
Bodohnya aku!! Harusnya aku menyadari begitu kaisar menghilang selama 3 hari. Ditambah, makanan yang ada di aula pesta ini adalah bubur dan susu. Sudah jelas ini adalah pesta untuk para bayi! Tapi, mengapa di antara banyaknya rakyat di kekaisaran, kaisar bodoh itu malah mengundang bayi?!?! Memangnya, apa yang akan aku lakukan dengan para bayi itu??
Tunggu!!! Kalau kaisar mengundang bayi, bukankah harusnya dia juga mengundang ayah dan ibu mereka? Tapi, sejauh ini aku tidak melihat pelayan mengeluarkan kudapan bagi orang dewasa dari dapur istana. Kalau begitu, apa kaisar hanya mengundang para bayi tapi tidak dengan kedua orang tua mereka?? Ini sih namanya penculikan berkedok pesta!
Semoga saja tidak ada orang tua yang kehilangan bayinya. Atau, mungkin bayi yang tertukar. Pokoknya, kalau ada drama semacam itu, kaisar adalah penyebabnya. Aku tidak mau disalahkan atas hal yang bukan menjadi tanggung jawabku!
Hah! Aku memang sering membaca cerita tentang putri satu-satunya kekaisaran yang dimanja oleh para kakak dan kedua orang tuanya. Aku selalu berharap menjadi salah satu dari tokoh putri yang aku baca. Tapi, kalau harapan itu membuatku terdampar di antara 30 pangeran dan 12 orang dewasa juga 1 pria tua yang gila, lebih baik aku jadi rakyat jelata saja.
Kenapa di antara banyaknya orang di sekitarku, hanya ada satu orang yang waras?!?!
Hidup ini benar-benar menyedihkan!
Rasanya aku ingin cepat dewasa dan menikah dengan kaisar kaya lalu pergi dari sini. Tapi, sebelum aku menikah, lebih baik aku mengubah berkah naga dulu. Aku tidak mau punya 5 anak laki-laki dan kemungkinan kecil seorang putri. Aku tidak mau putri semata wayangku nanti memiliki nasib yang sama denganku. Cukup ibunya saja yang menderita.
Tapi, memangnya aku bisa menikah, ya? Melihat kelakuan para pangeran yang sangat posesif itu. Rasanya sangat mustahil. Baiklah, aku akan melajang saja seumur hidup. Mari biarkan para pangeran lain saja yang memiliki keturunan. Semoga saja tidak ada seorang putri yang lahir di kekaisaran ini lagi. Aku tidak mau orang lain merasakan penderitaanku juga.
Aku rasa sudah cukup untuk memata-matai aula pesta hari ini. Aku harus segera kembali. Sebentar lagi jam makan siang. Aku tidak mau para pelayan datang terlebih dahulu ke kamarku dan menemukan sebuah boneka di dalam kotak bayiku. Bukannya menemukan seorang bayi yang tertidur. Bisa-bisa nanti kekaisaran ini akan jadi sangat heboh. Kekaisaran sebelah juga pasti akan jadi sangat heboh.
Baiklah, ayo kita kembali ke kehidupan bayi yang membosankan!
Aku kembali merangkak. Kali ini tetap berusaha menghindari pelayan atau manusia yang ada. Jangan sampai mereka menemukanku merangkak keluar dari habitatku dalam kotak bayi.
__ADS_1
Waktu usiaku 4 bulan, kaisar mengadakan pawai. Aku dibawa mengelilingi kekaisaran sembari mendengar sorakan dari para rakyat yang sekarang jelas membenciku. Saat usiaku 6 bulan, kaisar menyuruh seluruh orang untuk mencari karpet bulu untukku merangkak. Dan, sekarang, saat usiaku 8 bulan, kaisar mengadakan pesta besar-besaran dan mengundang para bayi. Hah!!! Aku tidak tahu apa yang akan terjadi saat aku berusia 9 bulan, 10 bulan, dan parahnya nanti 12 bulan. Mungkin saja kaisar akan melakukan hal yang lebih bodoh dan berlebihan dibandingkan apa yang sudah dia lakukan.
Apa kaisar juga melakukan hal yang sama pada kelima pangeran? Karena kalau tidak, aku khawatir para pangeran akan merasa iri lalu membenciku. Aku tidak ingin mereka menjadi merasa dibedakan. Aku tidak mau menjadi yang paling istimewa. Tapi, bukan salahku kan kalau aku mati konyol lalu terjebak dalam tubuh ini? Bukan salahku juga kalau ratu dan kaisar sangat memanjakanku. Kalau bisa menulis takdirku sendiri, aku ingin menjadi gadis dari pedesaan saja. Hah!!! Hidup memang tak berjalan sesuai dengan apa yang kita inginkan. Itu kenyataan pahit yang harus aku terima.
Aku dengar, ratu dulu juga sangat dimanjakan oleh kelima kakak dan ayahnya. Yah, walau aku tak mendengar bagaimana perlakuan mereka kepada ratu. Tapi, yang jelas mungkin lebih baik dari pada perlakuan yang sedang aku alami.
Aku terus merangkak. Sesekali berhenti dan bersembunyi di balik rimbunnya bunga hidup yang digunakan sebagai hiasan. Entah karena aku yang lambat atau memang aula pesta ini yang terlalu luas, aku belum keluar dari tempat ini. Jangankan keluar, aku bahkan belum sampai di serempat aula pesta. Sebenarnya, ini aula pesta atau lapangan olahraga, sih. Luasnya bahkan lebih dari jidatku!
Tidak bisakah mereka membangun aula pesta yang sesuai dengan ukuran bayi?!?!
"Aboo!!!" Ucapku sepelan mungkin.
Aku kelelahan!!!
Aku memutuskan untuk memunculkan diriku agar pelayan atau siapapun yang melihatku bisa langsung membawaku ke kamar. Jadi, aku tidak perlu merangkak jauh lagi. Tapi, sepertinya aku terlalu lama dalam mengambil keputusan. Semua pelayan sudah pergi. Aula pesta ini benar-benar sudah kosong. Pintu tinggi dan besar itu juga sudah ditutup. Yang artinya, aku terkunci dalam ruangan seluas 2 kali lapangan sepak bola ini. Yah, tak masalah, aula ini memiliki semua hal yang aku butuhkan. Bubur dan susu. Aku bisa bertahan hidup di sini selamanya asalkan punya dua hal itu.
Kedua tangan kecilku mengambil mangkok berisi bubur bayi dari meja yang dari tingginya memang diperuntukkan bagi bayi yang baru bisa merangkak. Tidak ada satu pun sendok dalam mangkok ini. Di mangkok lain pun tak ada. Sepertinya, para pelayan memang tidak menempatkan alat makan dalam mangkoknya.
Tak apa, kedua tanganku bersih. Lagipula, aku terbiasa memakan semua makanan dengan tangan yang tidak meyentuh air selama seminggu penuh. Dan, aku masih hidup walau pada akhirnya harus mendekam di rumah sakit. Tapi, itu lebih baik dari mati. Lagipula, di kekaisaran ini kan ada paman yang bisa menyembuhkan semua penyakit. Jadi, aku akan baik-baik saja!
Aku memasukkan tangan kananku. Berusaha sekeras mungkin mengambil bubur itu dan memasukannya ke dalam mulutku.
__ADS_1
Ugh!!! Terlalu sulit. Tangan ini sangat kecil dan buburnya terlalu encer. Aku perlu sendok!! Sudah 30 menit aku berusaha memakan bubur encer ini. Tapi, aku malah hanya membuat tanganku kotor dan lengket. Benar-benar menyebalkan!!!
Ah, perutku jadi lapar karena hanya bisa menatap bubur itu tanpa bisa memakannya.
Aku tidak punya pilihan lain!!! Mari lakukan dengan cara yang kasar.
Kedua tanganku memegang pinggir mangkok itu. Dengan sisa tenaga yang aku miliki, tangan pendek dan bulat itu mulai mengangkat mangkok itu. Aku mengarahkan tanganku mendekati mulutku. Begitu pinggir mangkok itu menyentuh bibirku, aku langsung menyesap bubur itu.
Sebagian besar bubur itu masuk ke dalam mulutku. Sementara, beberapa tetes bubur terjatuh di atas gaun tidurku.
Entah mengapa aku merasa seperti bayi. Bayi yang sesungguhnya.
Lihat penampilanku! Kotor dan lengket. Benar-benar mirip bayi 8 bulan.
Baiklah, aku tidak perlu khawatir soal makanan. Bubur itu akan membuatku kenyang selama 3 jam ke depan. Sekarang, aku akan tidur saja.
Aku membaringkan tubuh kecilku di atas lantai yang dingin. Tubuhku masuk ke dalam kolong meja. Sementara, kepalaku tetap berada di luar. Taplak meja yang menyelimuti tubuhku itu akan membuatku tetap hangat.
Aku sangat rindu dengan kasurku yang lembut dan selimut buluku yang hangat.
Tak apa. Begitu ada yang menyadari kalau aku hilang. Mereka pasti akan mencariku. Aku hanya tinggal menunggu.
__ADS_1