
jianying sedang duduk di meja riasnya. Dia memikirkan cara agar dia bisa menjumpai para anak buahnya.
Ini sudah menjelang sore dan jangan lupakan penjagaan yang sangat ketat yang di berikan kaisar untuknya.
"Jia li bagaimana keadaan mereka yah? " Tanya jianying dengan terus memandang dirinya lewat cermin yanga tak bisa menunjukkan wajahnya dengan benar.
"Saya juga tidak tau tuan putri" Jia li menunduk ketika mengeluarkan jawaban.
"Jia li, bukan kah kau bisa keluar istana? " Tanya jianying, kali ini memandang Jia li penuh harapan
"Tentu tuan putri saya bisa keluar istana. Emang ada apa yah? " Tanya Jia li yang penasaran
"Kau tau mereka tak akan berhenti jika aku tak menyuruh mereka berhenti jadi pergi dan suruh merek untuk berhenti" Sekarang Jia li paham dia menunduk hormat dan berlalu segera pergi ke hutan untuk menemui anak buah Tuan putri nya.
•°•°•°
Ini sudah malam dan Jia li belom juga kembali. jianying menjadi sedikit khawatir karena dia belom mengajarkan bela diri kepada Jia li.
Tok tok tok
jianying bangkin dari duduknya dan segera membuka pintu.
"Jia li, kau sudah kembali? Apa ada yang luka atau terjadi sesuatu? " Tanya jianying dengan membolak balikkan tubuh Jia li.
"Scorpio aku tak apa... Em mari kita masuk tak enak bicara di sini" Jia li melihat kekanan dan kekiri lalu dia masuk dan menutup pintu.
"Ada apa? " Tanya jianying penasaran
"Kau tau sumur itu sudah jadi bahkan mata airnya sudah muncul mereka bekerja keras. Bahkan tadi aku sempat menangis melihat mereka begitu tekun dan bekerja sama" Jelas Jia li jianying mendengar penjelasan Jia li menarik sudut bibirnya
"Wah sekarang mereka tinggal aku latih bela diri " Wajah jianying kelihatan bersemangat.
"Benar , kau tau tuan putri mereka menunggumu dan ketika aku sampai mereka menanyakan tentang mu" Jia li mengatakan dengan penuh semangat memang tadi banyak yang menanyakan dimana jianying kenapa tak ikut.
"Aih andai aku bisa lepas dari sangkar ini, kenapa kaisar memperketat penjagaan ? " Ketus jianying dan langsung berjalan menuju kasurnya dan menjatuhkan tubuhnya ke kasur.
Pagi
Scorpio tak ada niatan untuk bangun. Padahal burung sudah mengoceh, matahari sudah menampakan diri tapi jianying tak ada niatan bangun sama sekali.
Jia li memang sudah ada di dalam kamar milik tuan putrinya tapi dia telah lelah mencoba membangunkan tuan putrinya ini.
Jia li sudah memalakukan segala cara tapi tak ada yang berhasil. Bahkan tuan putrinya itu bukan bangun tapi malah makin asik tidur.
Jia li sudah kehabisan akal untuk membangun kan tuan putrinya itu. Jadi dia hanya bisa diam dan melihat tuan putrinya yang sedang bergelut dengan mimpi.
"KAISAR CHEN MEMASUKI RUANGAN" teriak kasim yang selalu bersama kaisar.
Bahkan dengan teriakan kasim itu tak membuat jianying terusik. Kaisar memasuki ruangan Jia li langsung membungkuk hormat sebagai ucapan salam
"Kenapa putri jianying belum bangun pelayan" Tanya kaisar sambil memerhatikan jianying
"Ampun yang mulia. nubi ini sudah melakukan semua cara yang nubi anggap bisa membangunkan tuan putri .tapi, semuanya gagal yang mulia. " Jia li menunduk takut
__ADS_1
"Eugh Jia li apakah sudah pagi? " jianying bangun dan duduk tapi masih dengan kesadaran yang masih mengambang.
"Tu... " Perkataan Jia li terpotong karena isyarat dari kaisar.
Mengerti dengan isyarat kaisar Jia li tak jadi memberi tau jianying kalau kaisar ada disini.
"Tuan putri hamba akan menyiapkan air untuk tuan putri" Jia li tunduk hormat tapi dia menunggu jawaban dari jianying
"Hmm" Hanya deheman yang di keluar kan jianying
jianying belom membuka matanya dia masih duduk dengan menutup mata.
Bahkan sampai Jia li kembali dia masih di posisi yang sama.
"Tuan putri air sudah selesai" jianying tak bergeming.
"Tu... Tuan putri" Panggil Jia li lagi dia tak bisa seleluasa biasanya karena sekarang ada kaisar.
"Jia li ntah kenapa aku sangat malassssss sekaliiiii hariiiii iniiiiii" jianying membaringkan tubuhnya dan tidur .
Jia li nganga dengan tuan putri nya ini.
'Bagaimana kaisar akan marah' batin Jia li Memandang iba ke tuan putri nya
Jia li melirik kaisar , kaisar hanya memandang jianying dengan dingin membuat Jia li tak bergeming.
"Keluarlah" Perintah kaisar
'Semoga tuan putri jianying tak dapat masalah' batin Jia li
Kaisar chen yang sedari tadi berdiri sekarang dia duduk di bibir ranjang. Dia mengamati putri nya.
"Jianying bangunlah " Kaisar chen membangun kan jianying dengan lembut.
Sang empuh bukan bangun dia malah memeluk kaisar chen.
Kaisar chen kaget dengan gerakan tiba tiba putrinya.
Kaisar chen tersenyum. Dia tak pernah sedekat ini kepada Putri nya. Bahkan pada pangeran fengying dia juga tak sedekat ini.
Kaisar chen mengelus lembut surai rambut jianying. Dia tak melunturkan senyumnya.
jianying yang mendapat kenyamanan tak menyia nyiakan nya.
•°•°•°
Ruang makan di hebohkan karena kaisar yang belum datang ke ruang makan.
"Pangeran mahkota fengying dimana kaisar? " Tanya permaisuri
"Aku tak tau " Jawab fengying seadanya.
"Ibu kenapa kaisar sangat lama. " Keluh mingmei.
__ADS_1
"Ibu juga tak tau biasanya kaisar tak pernah seperti ini " Jawab permaisuri.
Hening, mereka semua dalam pemikiran mereka sendiri.
'Kenapa kaisar tak kunjung datang? ' batin permaisuri kesal
'Apa yang di lakukan ayahanda? ' batin fengying
'Aaah aku lapar' batin mingmei.
"Kasim mo !! " Panggil fengying
Kasim mo datang dan menghormat .
"Ada apa pangeran? " Tanya kasim mo
"Ikut aku memanggil kaisar" Fengying berjalan duluan dan diikuti kasim mo.
Mereka berjalan menuju ruang belajar kaisar. Sampai di ruang belajar mereka menanyakan kaisar kepada prajurit yang berjaga.
"Ampun pangeran, yang mulia kaisar sudah tidak berada di ruang belajar, " Jawab salah satu prajurit yang berjaga
Fengying menyatukan alisnya.
'Lalu dimana ayahanda? 'Batin fengying
Prajurit yang melihat pangeran bingung segera menjawab.
"Pangeran, tadi yang mulia bilang kalau dia akan mengunjungi pallium putri jianying" Jelas prajurit itu
Fengying yang mendengar itu segerah ke pallium jianying.
Pallium jianying
Pangeran fengying tidak mengizinkan kasim mo untuk mengumumkan kedatangannya.
Dia masuk dan betapa kagetnya dia melihat jianying memeluk ayahandanya sambil tidur dan ayahandanya mengelus lembut rusak rambut jianying
Kaisar yang tau fengying datang langsung mengalihkan atensi nya.
Kaisar menanyakan melalui bahasa mata.
'Ada apa? ' tanya Kaisar melalui isyarat mata
'Kami menunggu ayahanda' balas fengying melalui isyarat mata juga
Kaisar mengangguk lalu mengalihkan agensinya ke arah jianying.
"Jianying bangunlah nak" Suara Kaisar chen sangat lembut dan halus.
Jianying tak bangun malah mengeratkan pelukannya.
Kaisar chen dan fengying tersenyum melihat tingkah jianying. Coba kalau jianying bangun yang mereka dapat hanya pandangan tajam, dan perilaku yang sangat dingin.
__ADS_1