
SESAMPAINYA DI RUANGAN
"Grace tolong bantu aku...!!!"Ujar Lucian yang panik itu.
"baik..."Jawab Grace membantu
"Tolong ambilkan aku perban diatas meja!!!"Ujar Lucian yang berusaha untuk tenang
"baiklah..."Jawab Grace
"Ini..."Jawab Grace kembali
"T'rimakasih..."Sahut Lucian
"Tentu!!!" Jawab Grace
Saat diperban Aziel memegang tangan Lucian di samping Zhia terlihat cemburu melihat Aziel memegang tangan Lucian.
Zhia pun pergi dari ruangan Aziel dengan muka yang sangat kesal.Pada saat itu Lucian selesai menutup luka Aziel.
Lucian langsung mengejar Zhia dan saat itu juga....
"jangan pergi..."Ujar Aziel yang memohon
"kenapa!!!"Jawab Lucian bingung
"Hey...aku pergi dulu ya...selamat bersenang senang..."Sahut Grace dengan senang dan langsung keluar ruangan
"Kumohon!!! jangan pergi...."Sahut Aziel yang masih memegang tangan Lucian.
"Sebenarnya kamu kenapa sih...!!!"Jawab Lucian yang heran itu.
"Aku....suka sama kamu..."Jawab Aziel dengan senyum.manis dipipinya itu.
"Ad...ada...ap..."Sahut Lucian
__ADS_1
Aziel.langsung saja mencium Lucian.
Lucian kaget karena tingkah Aziel yang seperti itu, namun Lucian senang kalo Aziel suka sama dia.
Di luar ruangan Aziel ternyata Grace mendengar pembicaraan mereka dari pertama samapai Aziel menembak.
Langsung saja Grace masuk kedalam ruangan Aziel itu.
"Cie...cie...ada yang pacaran nih..."Ujar Grace sambil tersenyum senang
"Gray...bisa diam tidak..!!!"Sahut Lucian yang kesal itu
Lucian ingin sekali memukul kepalanya Grace namun pada saat ingin memukul kepalanya Grace Aziel langsung menahannya.
"Jangan pergi..."Sahut Aziel
"Siapa yang mau pergi!!!"Jawab Lucian yang murung
"Ko kamu kalo marah cantik banget sih..."Sahut Aziel sambil memegang pipinya Lucian dengan senyuman manisnya itu.
"Pergi sana!!!"Sahut Lucian mengusir
Grace pun meninggalkan Aziel dan Lucian berdua di ruangan Aziel.
BERDUA DI RUANGAN
Situasi diantara Lucian dan Aziel pun langsung tegang dan hening
Namun...
"hey...ada apa..???" Ujar Aziel yang membuka pembicaraan.
"ga apa apa...kok..."Jawab Lucian cemberut.
"ngomong ngomong....bagaimana dengan keadaan ku sekarang..."Sahut Aziel
__ADS_1
"keadaan mu sekarang masih belum membaik...karena tadi..."Jawab Lucian yang kasian
"oh..."Sahut Aziel
"hey...barusan aku bilang kamu jangan bergerak kenapa bergerak...!!!"Ujar Lucian teriak sambil mengeluarkan air mata
"hey...jangan menangis..."Jawab Aziel dengan kasian
"hey...gimana hiks...hiks...tidak menangis coba...hiks...hiks...aku khawatir kamu...kamu...hiks...hiks..."Sahut Lucian sambil menangis
"Tidak apa apa aku tidak akan meninggalkan mu sampai kapan pun..."Jawab Aziel sambil membelai kepala Lucian itu.
TIBA....TIBA....
Aziel langsung mencium Lucian.
Lucian masih merasa kaget karena Aziel selalu menciumnya dengan tiba tiba.
"Sudah...jangan menangis ya..."Sahut Aziel...dengan senang
"Sebentar aku akan memberikanmu obat!!!"Ujar Lucian
Aziel pun langsung meminum obatnya yang sudah disiapkan oleh Lucian tadi.
"Setelah sembuh aku akan pergi ke negara R disana rumahku yang asli....apa kamu mau ikut bersama ku...???"Ujar Aziel sambil mengajak Lucian
"eh...bukannya kamu belum tau ya rumah mu dimana..."Jawab Lucian kebingungan.
"Sepanjang aku dirumah sakit aku selalu mencari lokasi rumahku berada dan sekarang aku sudah menemuinya..."Sahut Aziel yang memberikan penjelasan.
"oh...baiklah kalo begitu...tapi selesai kamu sembuh dulu..."Jawab Lucian sambil tersenyum senang
"Baiklah kalo kamu ikut...aku senang...."Sahut Aziel
Lucian dan Aziel akhirnya bersepakat untuk menemui rumahnya Aziel di negara R.
__ADS_1