The Isekai Project

The Isekai Project
Mimpi


__ADS_3

Aku terbangun secara terbalik dan aku tidak dapat menggerakan kaki dan tanganku.


Aku melihat ke atas dan mendapati kaki dan tanganku dipotong.


Perutku juga dilingkari oleh tali yang menggantung di atas batang kayu.


Disekitarku terdapat orang orang bertelanjang dada dan memakai kalung yang memiliki gigi runcing.


Mereka meletakan dedaunan kering tepat dibawah kepalaku.


Mulutku dijahit, jadi aku tidak dapat membuka mulutku maupun berteriak.


Mereka kemudian seperti menyalakan api dibawah kepalaku.


Aku mencoba memberontak namun tidak terjadi apapun disini.


Api menyala.


Itu membuatku sangat panik dan aku mencoba memberontak sekuat tenaga.


Api itu kemudian membakar rambutku dan membuat kepalaku menjadi terasa sangat panas.


Rasanya aku ingin berteriak namun tidak bisa.


Mereka kemudian menambah beberapa daun kering lagi, itu membuat api itu semakin membesar.


Itu membuatku semakin memberontak. seluruh tubuhku terasa panas mataku rasanya seperti mendidih dan otakku seperti dipanggang di dalam oven.


Kulitku menjadi sangat hitam dan melepuh.


Namun dalam beberapa saat aku malah menjadi kedinginan, walau masih sangat sakit.


Api menyebar di tubuhku namun aku malah kedinginan.


Aku terbangun.


Di kasur tempat mansion sebelumnya. Ternyata semua itu hanya mimpi.


Aku beranjak dari tempat tidur dan mengambil tasku.


Entah mengapa aku merasa ketakutan berada di mansion ini walau sudah pagi. Mungkin karena mimpi kemarin.


Aku mengelilingi mansion ini dan mengambil beberapa barang yang mungkin akan berguna, termasuk uang dan perhiasan.


Aku melihat lihat setiap lantainya.


Aku juga pergi ke lantai 20 aku duduk disalah satu kursi yang digunakan untuk bermain kartu.


"Hm... Mustahil tidak ada pembantu satupun di tempat sebesar ini"


Kemudian aku pergi kembali ke bawah menggunakan tangga.


Dan keluar dari mansion itu dengan membawa beberapa barang berharga yang bisa kubawa.


Aku keluar dari mansion itu atas keinginanku sendiri karena entah kenapa aku lumayan takut kalau mimpi itu menjadi kenyataan.


Ini isekai kan? Seharusnya hal semengerikan itu tidak mustahil terjadi.


Jadi untuk jaga jaga aku ingin pergi ke desa yang dimaksud oleh Dziwo sebelumnya.


Aku juga mampir sebentar ke kuburan Dziwo untuk melihat kalau kuburannya tidak terbongkar, dan ternyata masih aman.


Aku kembali menuju ke hutan dan melanjutkan perjalanan ku menuju arah utara.


Aku melihat sungai mengalir, jadi aku mengikuti arah sungai itu.


Aku terus mengikuti aliran sungai itu, aku terus berjalan sampai beberapa jam.


Tidak ada satupun orang yang kutemukan disini.


"Mungkin hutan ini memang benar benar terlarang sampai sampai tidak ada satupun orang disini." Pikirku


Entah kenapa dari tadi aku merasa diperhatikan oleh sesuatu.


Aku sadar, ada yang berlari ke arahku!


Dengan cepat aku mengarahkan pistolku.


Aku melihat dia memakai pakaian yang sama seperti punyaku.


"Hei! Tenang aku manusia!"


"Kau? Siapa?"

__ADS_1


"Aku adalah seorang pemburu monster!" Kata pria itu dengan wajah panik


"Kenapa kau berlari?"


"Ada monster yang mengejarku!!"


"Oh, itu artinya aku juga harus lari."


Akupun menurunkan pistolku dan berlari sekuat tenaga.


Dia juga berlari mengikutiku. Aku mendengar suara dari belakang sepertinya itu monster yang lumayan berbahaya.


Suaranya sangat keras.


"Hei! Monster apa yang mengejarmu?"


"Monster berkaki panjang!!"


"Jangan terus berlari sepertinya kita harus bersembunyi!"


Aku melihat sebuah pohon dengan celah yang sepertinya cukup untuk dimasuki oleh satu orang.


Akupun dengan cepat memasuki celah itu.


"Hei! Aku juga ingin masuk!"


"Tidak! Kalau kau masuk aku bisa ketahuan! Cari tempat sembunyi yang lain saja sana!"


Diapun langsung berlari ke tempat lain.


Aku juga mendengar suara monster itu mendekat, monster itu juga bau.


Aku melihat monster itu seperti manusia dengan kaki yang sangat panjang.


Monster itu dipenuhi dengan bulu dan wajahnya terlihat sangat menyeramkan dengan gigi taring yang keluar dari mulutnya, monster itu juga memiliki kuku yang sangat panjang dan terlihat sangat tajam.


Kenapa dia kabur dengan monster yang dapat ditembak oleh pistol ini ya?


Aku pun keluar dari celah pohon itu dan langsung menembak kepala monster itu dengan pistol yang kubawa.


Berhasil! Monster itu berhasil tumbang.


Untuk memastikan monster itu benar benar mati aku menembak kepalanya sekali lagi.


Aku kemudian melanjutkan perjalananku kembali untuk mencari peradaban.


"Orang itu kenapa ya? Dia kabur, padahal monster itu terlalu lemah, bahkan aku hanya menembaknya sekali di kepala dia langsung mati, mungkin peluru pistolnya sudah habis?"


Entah sudah berapa lama aku berjalan, namun sepertinya hari sudah mulai gelap.


"Ingat!! Aku harus berhati hati jika bertemu dengan orang yang misterius, apalagi seorang gadis yang tiba tiba mengajakku ke dalam rumahnya."


Aku duduk di sebuah batang pohon yang tumbang sambil memakan beberapa makanan yang kuambil dari mansion.


Setelah selesai memakan makanan itupun aku kembali melanjutkan perjalananku.


Namun tepat disaat aku membalikan badan, terlihat seorang pria yang sangat tinggi berdiri menatapku.


Dia memberikan senyuman yang lebar dengan kepala dan matanya yang kecil, itu tidak normal untuk seorang manusia.


Dia terlihat memakai jas dengan sangat rapi.


Aku kemudian berjalan secara perlahan ke arah kiri, dia terus memperhatikan ku dengan senyuman dan wajahnya yang sangat mengganggu.


"Hei!! Kau siapa?" Teriak ku


Karena terlihat sangat mencurigakan aku mengambil pistolku dan mengarahkannya ke arah pria tinggi itu. Dia tidak menimbulkan reaksi apa pun.


Aku kemudian mengarahkan pistolku ke langit dan menembakannya.


Tapi pria itu tetap diam seolah olah dia tidak mempedulikan ancamanku.


Dia tetap tersenyum dengan sangat lebar.


Karena hari sudah mulai gelap akupun memilih untuk kabur.


Dia tidak mengejar ku, dia hanya terlihat diam sambil tersenyum dengan wajah yang mengganggu.


Aku terus berlari sejauh mungkin dari pria misterius itu.


"Oke, sekarang aku tau kenapa tidak ada pemukiman disini!"


Setelah merasa sudah aman aku duduk di tanah karena sudah terlalu lelah berlari. Aku meminum air di dalam botol yang kemarin.

__ADS_1


Sepertinya aku harus benar benar mencari pertolongan sekarang.


Terlihat seorang pria pendek yang memakai baju sama persis seperti yang kupakai.


Dia menuju ke arahku.


Aku kemudian menodongkan pistolku karena sepertinya dia tidak bisa dipercaya.


"Tenang! Aku bukan monster! Aku manusia!" Teriak pria itu


"Apa yang bisa membuktikan hal itu?"


Kemudian dia mengambil sesuatu di kantungnya dan menunjukan sebuah tanda pengenal.


Terlihat dari tanda pengenal itu, kalau nama orang ini adalah Naufal Yoga Pratama dan pekerjaan dia adalah pemburu monster.


Aku kemudian menurunkan pistolku.


"Kau benar benar selamat?" Tanya orang itu.


"Kenapa kau tanya hal seperti itu?"


"Namamu! perkenalkan namamu!"


"Namaku Hanan."


Setelah menyebutkan namaku orang itu kemudian mengambil senjata api dan menembakannya ke kepalaku, dan entah keberuntungan apa ini? Tapi aku berhasil menghindar dengan hanya sedikit bergerak ke arah kiri, dan itu tidak disengaja.


Suara tembakannya sangat keras saat melewati telingaku.


"Hei! Tenang bro! Ada apa ini?"


"Mana mungkin kamu hidup lagi kamu mungkin adalah monster bayangan yang sedang menyamar."


"Hei! Lihatlah aku! Apa aku terlihat seperti monster?"


Namun tanpa mendengarkan ucapanku orang itu terus menembaki ku.


Aku terus menghindar dan bersembunyi dibalik pepohonan.


"Kamu terlihat sangat lihai menghindari serangan timah panas, sejak kapan kamu bisa seperti itu?" Tanya pria itu sambil terus menembak.


"Hei! Mungkin kamu salah orang! Aku hanya mirip seperti temanmu itu!" Teriakku


"Benarkah itu? Sulit dipercaya"


Selagi terus ditembaki seperti sambil terus menghindar dan bersembunyi di balik pepohonan, aku mengambil buku dan mencari tau apa itu monster bayangan.


Terlihat di halaman lima kalau monster bayangan itu adalah makhluk berwarna hitam yang masih satu ras dengan Black Cat, namun makhluk itu dapat menyamar menjadi manusia walau penyamarannya tidak natural dan sempurna, dan makhluk itu juga tidak sekuat Black Cat dan dapat dengan mudah ditemukan disekitar gua, terkadang juga di pemukiman warga.


"Hei!! Apakah wajahku terlihat tidak natural bagimu?" Teriakku


"Wajahmu sangat mirip seperti manusia! Apakah kamu mutasi dari monster bayangan?" Kata orang itu


"Tentu saja tidak!"


Kemudian disaat aku sedang menghindar, satu peluru tepat mengenai kakiku dan kemudian ada dua peluru yang mengenai bahuku kanan ku.


Aku kemudian terjatuh dan dipenuhi darah.


"Kamu berdarah dan merintih kesakitan, itu artinya kamu adalah manusia." Kata orang itu dengan tenang


"Tentu saja!!! Bodoh!!"


"Maaf aku salah mengiramu sebagai monster bayangan."


Dia kemudian menjulurkan tangannya seolah olah ingin membantuku berdiri.


Dia bodoh, dia kira aku cuman tersandung batu apa?


"Tenang saja aku bisa berdiri sendiri."


Kemudian si cebol itu mengambil kotak P3K dan mengambil perban.


Dia kemudian memperban luka tembaknya dan perban yang diberikan lumayan tebal.


Dia juga menekan pembuluh darah yang berlokasi dekat dengan jantung.


"Udah! Seharusnya ini sudah aman jadi aku akan membawamu kepada teman temanku untuk mendapatkan bantuan."


"...."


Mungkin dia masih tidak dapat dipercaya, aku harus tetap waspada.

__ADS_1


__ADS_2