THE LAST STAR

THE LAST STAR
chapter 02


__ADS_3

Seperti apakah kira-kira wajah ibuku. Apakah wajahku seperti wajahnya. Apakah ibuku juga seorang mage seperti ayah. Jika ia seorang mage kira-kira magig apa yang ia miliki. Semoga saja aku dapat bertemu dengan ibuku.


Karena keasikan membayangkan ibuku. Aku sampai lupa untuk kembali. Maka aku segera kembali pulang menuju rumah gubug. Aku pulang dengan sedikit tergesa gesa, karena ayah mungkin akan marah jika terlalu lama menunggu.


Setelah sampai di rumah aku mengetuk pintu. Dan mencoba memanggil ayahku.


“ayahhh…, ayah dimana?” Tak ada jawaban dari ayah. Maka aku masuk saja kedalam rumah. Aku meletakkan pohon-pohon tadi di dapur rumah. Setelah itu aku pergi untuk mandi menyegarkan tubuhku kembali. Setelah aku selesai mandi ternyata ayah telah berada di rumah.


“ayah dari mana saja?” Tanyaku padanya.


“ayah dari pasar untuk menjual beberapa barang dan membeli sesuatu.” Jawab ayah.


“apa ayah dari pasar dan tidak mengajakku” teriakku dengan sedikit kecewa. Kami hanya pergi ke pasar beberapa waktu sekali. Dan aku pasti ikut jika ayah mau pergi ke pasar.


“tenanglah anakku ayah pergi karena ada hal penting yang harus ayah beli. Kamu juga sudah besar masak ditinggal sendiri masih ngambek.” Jawab ayah.

__ADS_1


“baik ayah, oh ya tadi aku juga telah memetik beberapa pohon kebugaran.” Balasku.


Selanjutnya kami pergi menuju ke dapur untuk memasak pohon kebugaran. Pohon ini hampir sama dengan pohon kangkung. Namun lebih berkhasiat daripada kangkung. Setelah memasak selesai kami pergi makan bersama. Setelah selesai makam ayah berkata kepadaku


“Sha, nanti malam ada hal penting yang akan ayah sampaikan. Setelah ini pergilah istirahat dan tidur untuk memulihkan tenagamu. Ayah juga mau istirahat.” Setelah itu ayah beranjak pergi ke kamarnya. Maka setelah membereskan sisa sisa makn aku juga segera beranjak pergi menuju ke kamar.


Setelah sampai di kamar aku langsung merebahkan diri di tempat tidur. Sambil mencoba untuk tidur aku mencoba menebak apa yang akan ayah sampaikan kepadaku. Karena saking lelahnya akupun akhirnya tertidur juga.


@@@


Malam pun datang. Seperti yang ayah sampaikan tadi kami berkumpul di halaman. Ayah akan menyampaikan sesuatu. Tampaknya ayah memang akan menyampaikan hal yang penting


“baik ayah.” Jawabku singkat


“anakku seperti yang sudah pernah sampaikan bahwa klan kita adalah satu satunya klan yang dapat menggunakan magic petir. Semua orang telah terbunuh dalam tragedi beberapa tahun lalu, dan hanya kita yang tersisa dari klan ini. Oleh karena itu ayah akan memberikan kekuatan ayah dan kemampuan ayah kepadamu. Ayah akan menggunakan segel bintang lintang utara kepadamu. Apakah kamu siap anakku?” sambung ayahku.

__ADS_1


“tapi ayah segel itu telah dilarang untuk digunakan karena harus mengorbankan tubuh penyegel. Aku tak ingin ayah mengorbankan diri ayah.” Jawabku


“dengarlah anakku sudah tak ada waktu lagi. Harapan klan khasiari ada di tanganmu. Besok pagi pergilah menuju ke kerajaan Quardia ibumu menunggumu di sana.”


“jika memang begitu kenapa kita tidak pergi bersama sama saja.”


“tidak anakku, ayah terlalu lelah untuk berpetualang lagi. Sekarang adalah giliranmu melanjutkan perjuangan ayah.”


“baiklah jika memang itu adalah keinginan ayah maka aku tak dapat menghalanginya. Aku berjanji aku akan melaksanakan perintah ayah.”


“baguslah anakku jika kamu mengerti. Ayah juga telah menyiapkan perlengkapan perjalananmu di kamar ayah. Sekarang bersiaplah ayah akan memulai segel ini”


“baiklah ayah”


Setelah itu ayah memulai upacara segel tersebut. Ia terlihat merapalkan kata kata penyegelan. Seketika diantara kami berdua muncullah lingkaran lingkaran formasi sihir. Lingkaran tersebut semakin besar dan terang. Beberapa saat kemudian tubuh ayah semakin memudar mengikuti cahaya tersebut. Di akhir upacara ayah berkata

__ADS_1


“anakku ingatlah, meskipun ayah taka da yah akan selalu berada bersamamu didalam hatimu. Dan berjanjilah pada ayah, temukan ibumu dan satukan kembali keluarga kita. Ibumu mungkin tak mengenalimu karenanya ayah berpesan agar kau tak menunjukan kemampuan petirmu di depan umum dan jika kau sudah menemukan ibumu jangan kau ungkapakan identitasmu sembarangan, ungkapkan pada saat yang tepat. Ibumu adalah orang yang menyukai kejutan ia juga orang sangat perhatian.”


Setelah mengucapkan kata kata tersebut tubuh ayah sudah menyatu dengan cahaya dan masuk kedalam tubuhku. Mungkin inilah yang dimaksud dengan mengorbankan jiwa sang penyegel. Tubuhku lemas seketika, aku terjatuh sambil menangis mengingat semua yang telah ayahku berikan. Dan akhirnya aku terkulai lemas tak sadarkan diri.


__ADS_2