The Only Princess

The Only Princess
Chapter 12


__ADS_3

Pelayan yang datang untuk membangunkanku terkejut setengah mati ketika melihat mantan kaisar pingsan di dalam kotak bayiku. Pelayan itu berteriak kencang hingga membuat seluruh ksatria di istana berkumpul. Tidak hanya itu, kaisar, ratu dan kelima pangeran juga langsung datang ke kamarku. Ketika semua orang sibuk mencari jejak dari pelaku kejahatan yang diduga menyebabkan kaisar pingsan, aku tetap tertidur pulas. Meski, mereka membuat suara gaduh yang bisa membuat setan budeg kembali bisa mendengar.


Mereka akhirnya menyerah setelah 2 jam pencarian yang tak menghasilkan apapun selain keringat dan rasa lelah. Kaisar mempersilakan mereka pergi.


Semua mata langsung tertuju pada mantan kaisar. Dia bukanlah orang yang mudah dikalahkan. Kalau pun ada orang yang berani menyerang pria tua itu, orang itu akan langsung membeku bahkan sebelum sempat mengangkat pedangnya. Jadi, mustahil sekali kaisar pingsan karena diserang oleh orang. Lagipula, orang yang menyerang kaisar itu pasti akan langsung membunuh kaisar. Bukan malah membuatnya pingsan. Apalagi meletakkannya di atas kotak bayiku.


Ditambah fakta kalau aku masih hidup membuat semua orang yang ada di kamarku yakin kalau kaisar tidak diserang oleh pembunuh bayaran. Tapi, tentu saja mereka tidak mencurigaiku. Bayi ini bahkan belum bisa mengangkat bokongnya sendiri. Jadi, mana mungkin dia bisa membuat pria dewasa pingsan. Kalaupun memang aku pelakunya, aku yakin mereka tetap tidak akan mencurigaiku.


Ratu dengan cepat mengeluarkan sulur rambat perak yang membungkus tubuh mantan kaisar. Tubuh mantan kaisar itu terangkat beberapa cm ke atas. Cahaya berpendar dari dalam sulur rambat yang membentuk layaknya kepompong itu. Dengan pelan ratu menurunkan ayahnya. Kalau aku jadi ratu, akan aku banting tubuh pria itu tanpa harus susah payah menyembuhkannya. Toh, rasa sakit juga akan membuatnya bangun, kan.


Pria itu akhirnya bangkit dari pingsannya.


"Ayah, kenapa ayah bisa pingsan?"


Ratu langsung datang mendekati ayahnya yang berusaha berdiri. Kelima pangeran ikut menghampiri kakek kesayangan mereka. Aku masih larut dalam tidurku. Lebih tepatnya, pura-pura tidur. Aku malas memulai pagi dengan drama baru. Sudah cukup semua drama yang aku lalui selama 4 bulan ini.


Kelima pangeran dan ratu menatap mantan kaisar dengan tatapan penuh kekhawatiran. Sementara, kaisar alias ayahku nampak santai. Dia kembali ke ruang kerjanya setelah memastikan ayah mertua dan putri kesayangannya baik-baik saja.


"Ayah hanya menunjukkan pada Ristel bagaimana cara melumpuhkan orang dalam sekali pukul!" Kaisar berseru semangat.


Kelima pangeran nampak bersemangat.


"Apa kakek mau mengajari kami juga?"


"Iya! Ajari kami juga! Tapi, dengan menggunakan pedang!"

__ADS_1


"Aku juga mau!"


Aku bergidik ngeri ketika mendengar Bervan juga ingin mengetahui cara melumpuhkan orang dengan satu pukulan. Aku pikir dia adalah kakak yang waras. Tapi, rupanya tetap gila. Setidaknya, dia masih bisa dibilang waras dibandingkan para pangeran lain.


Argh!!! Aku ingin sekali memukul kepala pria tua itu! Berani sekali dia mempengaruhi kakak keduaku dengan ajaran sesatnya itu!


"Ayah! Ristel kan masih berusia 4 bulan. Dia bahkan belum bisa mengangkat sendok makannya!"


Aku mengangguk dengan kedua mata yang masih tertutup. Empeng yang menyumbat mulutku sejak semalam membuatku merasa seperti bayi asli.


"Qiya kan sudah bisa berpedang saat usia 10 bulan. Jadi, Ristel juga pasti bisa memukul orang, kan??"


Aku meludahkan empengku. Rupanya, kaisar ini benar-benar sudah sangat gila, ya. Mana mungkin dia membiarkan bayi usia 10 bulan melayangkan pedang. Beruntung sekali ratu masih hidup sampai sekarang.


"Malah parah!"


Tunggu! Ratu masih mengingat kenangannya saat masih bayi? Apa ratu adalah seorang yang jenius? Tidak mungkin ada anak yang mengingat masa bayi mereka. Yang mereka tahu pasti mereka tiba-tiba muncul di dapur dan mencari makanan. Tapi, ratu bahkan mengingat masa ketika dia masih bayi? Bukankah itu sangat hebat? Apa kepintaran ratu juga akan menurun padaku? Karena, kelima pangeran nampaknya lebih mendapatkan kekejaman ayah mereka dibandingkan kepintaran ratu.


Aku tidak sabar untuk cepat dewasa dan menunjukkan otakku yang encer!


"Hahaha, sepertinya ayah sudah semakin tua!"


"Baguslah kalau kau sadar diri!"


Ratu menghembuskan nafas panjang. Bibirnya terangkat ke atas. Kepalanya menggeleng ke kiri dan kanan. Ayahnya ini jadi semakin aneh saja. Apalagi sejak aku lahir.

__ADS_1


Kalian mau tahu kemana kakekku ini pergi selama 4 bulan belakangan? Dia tiba-tiba mengibarkan bendera perang ke wilayah Kekaisaran Alaskan. Kekaisaran yang ada di wilayah utara benua ini. Dia dan ratusan ribu ksatria langsung datang menyerbu wilayah kosong itu dua menit setelah peringatan perang dibunyikan.


Peperangan yang mendadak layaknya kematian karena serangan jantung itu dimenangkan oleh Kekaisaran Peranto. Hanya perlu waktu 5 menit bagi mereka untuk memukul mundur ksatria yang dikirim kaisar Alaskan.


Kalian mau tahu alasan konyol apa yang mendasari peperangan itu? Air. Wilayah kosong yang diserbu mantan kaisar itu adalah sebuah danau berbentuk hati dengan airnya yang berwarna biru. Kakekku itu ingin aku memiliki kolam renang pribadi yang bisa aku datangi kapanpun. Kedalaman danau itu hanya 50 cm. Tanpa ada satupun ikan atau tanaman air di dalamnya. Berbeda sekali dengan danau di istana yang dalamnya hampir 50 meter dengan banyaknya ikan dan tanaman air di dalamnya. Jadi, kakekku itu tidak perlu cemas kalau aku tenggelam atau dimakan ikan.


Kegilaan kakek tua itu tidak hanya berhenti di sana. Dia kembali menyerang kekaisaran lain yang memiliki potensi besar untuk menjadi tempat bermain atau tempatku bisa menghibur diri. Kekaisaran yang memiliki hutan hujan tanpa hewan buas. Pantai. Sungai. Pegunungan. Semuanya dia ambil secara paksa.


Dia juga mengambil permata sebagai harta rampasan perang.


Hah!!! Rasanya kewarasanku menguap ketika mendengar cerita mantan kaisar itu. Hanya kelima pangeran yang nampak senang dan bersemangat mendengar cerita tentang penyerangan itu.


Kalian lihat tumpukan kertas setinggi satu meter di dekat kotak bayiku itu? Itu adalah dokumen kepemilikan wilayah yang dirampas kaisar. Kepemilikan wilayah yang tertulis di pojok kiri bawah kertas itu adalah namaku. Ratusan wilayah yang dirampas pria itu adalah milikku.


Bagaimana mungkin dia memberikan semua wilayah itu pada bayi yang bahkan belum bisa berdiri ini?!?! Memangnya, dia tidak memikirkan ke 30 cucunya yang lain? Bagaimana kalau mereka merasa iri padaku atau merasa dibedakan? Mereka bisa saja jadi benci aku. Lalu, yang paling parah adalah membunuhku! Apa pria tua yang sudah pikun ini sama sekali tidak berfikir sampai ke sana?


Argh!!!! Rasanya aku bisa terkena tekanan darah tinggi dan serangan jantung hanya dengan melihat wajahnya. Benar-benar sangat menyebalkan.


Kehadiran kakek tua ini sangat berbahaya bagi kesehatan mental dan fisikku!


Padahal, Kekaisaran Peranto dan Kekaisaran Terium ini saja sudah sangat luas. Bagaimana mungkin dia malah menyerang kekaisaran lain hanya untuk memperebutkan wilayah?!?! Apa dia sudah rusak?!?! Memangnya ratu tidak bisa menyembuhkan penyakit gila kronis yang diderita ayahnya, ya? Apa tidak ada orang yang bisa membuat para orang di sekitarku jadi waras meski hanya sedikit saja?!?!


Aku sudah sangat lelah dengan semua drama gila ini!


Siapapun!!! Tolong gantikan aku!!!

__ADS_1


__ADS_2