kau ingin mencuri diam diam di mansion dengan cara menyamar sebagai pemburu monster bukan?"


Dia kali ini menganggukan kepalanya.


"Jadi aku ingin bertanya, apa kau mengetahui jalan keluar dari hutan ini?"


"Ti,tidak"


"Haha, aku penasaran jika bentuk hutan ini dilihat dari atas akan bagaimana? Karena ini sudah mirip backroom yang dihuni oleh monster monster mengerikan." Kataku sambil tertawa


"A,aku boleh bertanya gak backroom itu apa?"


"Itu hanya creepy pasta yang ada di tempat tinggalku sebelumnya."


"Creepy pasta itu apa ya?"


"Tidak usah bertanya hal hal yang merepotkan untuk dijawab."


Tapi itu membuatku berpikir kenapa orang tua Dziwo membiarkan putri mereka tinggal di tempat seperti ini?


"Hei, kau mengetahui tentang kota?"


Aku menurunkan pistolku dan kembali memasukannya ke kantung.


"Tentu saja aku tinggal disana"


"Kau mengetahui tentang titanic?"


"I,iya aku mengetahuinya dari koran yang kubaca 2 hari yang lalu, katanya kapal itu masih dalam tahap pembangunan."


"Katanya itu akan menjadi kapal yang mewah kan?"


"Tentu saja! kalau aku punya banyak uang aku akan menaiki kapal itu."


"Sepertinya hal itu tidak akan terjadi." Jawab orang itu


"Itu harus terjadi! Karena aku sangat mengharapkan kamu menaiki kapal itu." Kataku dengan nada penuh memberi semangat


"Oh, aku hampir lupa memperkenalkan diriku. Perkenalkan aku adalah seorang remaja berumur 18 tahun dengan nama HANAN."


"Kita sebaiknya tidak usah memperkenalkan nama karena itu lumayan berbahaya."


"...."


Aku tau apa yang dia maksud dengan berbahaya.


"Hei! Apa dikota sana ada monster seperti disini?"


"Tidak ada" jawab pria itu


"Jadi tugas pemburu monster itu sebenarnya apa?"


"Setahuku dari info yang kudapat, hutan ini sengaja dibuat oleh pemerintah untuk dijadikan kurungan bagi Entity berbahaya, semua entity yang ada disini hanyalah hasil buruan dari alam liar lalu dikembangbiakkan oleh pemerintah, entity entity itu dieksperimentkan supaya dapat dikendalikan oleh orang orang tertentu dan sampai sekarang eksperimen ini masih belum berhasil. Sedangkan untuk organisasi pemburu monster mereka berasal dari negara lawan yang mengetahui kalau negara ini sedang mempersiapkan senjata yang berbahaya, untuk itu mereka membuat sebuah organisasi untuk menggagalkan rencana tersebut da..."


"Stop!!! Aku muak mendengarnya karena itu seperti cerita fantasy!" ya emang fantasy sih.


"Tapi aku masih penasaran dimana kau bisa mendapatkan informasi itu?"


"Aku mendapatkannya ketika aku sedang mengemis di jalan dan orang yang misterius tiba tiba datang menghadapku dia mengatakan kalau aku akan mendapatkan banyak harta jika aku mengikutinya dan dia memberiku sebuah catatan yang memberitahu sedikit tentang hutan ini."


Pria misterius? Hmm...


"Apa yang kau lakukan untuk sampai kesini?"


"Entahlah... aku tiba tiba saja bisa ada disini."


Waduh ini teka teki yang sangat membingungkan, tapi aku tidak ingin berpikir sekarang karena kepalaku masih sangat sakit.

__ADS_1


"Tak terasa ini sudah mulai malam jadi aku berpikir bagaimana jika kita mencari tempat untuk tidur dan berlindung dari Entity."


"Tapi dimana kita akan berlindung?"


Aku melihat lihat sekitar dan tidak ada apapun disini hanya ada satu jenis pohon dan akupun tidak tau ini pohon apa.


Disaat aku berjalan sambil memperhatikan sekitar aku melihat lagi.


Dia adalah seseorang dengan wajah yang sangat hitam dan mata yang menyala dikegelapan, tubuhnya mirip seperti manusia.


"Hei lihat itu entity bayangan!" Teriakku


Kemudian aku memilih berlari karena siapa tau itu mirip seperti bayangan sebelumnya yang hanya diam.


Namun ternyata ini berbeda.


Dia mengejar kami dengan sangat cepat.


Kemudian aku dan sicebol itu menembaki monster itu namun dia tidak terluka sama sekali.


Dia berhasil menyentuh sicebol dan itu membuat kepala sampai perutnya hancur dan berhamburan kemana mana.


Aku terus berlari semakin cepat, Walaupun kakiku masih pincang dan terasa sakit tapi aku memaksakannya sampai sampai keluar banyak darah di bekas tembak. Namun dia malah semakin dekat dengan ku.


Ini lebih mengerikan daripada dikejar mayat Dziwo di dalam mimpi!


Dia semakin cepat.


Sial!! dia semakin dekat!!!


Dia berhasil menyentuhku.


Dalam beberapa detik aku merasakan kalau seluruh tubuhku serasa membengkak dan sangat sakit.


Dan aku kembali merasakan rasa sakit yang sama seperti sebelumnya yaitu seperti seluruh kulitku dicabut secara paksa dan rasa sakitnya ribuan kali dari itu.


Aku bangun lagi, namun kali ini aku bukan berada di dalam gua maupun didalam peti mati, melainkan...


"Dimana ini? Aku tidak bisa membuka mataku!"


"Disini sangat basah!"


Aku berusaha memberontak karena di dalam sini sangatlah sempit.


Seperti ada daging yang menjepit seluruh tubuhku.


Kemudian seperti ada seseorang yang mengeluarkan ku dari sini.


"Kasihan sekali, kamu hidup kembali sebagai bayi yang mati di dalam perut ibunya, ditambah lagi ibunya mati karena ditembak di rumahnya sendiri, padahal dia cantik."


Aku seperti kenal dengan suara ini? Ini seperti suara orang yang menyelamatkan ku dari entity tidak terlihat itu!


"Wah! Tubuhmu sangat merah sekali jadi seperti ini ya bayi yang baru lahir! Coba lihat seberapa kecilnya tubuhmu sampai sampai aku sempat mengiramu sebagai binatang." Suara pria misterius yang sama


Apa apaan ini? Aku benar benar tidak bisa melakukan dan melihat apapun, tubuhku sangat basah.


"Tenang dalam beberapa saat lagi orang sekitar akan menyelamatkanmu, jadi kamu tidak akan mati lagi."


Kemudian aku merasa diletakan di sebuah kain dan pria itu mengucapkan selamat tinggal.


"Selamat tinggal! Semoga kamu berhasil kali ini dan tidak mati lagi."


"Oh iya! Aku lupa kamu akan kubuat bisa melihat supaya mereka terkejut! Haha, aku penasaran dengan reaksi mereka."


Kemudian tiba tiba saja mataku terbuka.


Aku melihat tubuhku sangat kecil, merah dan berlendir.


Aku juga melihat pria yang sama seperti yang kulihat kemarin.


Dia menghilang seperti sedang berteleportasi walaupun aku yakin sepertinya itu bukan teleportasi.

__ADS_1


__ADS_2