THE MISSING CEO

THE MISSING CEO
LUCIAN VS AZIEL


__ADS_3

Lucian pun seger bosen ia mencoba untuk memberikan sedikit virus supaya ia bisa meretas sistem keamanan perusahaan itu tapi tidak ada seorang pun yang menyadarinya hanya Aziel yang bisa menyadarinya.


Aziel melihat sistem keamananya tiba tiba Aziel kaget karena Sistemnya sedang di retas oleh orang lain.Ia mulai memberikan virus kepada Lucian walaupun ia tidak tau kalau yang mencoba meretas sistemnya itu Lucian.


Lucian menciba membuka kata sandi yang paling sulit.Hampir saja ia berhasil tiba tiba leptopnya panas karena terkena virus yang diberikan Aziel.


Lucian segera berhenti dari peretasnya tapi sebelum ia menutupnya ia membersihkan jejaknya agar tidak ketauan oleh siapapun.


Aziel kaget kenapa orang yang mencoba meretasnya tidak membalasnya melainka hanya diam.ia mulai menyadari kalo musuhnya itu berhenti meretas sistemnya.


Lucian pun pergi ke taman ia melihat bunga yang cantik dan indah itu.Lucian mengambil tiga bunga dan membawanya kerumah untuk menjadi hiasan.


Saat dirumah ia kaget kalau ada Roxan yang sedang menunggunya.


"Sedang apa kamu dirumahku?"Tanya Lucian


"oh,aku tadi memanggilmu tapi aku kami tidak menjawab jadi ku dobrak saja takutnya kamu kenapa-kenapa,aku kira kamu hilang."Jelas Roxan


"Oh,maaf ya!"Jawab Lucian


"Tidak apa!"Ucap Roxan

__ADS_1


"Maaf ya kemarin aku langsung pergi begitu saja,solanya banyak tugas yang harus saya selesaikan!"Jelas Roxan"Bagaiman kalo kita pergi ke makan malam di restoran?"Tanya Roxan


"Baiklah lah kalo begitu!"Jawab Lucian sambil tersenyum.


Setelah selesai berbincang bincang Roxan ditelpon oleh bawahannya.


"Lu ,sebentar ya!"ucap Roxan meminta izin


"Baiklah!"Jawab Lucian


"Bos!"Ucap Bawahan itu"pemberontakan di sini bos!"Lanjut bawannya Roxan


"baiklah kalo begitu,tunggu saya!"Jawab Roxan


Roxan langsung menutup teleponnya dan berbalik badan.


"Lu,aku pergi dulu ya.ada urusan penting!"Ucap Roxan


"Baiklah!"Jawab Lucian


Roxan segera pergi dari Lucian dan menuju ke tempat Ground.Tempat yang dibilang oleh bawahannya Roxan itu.

__ADS_1


sesampainya di Ground Roxan langsung menghentikan keributan yang ada disana.Semua orang takut dengan Roxan karena sikap kejamnya dan kejinya itu.


Roxan bekerja sebagai Direktur tapi dibalik direkturnya itu ia seorang pembunuh jika ada orang yang macam macam dengannya,tapi sebelum ia membunuh ia biasanya menanyakan hal yang membuat ia penasaran dan membuat ia bingung.


"Siapa yang memulai perkelahian ini?"Tanya Roxan dengan suara yang tegas"Jika tidak ada yang mengaku kalian akan kubunuh!"Ancaman Roxan


"Sa...say..saya Bos!"Jawab bawahannya itu mengaku karena ketakutan.


"Kenapa kamu memulainya duluan?"Tanya Roxan dengan matanya yang melotot tajam


"Karena saya tidak suka dengan Carilo!"Jawab Bawahannya itu


"Siapa nama mu?"Tanya Roxan


"Nama saya Jac bos!"Jawab Jac sambil menundukkan kepalanya dengan tubuhnya yang gemetar ketakutan


"Tidak usah takut!Aku tidak akan membunuh mu kalo kamu sudah mengaku!"Ucap Roxan sambil berjalan pergi


Sebelum pergi Roxan membisikian sesuatu.Ia menyuruhnya untuk membunuh Jac sesudah ia pergi dan ia juga menyuruh carilo untuk membeli Flemeschees.


Carilo pun pergi dari Ground untuk membeli Flemeschees.Ia pun membisikan Jac untuk membunuh carilo selepas ia pergi supaya mereka merasa lega dan tidak ada yang berkelahi lagi.

__ADS_1


Carilo pun sampai ia membeli Flemeschees dan kembali lagj ke Ground lalu Roxan pun pergi dari Ground menuju rumah Lucian.


setelah Roxan pulang Carilo dan Jac pu mengikuti perkataan dari Roxan.mereka saling bunuh-bunuhan,mayat Carilo dan Jac dibuang ke sumur tua.


__ADS_2