
Aku mencoba bergerak namun, aku kesulitan untuk berpindah ke tempat lain aku hanya membuat kain yang yang kutindih ini begelombang.
Lelah melakukan hal itu aku melihat lihat tempat sekitarku dan ini sangat mirip seperti wastafel yang ada di dapur.
Aku sepertinya berada di wastafel yang bagian atas nya ditutupi oleh kain karena aku melihat keran air yang masih meneteskan air tepat diatas wajahku.
Aku terus terkena tetesan air itu di wajahku tapi aku tidak merasakan sakit apapun, kupikir ini akan sakit.
Aku kemudian menggeser kepalaku untuk menghindari tetesan air walau ini sedikit susah.
Aku kemudian mendengar suara pintu terbuka diatas keramik, dari suaranya dibuka aku tau kalau pintu itu sepertinya macet.
Kemudian terlihat ada dua orang berpakaian militer hitam yang melihat ke lantai dan salah satu dari mereka mengambil sebuah pedang dan mengayunkannya ke lantai.
Orang militer yang memiliki pedang itu terlihat mengambil rambut wanita yang panjang dari lantai.
Kemudian dia mengangkat rambut itu ke atas sampai kepala dari rambut itu terlihat olehku.
Kepala wanita itu sepertinya dipotong. Terlihat darah bercucuran dari leher kepala tersebut ketika diangkat.
Wajah kepala itu terlihat pucat dan matanya masih terbuka lebar.
Kemudian kepala itu dimasukan ke dalam sebuah kantung yang sepertinya sudah penuh, kantung itu juga meneteskan banyak darah.
Mereka melihat kearahku.
Kemudian salah satu dari mereka mengambil pisau dan sepertinya ingin menusukannya kepadaku.
"Jangan!!!" Teriak seorang berpakaian militer lainnya sambil menahan tangan orang yang ingin menusukku.
"Kenapa? Dia bayi yang berasal dari Filius! Sudah tugas kita untuk membasmi kaum mereka!!" Ucap prajurit itu.
"Jangan! Kita hanya disuruh untuk mengumpulkan kepala orang dewasa dan anak anak dari kaum Filius, sedangkan dia masih bayi yang baru lahir! Coba lihat warna kulitnya!" Ucap tentara yang sepertinya baik itu.
"Tapi kan dia berasal dari kaum Filius!! semua kaum Filius harus kita habisi! Termasuk bayi dan anak cucu mereka karena mereka juga pengkhianat!!" Bentak tentara yang ingin membunuhku.
Tentara yang SEPERTINYA baik itupun terdiam sebentar.
Lalu tentara yang ingin membunuhku kemudian menodongkan pistol pada tentara yang sepertinya baik itu dan mengatakan "oh, begitu ya? Kamu sudah menjadi pengkhianat dengan membela kaum Filius, aku akan melaporkan ini pada jendral dan akan membunuhmu di tempat ini."
Kemudian tentara yang sepertinya jahat itu, mengambil sebuah alat komunikasi dan berbicara pada seorang laki laki.
Melihat kesempatan itu, tentara yang sepertinya baik itu dengan cepat mengambil pisau dan menusukannya ke leher tentara yang satunya lagi.
"A,apa yang kau lakukan? Aku hanya bercanda!" Ucap tentara yang menelepon itu
Kemudian tanpa menghiraukan ucapannya, tentara yang sepertinya baik itu langsung menembakan peluru ke arah mulut yang tersembunyi dibalik maskernya berkali kali.
Tentara itu mati.
Kemudian tentara yang sepertinya baik itu mengangkatku dari atas wastafel.
__ADS_1
Dari atas aku melihat dengan jelas ada seorang wanita tanpa kepala yang tergeletak di lantai dengan bersimbah darah, Sepertinya dia ibuku.
Di samping juga ada tentara tadi yang mulutnya dipenuhi darah.
Kemudian di depanku aku melihat sebuah karung yang terbuka, karung itu jelas jelas berisi tumpukan kepala manusia.
"Kamu anak yang kuat ya! Kamu tidak menangis disaat seperti ini." Kata pria itu sambil mengelus dahiku
Kemudian pria itu mengangkat karung yang besar itu dengan satu tangan, karena tangan yang satunya lagi dipakai untuk menggendongku.
Pria itu keluar dari rumah ini.
Terlihat dari halaman rumah kalau banyak sekali pejalan kaki dan pesepeda yang mati dan kepalanya diambil.
"Mereka kejam sekali melakukan hal seperti ini pada warga sipil" Pikirku
Kemudian tentara itu membawaku ke sebuah mobil militer.
Di dalam mobil militer itu terlihat banyak sekali karung karung yang berisi kepala manusia. sepertinya mereka mengumpulkan kepala kepala warga sipil, tapi untuk apa?"
Disini sangat bau dan pria itu meletakan karung kepala sebelumnya ke dalam mobil itu.
Aku kemudian diletakkan di samping kursi pengemudi dan tentara itupun mengemudikan mobil itu dengan santai.
Sudah sekitar 10 menit aku disini.
Tentara itu menghentikan mobilnya dan melihat ke arah jendela mobil. Dia seperti memperhatikan sesuatu.
Dia membuka pintu mobil dan terlihat jelas ada rumah disitu, sepertinya dia akan mengunjungi rumah itu.
Dia mengambil sebuah karung kosong dan dia kembali menutup pintu mobil.
Kemudian aku seperti mendengar suara teriakan keras seseorang, dari teriakannya sepertinya itu adalah seorang kakek tua.
Lalu aku mendengar suara bagasi dibuka dan beberapa saat kemudian pintu mobil dibuka dan dia kembali melanjutkan menyetir mobil.
Dia terlihat sangat fokus melihat lihat daerah sekitar sambil menyetir mobil.
Itu membuatku ingin bertanya padanya "Kenapa kau membunuh dan mengumpulkan kepala orang orang tidak bersalah itu?" Namun aku tidak bisa melakukan itu karena aku masih bayi.
Karena sudah sangat mengantuk aku kemudian tertidur.
Namun disaat aku tidur aku tiba tiba terbangun karena ada seseorang yang memakai microphone dengan suara yang besar.
"Apakah kalian sudah berhasil mengumpulkan kepala kaum Filius?"
"Iya!!!" Teriak orang orang
"Kalau begitu kami akan memeriksa setiap mobil kalian dan menghitung semua kepala yang berhasil kalian kumpulkan!"
Kemudian terdengar ada orang yang membuka pintu belakang mobil, dan sepertinya membawa karung karung berisi kepala yang dikumpulkan oleh tentara itu.
__ADS_1
"Peserta yang paling banyak mengumpulkan kepala dari kaum Filius akan mendapatkan hadiah berupa uang 3 Miliar Dollar!"
"Uang segitu tidak akan sebanding dengan nyawa harus dikorbankan! Tapi kalau dipikir pikir banyak juga ya!" Pikirku
Kepalaku kembali terasa sakit padahal ini adalah tubuh yang baru.
Aku melihat ada seseorang yang membuka pintu pengemudi dan aku melihat kalau itu adalah tentara yang tadi.
Dia meletakanku dalam keranjang kayu dan menutupinya dengan penutup yang penuh lubang kotak.
Aroma disini lebih busuk lagi karena aku melihat banyak sekali tumpukan kepala wanita, pria, anak anak yang dikumpulkan dalam satu titik, ini pemandangan yang sangat mengerikan.
"Oke! Semua jumlah kepala dari setiap mobil sudah dihitung! Dan kami sudah memutuskan pemenang dari perlombaan ini."
Aku melihat juga kalau sebagian besar dari orang orang yang ikut perlombaan ini adalah tentara yang memakai pakaian militer hitam dengan senjata lengkap.
"Pemenang dari lomba membantai kaum Filius adalah Cornelio dan Julius yang berhasil mengumpulkan 589 kepala kaum Filius!!"
Tentara yang membantuku tadi terlihat sangat senang karena dia berteriak "yey!!"
Dia kemudian maju ke atas panggung dan para penonton menatap tajam ke arahnya.
"Aku merasakan firasat buruk dari tatapan mereka yang sangat tajam itu." Pikirku
Tapi tanpa mempedulikan itu tentara itu membuka masker dan helmnya kemudian melambaikan tangan ke arah para penonton.
"Ini dia Cornelio! Dia adalah salah satu pahlawan yang membantai kaum Filius!"
Para penonton bersorak meriah walau aku tau mereka mungkin iri.
Kemudian orang yang memakai microphone bertanya "dan dimana pahlawan yang bernama Julius?"
"Dia telah gugur dalam perlawanan terhadap kaum Filius, karena salah satu dari mereka menusuk leher dan menembak Julius tanpa belas kasih, seperti yang dulu mereka lakukan kepada kita." Jawab Cornelio sambil menahan tangis, sepertinya itu akting.
"Kita harus turut berduka atas gugurnya salah satu pahlawan yang telah melindungi kaum ini dari siksaan kaum Filius, lalu apakah kamu berhasil membunuh salah satu kaum Filius itu?"
"Iya berhasil kalau tidak percaya ini kepalanya!" Jawab Cornelio
Dia kemudian turun dari panggung dan menuju ke tumpukan kepala yang dia kumpulkan itu.
Dia mengambil kepala perempuan yang sepertinya ibuku dan kembali naik ke panggung.
Dia memegang kepala wanita itu dibagian rambut sambil mengangkatnya melebihi tingginya dan berteriak "Inilah pembunuh Julius!!!"
Kemudian orang orang mengata ngatai kepala itu dengan berbagai macam kata.
Cornelio meletakan kepala itu ke lantai kemudian dia duduk diatas kepala itu dengan santainya.
"Oke itulah dia pembunuh dari Salah satu pahlawan kita Julius! sekarang semua kepala yang kalian kumpulkan ini akan dijadikan sebagai bahan monumen negara!!"
"Yey!!!!" Teriak orang orang yang sedang menonton
__ADS_1