THE LAST STAR

THE LAST STAR
chapter 03


__ADS_3

Hari ini perjalananku di mulai. Perjalanan menujuke Kerajaan Quardia. Pagi ini dengan menuruni gunung, aku berharap agar petualangan ini menyenangankan. Setelah kemarin malam hatiku masih di selimuti dengan rasa penasaran tentang siapakah ibuku. Sebelum ayah pergi ia hanya menyuruhku untuk pergi menuju ke kota guardia, mencari ibuku, dan memintaku untuk tidak memperlihatkan kekuatan petirku.


Beberapa saat setelah melewati gunung aku harus terus berjalan menyusuri hutan larangan ini lalu menuju Desa Bulan. Tak butuh waktu lama bagiku untuk bisa sampai ke Desa Bulan, karena aku berjalan sekaligus berlatih untuk terrus meningkatkan fisikku. Ternyata masih banyak hal masih belum ku ketahui di dunia ini.


Setelah melewati hutan akhirnya aku sampai juga di Desa Bulan. Desa ini agak ramai meskipun desa ini masih jauh dari kerajaan. Aku beristirahat sejenak di desa tersebut. Sambil mengumpulkan tenaga aku juga membeli beberapa perlengkapan untuk perjalanan ini. Pasalnya aku tak membawa apapun saat aku memulai perjalanan. Dengan uang yang ayah simpan aku dapat membeli beberapa makanan dan perlengkapan.


Uang yang ayah kumpulkan cukup banyak, namun aku berpikir untuk menghemat uang tersebut hingga aku sampai di kerajaan. Aku juga membeli pedang dan juga pisau kecil untuk berjaga jaga apabila terjadi hal hal yang tak terduga di perjalanan. Karena ayah tak mengijinkan aku untuk menggunakan kekuatan magicku jadi aku hanya dapat bergantung pada seni berpedang yang ayah ajarkan dan juga kecepatanku.


Setelah selesai makan dan istirahat aku mulai melanjutkan kembali perjalananku. Tujuan selanjutnya adalah Kota Awan saat di Desa Bulan tadi aku sempat mencari petunjuk tentang cara menuju ke kerajaan. Menurut salah seorang penjual makanan rute yang paling cepat ialah melewati Kota Awan lalu menuju ke Danau Bangau dilanjutkan dengan naik kapal

__ADS_1


Perjalananku menuju ke Kota Awan kuputuskan untuk mengikuti sebuah angkutan rombongan. Karena perjalanannya cukup jauh dan melelahkan jika jalan kaki. Membutuhkan waktu sampai nanti malam jika aku ikut rombongan sedangkan jika jalan kaki maka akan membutuhkan waktu kira kira sampai besok pagi tanpa istirahat.


Selain dapat mempersingkat waktu, aku juga bisa istirahat dan tak menghabiskan banyak waktu dan tenaga. Rombongan ini hanya terdiri dari beberapa orang saja. Hampir semuanya adalah seorang pedagang.


Di tengah perjalamnan terjadi hal yang tak terduga. Rombongan yang aku tumpangi di hadang oleh sekawanan perampok. Hal ini terjadi ketika perjalanan telah sampai di sepertiga perjalanan, nampaknya mereka telah mengetahui bahwa kami akan membawa banyak barang dan uang karena sebagian kami adalah pedagang. Sehingga mereka memanfaatkan hal ini karena tak akan ada yang berani melawan mereka.


“cepat turun dan serahkan harta kalian jika kalian ingin selamat.” Kata salah seorang dari mereka.


“hei kamu cepat berikan uangmu.” Teriaknya.

__ADS_1


“aku tak akan memberikannya padamu, uang ini adalah persedianku.” Jawabku.


“apa kamu mau cari mati ya?” Teriaknya sambil mengambil pedang.


“jika memang kalian ingin membunuhku maka aku akan melayaninya.” Jawabku sambil bersiap mengeluarkan pedangku. Nampaknya saat ini adalah waktu bagiku untuk beraksi. Ketika ia mulai menghunuskan pedangnya aku menghindar dan mengeluarkan pedangku. Dengan secepat kilat aku menebas orang tersebut. Ia pun terjatuh. Seluruh perampok di situ terdiam hening melihatku.


“semuanya cepat serang dia!” teriak ketua mereka. Beberapa saat kemudian lima orang dari mereka menyerangku. Dengan kemampuanku mereka bukanlah tandinganku. Serang kanan serang kiri maju kedepan dan dua tiga orang terjatuh. Beberapa orang lainnya mundur taku melihat kemampuanku.


Karena geram sang ketua akhirnya turun tangan. Tubuhnya agak sedikit berotot. Ia maju menuju ke arahku. Walaupun ia lebih hebat daripada bawahannya namun serangannya berhasil kuhindari. Dengan cepat kubalas serangan pedangnya. Pedangku berhasil melukainya. Tangannya terluka. Ia pun mundur dan berhenti menyerang. Setelah itu mereka pergi dan meninggalkan harta rampasan mereka.

__ADS_1


Setelah selesai kubersihkan pedangku yang bersimpah darah. Lalu kumasukkan kembali kedalam sarungnya. Beberapa orang dari rombongan menghampiriku. Mereka berterima kasih kepadaku karena telah menyelamatkan nyawa mereka. Mereka juga memberika n sedikit imbalan kepadaku, lumayan bisa untuk menambah persediaan uangku.


Kami kembali melanjutkan perjalanan menuju Kota Awan. Ketika kami mulai melanjutkan perjalanan matahari telah terbenam. Perjalanan yang sungguh tak terduga. Aku pun menghabiskan perjalanan dengan tidur. Setelah mengalahkan beberapa perampok diriku terasa lelah.


__ADS_2