
Lucian langsung saja memeriksa keadaan Aziel dengan cepat.
"Keadaan mu semakin membaik dan juga jangan banyak bergerak"Sahut Lucian dengan cepat
"Baik"Jawab Zhia
"Jaga baik baik Aziel ya Zhia"Sahut Lucian kepada Zhia
"Tanpa kamu kasih tau juga aku pasti akan jaga Aziel"Jawab Zhia yang menjengkelkan
"Baguslah kalo begitu"Sahut Lucian
Selesai Lucian memeriksa keadaan Aziel Lucian langsung pergi dari ruangan Aziel.
Grace mengejar Lucian ke luar ruangan Aziel.
"Luci tunggu aku"Ujar Grace sambil berlari mengejar Lucian
"Cepat"Jawab Lucian
Setelah Grace mendekati Lucian Grace melihat Lucian cemberut murung sekali
"Hei ada apa dengan mu ?" Sahut Grace
"Aku baik baik saja"Jawab Luci dengan muka murungnya itu
"oh...begitu ya"Sahut Grace sambil tersenyum melihat Lucian yang sedang cemburu itu.
"Kalo gak ada hal yang penting aku pergi dulu ya bye..."Jawab Lucian sambil meninggalkan Grace dengan cepat.
"Luci tunggu dulu dong"Sahut Grace sambil mengejar Lucian kembali
"Ada apa"Jawab Lucian tampak kesal
__ADS_1
"Aku cuma mau bilang kalo ada pasien yang sakit jantung di ruangan VIP"Sahut Grace
"Dimana ruangan itu sekarang?"Jawab Lucian tampak biasa saja menangani pasien yang terkena penyakit jantung itu.
"Di lantai 3 sebelah kanan"Jawab Grace dengan cepat.
"Baiklah kalo begitu" Jawab Lucian sambil menuju ke ruangan pasien VIP.
Sesampainya di ruangan VIP Lucian melihat banyak orang yang sedang berusaha menyelamatkan pasien tersebut karena pasien tersebut seorang pejabat di kota Armada.
Lucian langsung saja masuk ke ruangan dan menyelamatkan pejabat itu.
Lucian membawa pasien itu ke ruangan operasi.
"Sella ambil piso bedah"Sahut Lucian
"baik"Jawab Sella
Sella memberikan pisau jantung itu kepada Lucian.
SORE HARI
Sore pun tiba Lucian dan Grace pun pergi ke ruangan Aziel untuk memberikan obat.
Setibanya di ruangan Lucian langsung saja memberikan obatnya itu.
"Zhia berikan Aziel obat rollax sebelum makan dan sesudah makan berikan obat metralax."Sahut Lucian yang memberikan informasi
"Baiklah kalo begitu pergi sana"Jawab Zhia dengan cepat mengusirnya
"Baik aku pergi"Jawab Lucian
Lucian melihat Zhia yang sedang memberi obatnya itu.
__ADS_1
Lucian langsung saja keluar dengan cepat.
"Aziel ini obat mu segera diminum"Ujar Zhia kepada Aziel.
Aziel tidak membuka mulutnya tanpa ragu ragu Aziel langsung saja mengejar Lucian yang keluar dari ruangannya itu.
Grace masih ada di ruangan Aziel,Grace melihat tingkah Zhia kepada Aziel yang sedang merawat Aziel dengan paksa.
"Aziel kenapa kamu tidak mengejar Lucian ke luar " Sahut Grace yang kesal dengan Aziel
"Ada dimana Lucian?"Jawab Aziel
Grace langsung keluar ruangan dan melihat Lucian sedang berada diruangan pasien dan segera keluar dari ruangan tersebut.
"Cepat kejar Luci sedang berjalan keluar ruangan"Sahut Grace menyuruh Aziel mengejar Lucian itu.
"Baik" Jawab Aziel sambil berdiri
Grace tampak senang kalo Aziel mengejar Lucian dari pada bersama si ****** Zhia itu.
"Lucian....tunggu Lucian..."Sahut Aziel yang teriak sambil berlari mengerjar
Seketika Lucian berhenti dan berbalik badan,Lucian kaget kenapa Aziel megejarnya.
Sesampainya Aziel mendekati Lucian Aziel langsung saja memegang tangan Lucian karena kelelahan itu. pada saat itu juga semua orang melihat ke arah Aziel dan Lucian,Orang orang mengira Lucian dan Aziel sedang berpacaran.
"kamu kenapa mengejar saya"Sahut Lucian
"Aku merindukanmu"Jawab Aziel
"Hey kamu ada apa sih..."Sahut Lucian kebingungan
"Tidak apa apa...hanya kelelahan"Jawab Aziel dengan kelelahan mengejar
__ADS_1
Lucian melihat lukanya Aziel terbuka dan darahnya langsung bercocoran.Lucian panik melihat Aziel seperti itu.
Lucian langsung saja membawanya keruangan Aziel.