
Cornelio kau benar benar sadis dan tidak punya hati. Tempat ini terlihat seperti berada di zaman modern namun, sifat sifat mereka seperti masih berada di era 1900an.
Kemudian Cornelio kembali mengangkat keranjang kayuku dan menuju kembali ke mobil militer.
Dia kemudian meletakanku di kursi penumpang dan kembali menutup pintu mobil.
Beberapa saat kemudian dia kembali ke dalam mobil ini sambil membawa uang yang sangat banyak.
Dia sepertinya meletakan sebagian besar uang itu di bagasi dan sebagian lainnya lagi diletakkan di dekat kursi pengemudi.
Dia kemudian kembali mengemudikan mobilnya seperti sebelumnya.
Dari raut wajahnya aku tahu kalau dia sangat senang mendapatkan uang sebanyak itu. Tapi aku merasa curiga dia akan pakai untuk apa uang sebanyak itu.
Kami sampai dirumah Cornelio aku tahu itu karena dia mengatakan "Ini adalah rumahku, selamat datang di tempat tinggal barumu aku akan menjadi ayah yang baik untukmu."
Kemudian dia memasukan mobilnya di garasi dan aku memikirkan sesuatu yang agak janggal "Bukannya ini mobil militer, apa memang bisa dibawa pulang? Oh, iya! Ini adalah isekai jadi wajar saja seperti ini" pikirku
Kemudian pintu garasi tertutup secara otomatis dan Cornelio mengangkatku dari keranjang ini dan keluar dari mobil.
Kemudian dia masuk kedalam rumahnya yang terlihat sederhana ini dan memasukanku ke kamar yang sepertinya sudah disiapkan untuk bayi "Hah? Dia sudah punya bayi?"
Dia kemudian meletakanku di tempat tidur bayi yang sepertinya disiapkan untuk bayi perempuan.
Dia duduk di kursi dekat tempat tidur bayiku dan mengatakan "Hei! Kau tahu? Istriku ketika sedang hamil dia sering sekali menyanyikan lagu pada bayinya ketika masih didalam kandungan, dia bilang bayi yang masih ada didalam kandungan sudah dapat mendengar hal disekitarnya. Karena kandungan istriku sudah hampir sembilan bulan aku merias ruangan kamar kami sebagai tempat yang bagus untuk bayi perempuan, namun ketika aku sedang bertugas, kaum Filius menyerang lingkungan rumah kami, mereka memotong kepala orang orang yang ada di sekitar sini, banyak sekali orang orang baik yang mereka bunuh, termasuk istri dan bayi yang sedang dikandungnya, kaum Filius memotong kepala orang orang tersayangku ketika mereka sedang tidur. Mereka benar benar kejam! Tapi sekarang aku sudah melakukan hal yang sama seperti yang mereka lakukan dulu pada keluarga dan orang tersayangku. Aku tidak ingin balas dendam, tetapi entah kenapa ketika aku ditugaskan untuk memotong kepala kaum Filius satu persatu aku merasa lebih baik, mereka akhirnya merasakan apa yang kurasakan 2 tahun lalu, dan aku sangat puas akan hal itu." Cornelio mengatakan itu sambil sedikit meneteskan air mata
Sekarang aku paham kenapa kalian mengadakan lomba yang aneh itu.
"Aku tahu kau akan melupakan apa yang kukatakan ini, atau mungkin kau tidak paham apa yang kukatakan tadi. mempunyai bayi adalah keinginan dari istriku dan sekarang sudah ada kau. Dia pasti akan senang jika masih ada disini, atau mungkin jika anakku masih dapat selamat dia akan mendapatkan adik tiri laki laki sepertimu. Yah! Mungkin aku sudah gila jadi sekarang aku berbicara padamu."
Drama banget nih orang! Gw padahal enggak terlalu peduli ama masa lalu lu!
"Aku belum memberimu nama mungkin sekarang sudah waktu yang tepat untuk memberi nama padamu. Aku akan memberimu nama Michael Malloy, bagaimana? Kamu suka?"
Aku seperti kenal dengan nama itu, tapi terserah dia saja! Aku kemudian mengangkat tanganku kalau menandakan itu artinya iya.
__ADS_1
"Baiklah! Sepertinya kamu suka dengan nama itu!" Jawab Cornelio dengan wajah yang terlihat senang
Diapun keluar dari kamar dan menutup pintunya sambil mengucapkan "Selamat malam Michael manis."
Aku tidak tahu apa yang terjadi, namun tiba tiba saja tempat tidur bayi transparan ini tertutup secara otomatis dan seperti melindungiku dari sengatan nyamuk. Dibagian atas juga terdapat mainan gantung yang terus berputar secara perlahan.
kali ini aku merasa mengantuk dan aku bisa dengan mudah tidur kali ini.
Tak terasa hari sudah pagi, disini aku masih tertidur.
Kemudian Cornelio membuka penutup tempat tidur itu dan membangunkanku.
Sepertinya dia membawa botol susu formula "Ini minumlah! Aku tahu kalau kamu sebenarnya membutuhkan ASI tapi itu tidak bisa dilakukan oleh laki laki."
Dia kemudian mengangkatku dan membaringkanku ditangannya yang sangat kekar.
Kemudian dia memasukan dot botol itu kemulutku. Enak juga ya! Terakhir kali aku iseng meminum susu formula rasanya sangat tidak enak kecuali jika itu masih dalam bentuk bubuk.
"Wah! Kamu lahap juga ya meminumnya! Aku baru pertama kali menyusui bayi seperti ini." Kata Cornelio sambil tersenyum dengan sangat ramah kepadaku
3 bulan telah berlalu.
Setiap pagi Cornelio pergi ke restoran itu, dan seringkali juga dia ingin aku ikut ke tempat kerjanya, tapi aku menolaknya dan sering menangis karena wajah dari pak bos sangat mengerikan bagiku.
Aku masih belum dapat berdiri namun aku sekarang sudah dapat berbicara dengan sangat lancar, walaupun itu agak aneh untuk anak berumur 3 bulan.
Aku biasanya menunggu di depan pintu sambil merangkak (Agak aneh bayi umur 3 bulan sudah bisa merangkak) dan ketika dia datang aku akan meminta dia untuk menggendongku.
Cornelio juga biasanya memberikanku mainan untuk kumainkan, namun ketika dia keluar aku akan berusaha memanjat kursi komputer karena aku sudah sangat lama sekali tidak memegang keyboard dan mouse walau aku selalu gagal.
"Hari ini aku akan mencobanya kembali! Siapa tau aku akan berhasil kali ini!"
Kemudian aku memanjat kursi gaming milik Cornelio lagi aku beberapa kali terjatuh namun disaat percobaan ke 6 aku akhirnya berhasil menaiki kursi gaming itu.
Aku menaiki meja komputer itu dan mengaktifkan komputernya.
__ADS_1
"Aku sudah lama tidak melihat logo windows sedekat ini!"
Aku kemudian menggerakan mouse komputer itu dan mencari browser.
Aku sudah membuka peramban FireFox(FF) dan mengetik beberapa kata disitu.
Pertama tama aku mengetik "satu hari berapa jam?" Dan disini diketahui kalau satu hari di dunia ini sama dengan 36 jam.
Namun tiba tiba Cornelio pulang dan melihatku memainkan komputernya, disitu Cornelio terlihat kaget dan mengatakan "Kau dapat memahaminya?"
Lalu aku mejawab "iya! pa! Aku paham!"
Kemudian Cornelio mengangkatku dari atas meja itu dan mengatakan "Wah! Kamu hebat! kamu belajar darimana?"
"Aku selalu melihat papa mengetik di komputer dan bermain game jadi aku mempelajarinya" Jawabku dengan wajah polos
"Wah!! Kamu begitu hebat! Ini kamu yang mengetiknya?"
"Iya"
"Wah! Kamu sudah dapat membaca di umur 3 bulan itu sangat hebat!!"
"Hehe"
Dia terlihat sangat bahagia dan bahkan aku melihatnya sampai mengeluarkan air mata.
"Coba tunjukan padaku apa saja keahlian yang kau ketahui."
Dia kemudian mengambil tabel huruf abjad dan menyuruhku untuk membaca semua huruf yang ada disitu.
"A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z"
"Lalu bagaimana kalau ini!" Dia mengatakan itu dengan wajah yang sangat senang
"1 2 3 4 5 6 7 8 9 10"
__ADS_1
"Wah! Kamu dapat menghafal semua itu tanpa disuruh! Itu sangat hebat! Sebagai hadiah bagaimana kalau aku memberikanmu mainan baru!"
"Yay!!!" Aku mengatakan itu supaya dapat membuatku terlihat lebih mirip seperti bayi, padahal aku sangat tidak tertarik dengan mainan.