The Only Princess

The Only Princess
Chapter 15


__ADS_3

Usiaku 8 bulan. Aku sudah cukup kuat untuk duduk dan merangkak. Kelima pangeran sering merangkak bersamaku di atas karpet bulu yang lembut. Saat pertama kali merangkak, aku terjatuh dengan posisi kepala mendarat terlebih dahulu. Para pangeran panik dan mengira aku sudah mati.


Kaisar yang entah mendengar kabar dari mana langsung datang ke kamarku. Setelah memastikan aku masih hidup tanpa luka parah layaknya orang yang melompat dari lantai 20 gedung pencakar langit, kaisar langsung memanggil semua pelayan dan memecat mereka atau bahkan lebih parahnya, membuat kepala mereka terputus dari badan. Tentu saja aku langsung menangis demi menyelamatkan mereka!


Untung saja, semuanya berakhir sesuai dengan apa yang aku harapkan. Gaji dan kepala para pelayan itu masih utuh.


Sebagai gantinya, kaisar langsung memerintahkan semua pengrajin karpet untuk membuat karpet yang sangat lembut. Lebih lembut dari surga. Dan, bisa menyelamatkan korban yang jatuh dari ketinggian tanpa cedera sedikit pun.


Siapapun yang bisa membuat atau mencari karpet seperti yang diharapkan kaisar, maka akan diberi hadiah berupa gelar Duke lengkap beserta rumah dan wilayah kekuasaan.


Hah!!! Aku tak habis pikir, kaisar memberikan gelar duke seperti memberi permen kepada bayi. Gelar itu kan hanya 2 tingkat di bawah kaisar. Dia benar-benar sudah kehilangan akal sehatnya.


Aku yakin sekali, tidak akan ada yang bisa menemukan karpet seperti itu. Tapi, rupanya aku terlalu cepat menyimpulkan. Para penyihir bidang konstruksi rupanya bisa mendapatkan karpet sesuai apa yang diinginkan kaisar. Karpet bulu lembut yang bisa menangkap korban yang jatuh dari ketinggian tanpa cedera sedikit pun. Kaisar langsung menguji coba karpet itu dengan menjatuhkan Euclid dari atas kamarku. Dan, hasilnya Euclid masih hidup tanpa luka.


Aku tidak tahu apa kaisar ingin menguji coba karpet itu atau mengurangi keturunannya.


Aku jadi sering merangkak karena harus kuakui, karpet itu sangat lembut dan aku suka ada di atasnya. Berkat hal itu, aku jadi bisa merangkak sejauh apapun yang aku mau. Karena itulah sekarang aku merangkak menuju aula pesta. Para pelayan dan pangeran tak mau membawaku kesana. Jadi, bayi yang mandiri ini harus merangkak sendirian. Kaisar bilang akan ada pesta besar-besar di sana. Dan, aku rasa kaisar benar.


Aula pesta penuh dengan berbagai ornamen. Berbagai jenis bunga mengisi setiap sudut ruangan dengan luas dua kali lipat kamarku itu. Para pelayan yang jumlahnya bertambah tiga kali lipat nampak sibuk mempersiapkan aula pesta agar sesuai dengan apa yang kaisar inginkan. Para koki di dapur istana juga sangat sibuk memasak hidangan yang jumlahnya bisa mencapai ribuan. Dilihat dari jauh saja sudah jelas kalau akan ada pesta di sini. Pesta yang sangat besar.

__ADS_1


Apa Alaric akan melangsungkan pesta debutantenya? Tapi, bukankah setiap bangsawan melakukan debutante saat usia 12 tahun? Usia Alaric kan baru 10 tahun. Debutantenya seharusnya masih 2 tahun lagi. Apa dia sudah tidak sabar melaksanakan pesta perayaan kedewasaannya? Tapi, melihat wajah Alaric yang santai dan tak peduli itu membuatku yakin kalau dia bahkan bisa menunggu seumur hidup demi debutantenya.


Kalau begitu, apa ini adalah pesta ulang tahun ratu? Tapi, ratu bilang ulang tahunnya sudah lewat 11 bulan lalu. Kalau begitu, apa pesta ulang tahun kaisar atau kelima pangeran? Tapi, dilihat dari ornamen dan makanannya, rasanya ini adalah pesta ulang tahun bagi anak perempuan.


Jangan bilang kalau pesta ini adalah pesta untukku. Tapi, masa iya kaisar mengadakan pesta sebesar ini untuk bayi yang bahkan belum bisa menyebutkan namanya ini.


Aku bersembunyi di balik rimbunnya bunga yang berwarna-warni. Jangan sampai ada yang menemukanku di sini. Bisa-bisa, mereka malah membawaku kembali ke kamar. Aku sudah menutupi boneka anak perempuan dengan selimut agar orang-orang yang masuk ke dalam kamar mengira aku sedang tidur. Jadi, aku bisa menyelinap ke aula tanpa khawatir akan ditemukan.


Yah, kalau ada yang membuka selimut itu, aku yakin seluruh penghuni istana akan heboh. Kaisar mungkin saja akan langsung mengirim seluruh ksatria untuk menemukanku. Ratu menangis di dalam kamar seharian sambil bertanya pada teman hijaunya, apakah mereka melihat bayi perempuan lucu tengah berjalan. Sementara, para pangeran akan langsung menjelajahi seluruh kekaisaran bahkan seluruh dunia tanpa melewatkan satu lubang semut pun demi menemukanku. Kira-kira dari bayanganku selama ini begitu, sih.


Seorang pelayan mengambil bunga tempat aku bersembunyi. Aku yang kaget langsung berpura-pura jadi patung. Aku tak tahu apakah hal ini bisa membodohi pelayan. Tapi, aku tak punya pilihan lain. Otak ini belum cukup berkembang untuk digunakan berpikir.


Aku diam. Berusaha sebisa mungkin tidak menggerakkan sedikit pun sel syaraf. Pelayan itu terus menatapku. Rasanya ingin sekali aku mencolok matanya agar dia pergi. Tidak bisakah dia melihat kalau aku tengah berusaha menyamar jadi patung? Bokongku rasanya sakit karena harus menahan tubuh berat ini!


"Ah, rupanya hanya patung! Terlihat sangat mirip dengan Tuan Putri. Bahkan, pipinya yang bulat ini juga sama." Pelayan itu meremas pipiku ganas. Seolah, dia sedang mencurahkan semua keinginannya sejak pertama kali melihatku. Rasanya sakit sekali, tapi aku tidak boleh bergerak!


Aku yakin, pelayan lain juga akan melakukan hal yang sama pada pipiki jika mereka melihat ada 'patung' Tuan Putri mereka di sini. Jadi, aku akan langsung pergi setelah pelayan ini selesai menyiksaku.


"Leora!!! Cepat ke sini!!!"

__ADS_1


Pelayan itu memutar kepalanya. Dengan cepat langsung menuju ke sumber suara. Aku langsung kembali merangkak dan mencari tempat persembunyian yang aman. Aku benar-benar ingin tahu pesta apa yang membuat kaisar sampai tidak mengunjungiku selama 3 hari ini.


Sudah 2 jam aku menunggu di bawah meja. Tapi, hasilnya tetap nihil. Aku tak menemukan apapun selain pelayan yang terus mondar-mandir.


Kalau dilihat dari makanan yang dibawa koki dari dapur, ini adalah pesta untuk bayi. Tapi, bayi yang ada di istana kekaisaran ini kan hanya aku. Apa ratu akan punya bayi lagi? Tapi, perut ratu rata. Dan, kekaisaran ini kan sudah punya 5 anak laki-laki dan 1 anak perempuan. Ratu jelas tidak akan punya anak lagi setelah aku lahir. Kalau begitu, ini pesta untuk siapa?


"Apakah persiapan pesta ini berjalan lancar?" Seorang pria berambut hitam dengan manik mata kuning muncul di tengah aula.


Ah, dilihat dari penampilannya, dia pasti Tuan Aluil, kan? Ayah dari black panther kembar dan orang yang pernah jatuh cinta pada ratu. Kalau dilihat, dia tampan juga. Tapi, tetap saja kaisar lebih tampan. Dan, menyeramkan!


"Saya yakin Tuan Putri akan suka dengan pesta peringatan merangkak dan duduknya!" Salah seorang pelayan yang nampak seperti memiliki jabatan yang lebih tinggi dibandingkan pelayan lain tersenyum.


"Yang Mulia Kaisar sepertinya sangat menyayangi Putri Auristele. Beliau bahkan sampai menyuruh semua rakyat untuk mengerjakan pekerjaan mereka dengan duduk demi menghormati Tuan Putri!"


"Memang agak menyulitkan. Tapi, saya yakin mereka akan terbiasa."


Aku yang mendengar percakapan itu dari balik meja langsung bergidik. Bisa-bisanya kaisar bodoh itu menyuruh rakyatnya untuk duduk seharian penuh! Memangnya dia pikir semua pekerjaan bisa dilakukan dengan duduk! Huhu, para rakyat bahkan belum pernah bertemu denganku. Tapi, aku yakin mereka sudah menanam dendam padaku.


Argh!!! Aku mau kembali ke dunia asalku!!! Aku sudah tidak betah berada di neraka penuh dengan hari kiamat ini!!!

__ADS_1


__ADS_2