
@
Mengingat mimpi tadi malam aku berpikir belum saatnya aku mencari tahu tentang ibuku. Aku harus menjadi kuat terlebih dahulu. Aku harus bisa melindungi keluargaku. Jika aku yang sekarang mengungkapkan jati diriku maka aku belum sanggup untuk melindungi keluargaku. Masih banyak mage diluar sana yang lebih hebat dariku. Jadi aku harus siap menanggung tanggung jawabku.
Pagi telah datang aku bersiap ke sekolah. Aku berangkat sedikit lebih pagi. Aku juga mengambil sarapanku lebih awal. Aku menjadi anak pertama yang sampai di kelas. Aku berusaha menghindari anak anak lain agar mereka tak menggangguku.
Beberapa menit kemudian tiba beberapa anak. Salah satu di antara mereka adalah mia. Ia datang dengan teman perempuan lainnya. Ia datang menghampiriku dan menyapaku. Aku balas menyapanya. Beberapa saat kemudian tiba beberapa anak laki laki. Terlihat mia segera pergi meninggalkanku. Ia berkata untuk melanjutkan ngobrolnya nanti lagi. Tampaknya ia sedikit takut saat berbicara denganku ia mungkin juga mendapat perlakuan yang buruk di asramanya.
Bel tanda masuk pun berbunyi. Beberapa kemudian masuk kelas. Ternyata mereka berangkat tidak langsung menuju kekelas. Setelah merka semua masuk, masuklah bu Dinana. Kali ini ia yang mengajar. Yah setidaknya aku tak merasa bosan seperti kemarin karena aku mengenal gurunya.
Bu Dinana menjelaskan tentang mage berkemampuan khusus. Mage berkekuatan khusus adalah mage yang di anugerahi kemampuan merubah tubuh mereka menjadi seperti kemampuan mage mereka. Ia juga menjelaskan bahwa mage berkekuatan khusus tak dapat didapatkan oleh orang lain.
Biasanya mage berkekuatan khusus adalah mendapatkan kemampuannya secara turun temurun dari keluarganya. Ketika para mage ini menggunakan kemampuannya kekuatan magic mereka akan berubah menjadi putih sebagai tanda bahwa mereka adalah mage khusus. Sebutan bagi para mage ini adalah expert.
Namun selain memiliki kemampuan khusus mereka memiliki tanggung jawab yang berat. Tanggung jawab mereka sangatlah berat. Mereka para expert harus setia terhadap raja atau calon raja yang sesuai dengan generasinya. Mereka harus setia terhadapnya. Ternyata mendapatkan kemampuan khusus berarti mereka harus siap menaggung beban yang telah diberikan.
Bu Dinana juga menjelaskan tentang siapa saja mage expert ini. Ternyata kepala sekolah adalah mage expert juga. Namun karena ia adalah calon ratu maka tanggung jawabnya melindungi raja kerajaan Quardia gugur. Selain kepala sekolah ada empat orang lain yang menjadi expert.
Ketika bu Dinana menjelaskannya disinilah hatiku berdegup kencang. Salah seorang diantara mereka berempat adalah ayahku yang merupakan mage expert petir. Jiak memang benar kemampuan khusus ini bersifat turun temurun apakah aku juga termasuk mage expert mewarisi ayahku. Aku akan menyelidikinya nanti.
lalu para expert di generasiku juga bu Dinana jelaskan. Aku terkejut sekali lagi bahwa Anggrek dan Airin adalah mage expert di generasiku. Anggrek mewarisinya dari ayahnya, ia adalah yang terpilih dari tipe api. Sedangkan Airin mewarisinya dari kepala sekolah yang juga merupakan bibinya, ia bertipe air.
Selain mereka berdua masih ada dua anak lagi. Mereka adalah Hakki yang mewarisinya dari ibunya, ia bertipe angin. Sedangkan mage expert yang terakhir adalah Vido tipe tanah yang mewarisi kemampuannya dari ayahnya. Sedangkan ketika bu Dinana menjelaskan tentang ayahku, ia hanya menjelaskan bahwa ayahku telah mati dan berjasa bagi kerajaan.
Ternyata ayah merahasiakan tentang dirinya. Mungkin sebab itu pula kami tinggal jauh di gunung. Aku harus menjaga rahasia bahwa aku adalah anak dari pahlawan kerajaan. Selain itu ada permasalahan lain bagi para expert generasi ini, yaitu tentang raja yang akan mereka ikuti dan patuhi. Hal ini karena sang putri atau kepala sekolah belum mmemiliki anak dan tidak berkeinginan untuk mencari pasangan hidup.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian bel istirahat berbunyi. Aku berencana untuk menemui Mia. Namun beberapa saat sebelum aku menemui mia ada beberapa anak menemuiku. Aku disuruh untuk ikut mereka. Nampaknya statusku ketahuan. Aku harus membereskan masalah ini.
Aku ikut saja dengan mereka. Mereka membawaku menuju sebuah tempat belakang gedung. Di sana telah menunggu beberapa anak. Salah seorang dari mereka aku tampak pernah melihatnya. Ia adalah orang yang pernah bertanding dengan Anggrek waktu itu.
“hei kau anak baru, sebaiknya kau mematuhiku.” Katanya.
“apa mematuhimu, apakah itu perlu?”
“hei kau masih baru sudah berani melawan ya.” Lalu tampak seseorang anak datang membisikinya. “apa kau anak nonmage.” Sambungnya.
“ya aku memang anak non mage.”
“sudah non mage mau nantang kami.” Lalu ia berdiri sambil mengeluarkan pedangnya.
“siapa yang berani melawannya akan melawanku.” Teriaknya.
“hei terimakasih bungaku.” Godaku membalasnya.
“tak kusangka kau berhasil masuk kemari monster kecil.” Sambungnya.
“kau meremehkanku.” Balasku.
“jika kalian masih mengganggunya kalian akan berhadapan denganku. Dan kau rona aku pernah memperingatkanmukan.”
Setelah mereka mendengar perkataannya, mereka langsung pergi. Hingga tinggallah kita berdua.
__ADS_1
“Nggrek ada hal yang ingin kubicarakan denganmu.” Ucapku padanya setelah semua orang pergi.
“apa itu?”
“apakah benar bahwa kau adalah mage expert.”
“ya”
“bolehkah kamu memperlihatkannya padaku.”
“jadi kamu tertarik padaku.”
“ya aku hanya penasarn saja, tadi pagi pelajaran kelasku membahas tentang mage expert.”
“hhhmmm, kalau kamu memang penasaran lihatlah pertandinganku besok.”
“baiklah.”
Belum selesai kami mengobrol, bel masuk telah berbunyi. akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke kelas kami masing masing.
“terima kasih ya atas bantuanmu tadi. Ya aku akan pergi kekelasku terlebih dahulu. Sampai jumpa nanti.”
“ya sama sama, sampai jumpa lagi.”
Dan kami pun berpisah menuju ke kelas kami masing masing.
__ADS_1