The Isekai Project

The Isekai Project
Jangan kejar aku dikegelapan


__ADS_3

Disini tidak ada pel jadi aku memakai baju yang ada di cucian untuk membersihkan noda darah nya.


"Gak apalah pakai baju ini, ini bukan baju punyaku juga."


Aku juga kembali ke lantai enam untuk mengambil kedua kakinya yang terpotong dan memikirkan bagaimana caranya aku menyingkirkan kedua kaki ini.


aku melihat ke arah jendela dan terlihat seekor anjing yang sepertinya kelaparan diluar.


Akupun melemparkan kedua kaki itu ke bawah untuk dimakan oleh anjing itu.


"Oke, masalah potongan kaki sudah selesai! Sekarang aku mungkin harus menguburkan Dziwo yang barusan kulempar ke basement supaya tidak menimbulkan bau busuk."


Aku kemudian kembali ke lantai satu menggunakan tangga yang sama dan disaat menuruni tangga aku merenungkan beberapa hal.


Aku sepertinya barusan kehilangan kendali sampai sampai peri kemanusiaanku menghilang.


Aku membunuhnya jadi mungkin saja aku sama seperti dia. Tidak! Tidak mungkin! Aku hanya membunuh seseorang yang memakan orang tuanya sendiri, jadi aku hanya menghukum mati saja.


Akupun melihat ke arah lantai dan mengatakan "Heh, seharusnya langsung kutembak saja dia dikepala, supaya darahnya tidak berceceran sebanyak ini, Sekarang aku malah kerepotan membersihkannya."


Akupun membuka pintu basement yang sudah rusak kutendang itu dan memasukinya.


Kurasa belum satu jam kutinggal tapi bangkai ini sudah dipenuhi oleh semut.


Tapi pandanganku pun teralihkan oleh sebuah peluru yang sepertinya cocok untuk pistol tua ini atau Colt Revolver yaitu peluru dengan kaliber 45.


"Wah, untung banget! Peluru pistol ini baru saja habis! Ternyata disini ada stok peluru!"


Akupun mengambil tumpukan peluru itu namun aku tidak dapat mengambil semuanya karena seluruh kantungku sudah penuh.


Tapi entah ini hari keberuntunganku atau apa, tetapi aku melihat ransel besar yang tergantung tepat didinding basement itu.


Aku mengambil ransel itu dan menyimpan banyak peluru dan beberapa barang lainnya di dalam ransel. Walaupun ransel itu sangat berdebu dan dipenuhi jaring laba laba.


Setelah itu aku kembali mengangkat bangkai Dziwo, walau ini menjijikan tapi aku harus tetap melakukannya.


Aku membawanya keluar dan meletakannya ke tanah.


Kemudian aku mengambil sekop digudang dan mulai menggali tanah sedalam mungkin diluar.


"Kurasa ini sudah cukup untuk mayat tanpa kaki."


Aku memudian meletakannya ke dalam lubang dan menimbunnya kembali.


"Oke, masalah bau busuk selesai! Sekarang aku hanya tinggal membersihkan noda darah dilantai."


Akupun menggunakan baju yang kuambil tadi sebagai kain pel.


Aku juga membersihkan noda darah di lantai enam dan kamar tamu.


Aku tetap berusaha membersihkan noda darah ini walaupun lumayan susah.


Setelah selesai membersihkan aku kembali ke kamar tamu dan berbaring dikasur untuk melanjutkan tidur karena ini masih tengah malam.


Tapi sekarang aku susah untuk tidur, entah karena apa?

__ADS_1


"Hmm, seharusnya Dziwo tidak membiarkan orang asing menginap di Mansionnya."


Aku ingat dia pernah bilang kalau dia membunuh kedua orang tuanya karena mereka sangat berisik.


Aku pernah mempelajari ini disekolah, mungkin dia mengidap Misophonia?


(Catatan: Misophonia adalah ketika seseorang sangat membenci suara bising seperti teriakan anak kecil, ketukan meja, orang berteriak, suara orang ngelas besi dan suara berisik lainnya.


ketika penderita mengalami Misophonia mereka biasanya mengalami rasa panik, kecemasan, dan agresi tidak terkontrol.


Mereka juga kerap mengalami sakit kepala, nyeri dada dan nyeri diseluruh tubuhnya ketika mendengar suara bising.


Penderita Misophonia juga biasanya ingin sekali memukul atau bahkan membunuh orang yang membuat suara bising.)


Entahlah, mungkin aku harus mulai tidak memikirkan teori liar lagi untuk sementara, karena entah kenapa akhir akhir ini kepalaku terasa sangat sakit.


Aku kemudian menutup mataku dan mencoba untuk tidur.


Jam 1:20


Aku masih belum bisa tidur, aku hanya menutup mataku selama satu jam.


Itu membuatku agak sedikit kesal dan menuju ke dapur berharap bisa mendapatkan susu.


Aku membuka laci yang menggantung di atas dan menemukan beberapa rempah rempah.


Aku tidak melihat ada susu disini.


Kemudian aku mencarinya di laci yang satu lagi dan aku menemukan satu botol susu.


Namun disaat aku ingin meminum susu itu aku teringat kalau Dziwo meracuni kedua orang tuanya menggunakan minuman.


Akupun mengurungkan niatku untuk meminum susu itu dan aku hanya meminum air yang kuambil dari danau kemarin.


Tapi disaat aku ingin kembali ke atas, aku dapat melihat seseorang tanpa kaki diatas tangga seolah ingin menghadangku.


Itu membuatku keringat dingin dan sangat ketakutan.


Aku seolah olah tidak bisa bergerak ketika menatapnya.


Dan itu membuatku ingat tentang sebuah sihir yang akan aktif ketika penggunanya sudah mati. Aku mengetahui informasi ini dari buku yang kuambil dari kereta kuda dua remaja itu.


Penampilannya sangat mengganggu jika dilihat.


Dia memiliki kulit yang sangat pucat, tatapannya kosong, pipi bagian kanan robek, dia berdiri di tangga yang gelap, matanya menyala dan ada beberapa bercak merah di wajahnya.


Aku kemudian mundur secara perlahan dengan bulu kuduk ku yang berdiri.


Aku mencium bau yang sangat busuk, dan melihat ke arah luar.


Aku melihat kuburan Dziwo terbongkar.


Dan aku kembali menoleh ke arah tangga, mayat Dziwo ada di atas tangga itu tidak bergerak sedikit pun dan tatapannya tetap kosong.


Tentu saja aku akan kabur dari sini.

__ADS_1


Aku berlari menuju pintu namun belum sempat berlari menuju pintu, mayat Dziwo malah melayang ke arahku dan menempel tepat di punggungku.


"Argghhhhh!!!!!!!! Pergi!!!!! Kau!!!!!! Dari sini!!!!" Teriakku karena terlalu panik


Aku berlari secepat mungkin menuju ke hutan itu kembali.


Aku menoleh kembali ke belakang, dia terlihat berdiri di depan pintu sambil menatapku dengan matanya yang bercahaya.


Aku tidak akan kembali ke mansion itu lagi.


Aku tidak akan kembali ke mansion itu lagi.


Aku tidak akan kembali ke mansion itu lagi.


Aku tidak akan kembali ke mansion itu lagi.


Aku tidak akan kembali ke mansion itu lagi.


Aku tidak akan kembali ke mansion itu lagi.


Aku tidak akan kembali ke mansion itu lagi.


Aku tidak akan kembali ke mansion itu lagi.


Aku terus memikirkan itu sambil berlari dengan cepat.


"Jangan!!!! Aku tidak mau lagi membayangkan wajahnya!! Wajahnya seperti mimpi buruk bagiku!!"


Aku terus berlari semakin cepat.


Lalu aku merasa ada sesuatu di belakangku.


Dia membisikan "Aku akan selalu ada di dalam mimpi burukmu dan akan membuat mu selalu menderita."


"Tolong!!! Apa ada orang disana? Selamatkan aku!!!!" Teriak ku


Aku tidak ingin melihat ke belakang dia terus mengatakan "aku akan ada di setiap mimpi burukmu! Termasuk kematianmu!" Dia mengatakan itu berulang kali.


Aku terus berlari di hutan yang begitu luas ini.


Di gelap malam tanpa kehadiran bulan.


Aku hanya berlari di dalam kegelapan dan beberapa kali tersandung kayu dan batu.


Aku juga merasakan ada rambut yang begitu panjang di belakang ku.


Aku terus berlari, Berlari, dan berlari.


Ini seperti hutan abadi, aku tidak menemukan ujungnya sama sekali.


Disini juga begitu dingin namun mayat itu terus saja mengejar tanpa henti.


Aku merasa ada sesuatu yang menggigit tangan dan kakiku.


Aku terjatuh.

__ADS_1


Terbangun, di ikat, terbalik, kaki dan tangan?


__ADS_2