
Aziel bangun dari mimpi indahnya itu.
"Siapa sih yang bangunin? lagi enak enaknya juga!"Tanya Aziel
Tiba tiba Aziel melihat perempuan cantik seperti Lucian.
Luci!"Ucap Aziel sambil tersenyum
Aziel segera bangun dari tempat duduknya dan pergi ke kamar mandi untuk siap siap,tapi pada saat sudah siap tiba tiba Aziel melihat Zixa bukan Lucian.
"lah...Luciannya mana?"Tanya Aziel
"Sejak kapan ada Lucian di rumah ini yang ada hanya aku!"Jawab Zixa
Karena Aziel teringat hari ini adalah hari ulang tahun Lucian yang ke 25 tahun ia ingin membeli hadiah.
"Felic cari dimana keberadaan Lucian!"Ucap Aziel dingin
"Baik Tuan!"Jawab Felic
"Lah...ko aku di biarin sih?"Tanya Zixa
Aziel tidak mempeedulikannya ia langsung saja pergi dari rumahnya.ia pergi ke perusahaannya untuk mengurus berkas berkas yang masih menumpuk.
__ADS_1
"Direktur perusahaan Maxium ingin meminta kerja sama dengan Direktur!"Ucap sekertaris Lee
"Lihat apa saja yang ia bisa lakukan kalo kita bekerjasama dengannya!"Jawab Aziel
"Baik Direktur!"Ucap Sekertaris Lee
Tokkkk...Tok...Tok...
"Masuk"Ucap Aziel
Felic pun masuk dan segera memberitaukan Lokasi keberadaan Lucian.Aziel pun tau lokasi keberadaan Lucian sekarang. ia ingin pergi ke tempat Lucian namun sebelum pergi ia harus menyamar terlebih dahulu karena kalo tidak menyamar ia akan ketauan dengan mata mata ayahnya itu.
Selesai memakai baju penyamarannya ia langsung pergi ke toko hadiah dan membungkusnya dengan bungkusan berbentuk love.
Aziel langsung pergi dengan mobilnya sendiri menuju ke tempat Lucian.Ia tidak peduli dengan ancaman atau pun amarah seseorang yang terutama adalah Aziel bisa bertemu dengan Lucian.
"Luci!"Suara keras Aziel
Lucian segera mendengar suara keras Aziel namun ia tidak melihat dimana Aziel berada.
"Lucia aku disini!"Ucap Aziel dengan keras sambil melambaikan tangan
Lucian pun segera melihat ke arah Aziel dan mendatanginya.
__ADS_1
"ini hadiah untuk mu!"Ucap Aziel memberikan
"baiklah,terimakasih!"Jawab Lucian
Lucian langsung pergi dari Aziel sambil menangis kecil di pipinya itu.Aziel yang melihat itu ia langsung saja mengikutinya kemana pun Lucian pergi.Karena baginya disitu Lucian berada disitu juga Aziel berada.
Lucian pergi ke rumahnya yang berada didekat pegunungan tinggi.ia masuk namun ia tak sadar kalo Aziel juga ikut masuk.
Lucian pun pergi ke kamar mandi menghapus air matanya itu sambil menangis tanpa henti.Setelah seleaai begitu lama tib tiba Lucian melihat Aziel yang duduk di sofanya ia kaget.
"Sejak kapan kamu disini?"Tanya Lucian
"Sejak kamu menangis!"Jawab Aziel
"Pergi!"Ucap Lucian kesal
"Tidak!"Jawab Aziel
Aku bilang pergi,pergi!"Ucap Lucian sambil menangis kembali
Aziel langsung saja tanpa bersalah mencium Aziel seketika Lucian terdiam ia kaget Aziel masih melakukannya.
Pagi pun tiba Lucian melihat dirinya yang telanjang dan juga Aziel.Lucian kaget ia langsung saja siap siap pergi dari Aziel tanpa sepatah katapun.
__ADS_1
Aziel pun bangun ia melihat surat yang berada di lemari.segera ia tau kalo Lucian pergi lagi darinya.
Aziel langsung saja pergi dari rumah Lucian.Ia kembali ke pekerjaannya yang ia tinggali kemarin.