THE LAST STAR

THE LAST STAR
chapter 05


__ADS_3

@@@


Kerajaan Quardia, kerajaan ini berbeda dengan tempat tempat yang telah aku lalui sebelumnya. Di kerajaan aku melihat beberapa orang yang bisa menggunakan kekuatan magic. Berbeda dengan tempat tempat sebelumnya yang sama sekali tak kujumpai seseorang yangmenggunakan kekuatan magic.


Aku mencoba mengumpulkan informasi informasi tentang kerajaan dan juga sekolah mage. Namapaknya aku dating di saat yang kurang beruntung. Ternyata sekolah mage kerajaan telah dimulai satu bulan yang lalu. Tak hanya itu ternyata yang dapat masuk ke dalam sekolah tersebut hanyalah seorang yang mempunyai kekuatan magic saja. Sedangkan aku tak boleh menggunakan magicku di depan umum. Nampaknya akan berat bagiku untuk bisa masuk ke dalam sekolah tersebut.


Maka kuputuskan untuk pergi mencari tempat tinggal terlebih dahulu. Aku mencari tempat tinggal yang tidak jauh dari sekolah tersebut. Nampaknya sangat susah untuk bisa menemukan tempat tinggal. Bahkan aku sudah berjalan kesana kemari. Hingga pada akhirnya sampailah aku di sebuah kontrakan.


Kontrakan tersebut memang tidak dengan sekolah namun tidak begitu jauh pula. Harga kontrakan tersebut juga tidak terlalu mahal. Uangkupun juga cukup untuk bisa tinggal di situ selama tiga bulan. Maka kuputuskan untuk mengambil kontrakan tersebut.


Setelah menemukan tempat tinggal aku menyiapkan barang barangku. Barang barangku memang tidak banyak, bahkan pakaianpun aku hanya memiliki beberapa pasang saja. Ruanngan yang aku tempati memang tak begitu luas. Namun lumayan bagiku yang tinggal sendiri.


Setelah selesai beeres beres aku memutuskan untuk pergi jalan jalan melihat kerajaan. Di sepanjang jalan ternyata terdapat begitu banyak hal. Ternyata disini juga terdapat pertandingan antar mage. Aku mencoba untuk melihat mereka. Ternyata kekuatan mereka luar biasa.


Ternyata mereka adalah murid sekolah mage. Salah seorang dari mereka adalah perempuan. Perempuan tersebut memiliki kekuatan magic api dan lawannya adalah magic angin. Terlihat perempuan tersebut sangatlah hebat ia dapat menghindari serangan serangan lawannya. Sang lawanpun terlihat terdesak.


Perempuan tersebut akhirnya mengeluarkan kekuatan magicnya. Terlihat sebuah lingkaran api yang sangat hebat mengelilinginya. Api tersebut kemudian semakin membesar dan kemudian menyerang musuhnya. Sang musuhpun kewalahan dan akhirnya terkapar kalah. Pertandinganpun berakhir dan dimenangkan oleh perempuan tersebut.


Setelah pertandingan berakhir akupun pergi dari tempat pertandingan tersebut. Setelah melihat pertandingan tadi aku merasa ingin latihan. Maka akuputuskan untuk pergi menuju ke tempat yang sepi. Satu satunya tempat sepi di kerajaan adalah di dalam hutan. Maka aku putuskan untuk pergi kesana.


Sesampainya di hutan, aku mulai berlatih. Pertama aku mulai dengan melatih kelincahanku. Aku bergelantungan dari satu pohon ke pohon yang lain. Aku pun pergi masuk lebih dalam lagi kedalam hutan. Suasana di hutan ini mengingatkanku dengan ayah dan juga gunung tempatku berlatih dulu.


Di tengah latihan aku mendengar sebuah suara. Kuikuti suara tersebut, hingga akhirnya aku menemukan seseorang sedang berlatih kekuatan magicnya. Dari atas pohon aku mengamatinya diam diam. Ia adalah mage tipe air.


Tak lama kemudian datanglah seseorang perempuan lain. Ternyata perempuan tersebut adalah perempuann yang ikut pertandingan tadi.


“Anggrek kau sudah selesai.” Katanya sambil menghampiri temannya.


“ya, aku baru saja menghajar si brengsek Rona. Bagaimana dengan latihanmu putri Airin?” akhirnya aku tahu nama mereka.


“ya semuanya lancar.” Jawab temannya.


Tiba tiba pohon yang aku naiki patah dan akupun ikut terjatuh. Bruuukkk,Tubuhku terasa sangat sakit.


“siapa disana?” teriak salah seorang dari mereka. Sungguh sial nasibku. Aku mencoba untuk kabur namun mereka telah menemukanku terlebih dahulu.@

__ADS_1


“siapa kamu?” tanyanya sambil menodongkan pedangnya kepadaku.


“santai bung, aku tak bermaksud apapun. Aku hanya kebetulan lewat. Ampuni aku.” Jawabku sambil mengangkat kedua tangan.


“apakah kamu seorang penguntit?” tanyanya.


“tidak tidak aku hanyalah anak baru di kerajaan ini, dan kalian adalah dua orang yang sangat hebat.”


“apakah kamu tahu tentang kami?”


“ya kalian adalah mage tipe api dan air yang sangat hebat. Aku takkan mampu mengalahkan kalian.”


“baguslah jika kamu tahu diri. Sekarang kami akan membawamu kepengadilan atas tuduhan memata matai kerajaan.”


“hei hei apakah kalian bercanda? Sudah kukatakan kan kalau aku hanyalah sedang lewat saja apakah kalian akan membawa seorang anak yang lemah ini.” Sambil memasang muka melas.


“baiklah jika kamu memang begitu. Tapi kami tak akan melepaskanmu secara percuma. Apakah kamu tidak tahu siapa yang ada di depanmu ini.”


“tidak aku tidak tahu.”


“apaaa putri kerajaan Quardia.” Sedikit tidak percaya


“huh ternyata kamu memang anak baru di sini(agak percaya). Lalu apa tujuanmu kemari?”


“mungkin sama seperti kalian. Aku kemari untuk latihan meskipun aku tak bisa menggunakan kekuatan magic namun aku tak akan kalah jika bermain pedang”


Akan gawat jika aku menggunakan identitas asliku. Sebaiknya aku merubah seluruh identitas dan latar belakangku mulai saat ini.


“jadi kamu adalah pengguna pedang ya, kalau begitu maukah kamu bermain dengan kami?”


“baiklah jika memang itu dapat membantu kalian namun aku tak cukup pandai di banding kalian.”


“jangan buang buang waktu lagi dan cepat keluarkan pedangmu.”


Akupun mengeluarkan pedangku. Temannya yang katanya seorang tuan putri tersebut mundur beberapa langkah. Nampaknya ia tak ingin ikut dalam permainan ini. Hingga akhirnya menyisakanku dengan anak perempuan yang mudah marah ini.

__ADS_1


Kami mulai beradu pedang. Walaupun ia perempuan namun ia memiliki kemampuan yang hebat. Kuakui kekuatan berpedangnya sangat hebat namun itu bukanlah masalah untukku. Gerakan demi gerakan kami kerahkan.


Kami mulai kelelahan. Saat ini kami bermain imbang namun aku akan segera mengakhirinya. Ia nampak akan menggunakan kemampuan magicnya. Dugaanku benar, disekelilingnya muncul kobaran api. “kau adalah orang yang hebat, bolehkah aku menggunakan kekuatanku padamu?” katanya.


“hehehe..., inilah yang kutunggu. Meskipun kamu menggunakan magicmu aku akan tetap menang sebabaku belum menunjukkankemampuanku.”


Kami bersiap kembali. Aku mengganti kuda kudaku dan mulai menunjukkan kehebatanku. Sebenarnya kemampuanku tak hanya seni berpedangku yang kuat saja, namun aku juga memiliki keunggulan lain yaitu kecepatan.


Kami pun maju secara bersamaan. Namun hasilnya sudah terlihat. Ia terjatuh akan tetapi tak terluka sebab aku menggunakan sisi yang tumpul. Aku memasukkan kembali pedangku dan menghampirinya. Ia juga mulai berdiri.


Hari sudah mulai panas. Matahari berada tepat di atas kepala. Tubuhku juga sudah mulai lelah. Namun dengan hembusan angin di hutan ini, lelah lelahku terasa terobati. Kutarik napas dalam dalam untuk mengembalikkan staminaku. Apalagi dengan asupan oksigen yang begitu menenangkan pikiran.


“ternyata kemampuanmu sungguh luar biasa. Tak kusangka aku akan kalah darimu.” Katanya sambil berdiri.


“tidak kau terlalu melebih lebihkan, aku bisa menang mungkin karena tubuhmu telah lelah setelah pertandingan tadi.” Jawabku


“namun tetap saja akulah yang kalah.” Sang putri pun datang menghampirinya.


“sebenarnya ada hal yang ingin aku sampaikan. Apakah kalian bisa membantuku?”


“katakanlah apa keinginanmu.”


“aku datang ke kerajaan ini sebenarnya memiliki tujuan. Ada hal yang harus aku lakukan di sekolah mage namun aku tak dapat masuk kesana. Apakah kalian dapat membantuku?”


“ini adalah hal yang sulit namun aku dapat berbicara dengan kepala sekolah. Kepala sekolah adalah anggota kerajaan ia adalah bibiku, putri Annita. Coba saja besok datanglah ke sekolah kami. Kami akan menunggumu disana.” Jawab sang putri.


“baiklah, terimakasih atas bantuannya. Ada hal lain yang harus aku lakukan.” Lalu akupun pergi meninggalkan mereka.


“ohya aku hampir lupa siapakah namamu?” teriak anak perempuan yang melawanku tadi.


“namaku adalah SHA” kataku sambil berlalu meninggalkan mereka. Tentu saja itu bukanlah nama asliku.


“namaku adalah Anggrek Lutfia dan sang putri adalah Airin Quardia jika besok kau datang mencari kamu tinggal tanyakan saja nama tersebut dan kami akan datang menghampirimu.” Teriaknya kembali.


“ya akan kuingat hal itu.” Balasku dan akhirnya menghilang.

__ADS_1


Sebenarnya namaku adalah Khasiari Q. Arsha. Jika aku menyebutkan nama lengkapku maka mereka pasti akan terkejut. Jadi lebih baik aku tak menggunakan nama asliku disini. Aku sendiri masih bingung dengan huruf Q di dalam namaku.


__ADS_2