
Setelah lepas dari Dokter Kornelius Lucian langsung berlari kencang ketakutan menuju ruang Direktur Jeorge.Lucian mengadu tentang kejadian tadi.
TOK....toK.......
"Masuk!"
"Direktur saya mau memberitau kalau tadi Dokter Kornelius menyandera saya dengan pisau!"Ucap Lucian tanpa rasa takut.
"Jadi...?"
"Direktur tolong pecat Dokter Kornelius karena Dokter itu sudah menyusahkan Dokter lain dan selalu membuat masalah!"Jelas Lucian dengan tegas dengan sedikit emosi
"Hm,"
"Direktur dengar ga sih...?"Emosi Lucian yang hampir memuncak
Seketika Direktur Jeorge berdiri dari kursi bangkunya dan berkata.
"Saya tau Dokter Kornelius selalu membuat masalah tapi saya tidak bisa memecatnya!"Ucap Direktur Jeorge
"Oh,pasti hanya karena bapanya Dokter Kornelius yang membayar semua fasilitas dirumah sakit!"Jawab Lucian dengan mata yang molotot
"Itu kamu tau!Jadi kita sabarin aja orang kaya begitu oke?!"Ucap Direktur Jeorge
"Tapi Direktur..."
"Udah ga usah dianggap serius.pergi sana!"Usir Direktur Jeorge
__ADS_1
Lucian yang tidak punya pilihan lain ia harus pergi dengan wajah yang marah.
Tiba tiba Grace datang menghampiri Lucian.
"Hey!Ada apa dengan rawut wajahmu itu? Pasti ada masalah?!"Tebak Grace dengan tepat
"Hm,"
"Udah ge gausah dipikirin yang penting itu sekarang gimana keadaan pasien kamu?"Nasehat Grace
"Oh,iya pasien!"seketika Lucian ingat dengan pasiennya.
Ia pun langsung pergi berlari mengecek keadaan pasien yang ia rawat tadi.
Grace yang melihat itu langsung memakluminya.
Lucian pun sampai di ruang pasiennya itu.segera Lucian langsung mengecek keadaan pasien itu.
Seketika Asisten Lee masuk pada saat Lucian mengecek Aziel.
"Permisi pak?Pasien ini sudah diperbolehkan pulang!"Ucap Lucian
"Baik dok!"Jawab Asisten Lee
Segera Aziel langsung dibawa pulang oleh Asisten Lee tapi sebelum pulang Lucian membelikan obat kepada Asisten Lee untuk Aziel.
Karena Lucian mengira Aziel adalah orang yang kekurangan uang.
__ADS_1
Setelah Aziel dan Asisten Lee pergi Lucian langsung mendengar keributan lagi di rumah sakit Lucian berlari kearah keributan itu.
Setelah sampai ditempat keributan itu terdapat Frofesor Aditya sedang disandera seperti yang Lucian alami.
Frofesor Aditya disandera dengan orang yang sama yaitu Dokter Kornelius Son.
Ia pun berkata:
"Lepaskan Frofesor Aditnya Kornelius!"Perintah Lucian dengan tegas dan dengan setengah keberanian.
"Udah berani kamu ya!"Ucap Dokter Kornelius. "Dokter Lucian kalau kamu mencoba mengadu ataupun mendekat aku akan langsung mengincarmu sampai kau terbesit kesakitan!"Ancam Dokter Kornelius
"Coba saja kalau kamu berani!"Jawab Lucian tanpa berpikir panjang.
Tiba tiba di belakang Lucian terdapat seorang pemuda kaya raya yang tampan tak lain adalah Aziel itu sendiri.
Semua mata tertuju kepada Aziel.Seketika yang tadinya ribut menjadi sangat hening.Semua orang terpana melihat ketampanan Aziel.
Lucian yang ikut juga melihatnya tiba tiba Ia langsung tersadar dari ketampanannya Aziel.
Lucian yang masih melihat Frofesor Aditya disandera ia langsung cepat cepat menyelamatkan Frofesor Aditya.
Karena hal itu Dokter Kornelius pun ikut tersadar dari bengongnya itu.Keributan itu pun terjadi.
Tiba tiba Lucian melihat Grace dari kejauhan berlari menujunya namun ia tiba tiba terpeleset tepat dihadapan Aziel Donzart.
Lucian yang melihatnya itu ia pun langsung mendatangi Grace namun dicegat oleh Direktur Jeorge yang berada di samping Aziel.
__ADS_1
Dokter Jeorge memperkenalkan Grace dan Lucian dihadapan Aziel dan semua orang tiba tiba menjadi kesal dengan Lucian dan Grace yang langsung diperkenalkan dihadapan Aziel.