THE REINCARNATION OF THE FEARED AGENT

THE REINCARNATION OF THE FEARED AGENT
9.kaisar aneh


__ADS_3

Pallium jianying


Setelah selesai berdebat dan bertatapan tajam, kaisar meninggalkan pallium jianying


jianying bingung, bukankah tak ada yang peduli padanya. Tapi, apa ini kaisar itu peduli padanya?


jianying berpikir dengan keras tapi tak menemukan jawaban. Mungkin efek belom makan.


"Ah jia li aku sangat lapar" Keluh jianying , tapi jujur dia masih memikirkan perubahan kaisar.


Jia li keluar dari pallium dan pergi kedapur.


jianying masih sama dia hanya duduk dan memikirkan sifat kaisar.


'Kalau di pikir pikir dia sedikit peduli padaku, bahkan di balik wajah datarnya tadi tersimpan kekhawatiran yang besar' batin jianying


'Apa dia sudah berubah, atau dia sudah merasa bersalah dan ingin memperbaiki hubungan ini'batin jianying dengan senang. Senyum pun terbit dibibir Jianying


'Kalau benar berarti aku akan membuat dia tak bisa memperbaiki hubungan ini... Haha akan ku buat kau menyesal 'tawa jahat jianying dalan hati.


Tok tok tok


"Tuan putri, " Panggil Jia li. jianying mengalihkan pandangannya, dia menatap Jia li dengan intens.


"Jia li dimana makanannya? " Tanya jianying dengan datar


"Ah... Anu put.... Putri.. " Jia li takut mengatakan yang sesungguhnya membuat dia terbata bata.


"Bicaralah yang jelas Jia li" jianying menatap tajam kearah Jia li bahkan suaranya sangat menusuk dan dingin.


"Ampun tuan putri, kaisar menyuruh tuan putri keruang makan" Jia li bersujud


jianying jengah, ckckck tak ada pri kemanusiaan disini.


"Bangunlah Jia li, aku tak mau makan di ruangan menjijikkan itu" Ketus jianying


"Ta... Tapi tuan putri ini perintah Kaisar" Jia li takut tuan putrinya akan mendapat hukuman karena menolak perintah Kaisar


"Aku tak peduli. " Acuh jianying dia bangkit dari duduknya dan menuju ke tempat tidur


jianying membaringkan tubuhnya dan mulai menutup mata


"Pergi sampaikan pada kaisar aku tak kan datang, katakan juga kalau dia mau aku datang ke ruang makan dia harus mensucikan ruangan itu dulu" jianying berbicara dengan mata tertutup dengan tangan di atas kepalanya.

__ADS_1


Jia li pergi, dia tak ingin membantah perintah dari tuan putrinya.


Ruang makan


Jia li masuk ketika semua orang sudah ada di ruang makan.


Jujur, hanya jianying yang tidak ke ruang makan.


"Ampun yang mulia kaisar. Semoga kaisar berumur 1000 tahun" Ucap Jia li memberi hormat


"Dimana putri Jianying? " Tanya kaisar pada Jia li


"Ampun yang mulia kaisar tuan putri Jianying tak mau makan di ruang makan yang mulia kaisar karena... " Perkataan Jia li langsung di potong sama putri Mingmei


"Apakah dia takut, untuk datang kesini ck ck ck ternyata dia masih sama penakut dan lemah " Ejek Mingmei  dan menatap remeh ke arah Jia li


"Ampun putri, kenapa anda memotong ucapan nubi ini... Saya belom menyelesaikan kata kata saya tuan putri" Ucap Jia li sambil menunduk


"Baiklah.lanjutkan ucapan mu " Titah kaisar, Jia li mengangguk


"Kata tuan putri jianying. Kalau yang mulia ingin tuan putri ke ruang makan. Maka yang mulia harus mensucikan ruang makan ini dulu, baru tuan putri akan datang" Semua orang terkejut mendengar ucapan Jia li


"APA DASAR ANAK KURANG AJA. DIMANA DIA? " tanya permaisuri dengan berteriak


"A.. Ampun.. " Perkataan Jia li di potong lagi


"DIMANA DIA" teriak permaisuri


"Tuan putri ada di pallium nya permaisuri" Permaisuri yang mendengar jawaban Jia li pun langsung meninggalkan ruangan.


Kaisar dan yang lain ikut, jujur dia ingin lihat apa yang akan terjadi.


Kaisar tak ingin ikut campur. Jujur kali ini anaknya sangat lah keterlaluan.


Pallium jianying


jianying masih dengan posisinya. Tidur dengan tenang, nyaman, dan ah... Sulit untuk di deskripsi kan.


Bruak


Suara pintu dibuka dengan paksa terdengar begitu keras hingga membuat sang empuh terbangun.


jianying bangun dan melihat siapa pelakunya.

__ADS_1


'Ah ternyata si rubah betina'batin jianying dan ingin kembali tidur.


Melihat jianying ingin kembali tidur membuat permaisuri geram.


" DASAR ANAK SIALAN. BANGUN KAU"teriak permaisuri


Kaisar chen, pangeran mahkota hanya diam dan melihat. Mingmei dia tersenyum sinis karena melihat Kaisar tak membantu jianying.


"Kenapa Kau berteriak pada ku... Kau membuat mimpi indahku bersama ibuku hancur karena mu... Kau tau ibuku tak pernah hadir dalam mimpiku.. Tapi kali ini dia hadir dan kau.... Kau menghancurkan mimpi nya" Mata jianying mulai berkaca kaca. Kaisar chen langsung mematung mendengar penuturan jianying .


Ntah ini siatip dari mana Kaisar chen berjalan dan langsung memeluk jianying. Semua yang ada di sana di buat menganga karena Kaisar tak pernah mau berurusan dengan jianying bahkan dia tak peduli.


"Tenang lah nak" Lirih Kaisar.


jianying bingung ada apa dengan Kaisar.


'Ah seperti dugaan ku dia ingin memperbaiki hubungan ini'batin jianying


"Ah bagaimana kalau kita bermain peran, kita buat dia semangkin menyesal' jianying bersmirik


" Lepas.. Aku tak mau di peluk oleh mu"jianying meronta ingin melepas pelukan itu


Kaisar Chen bukannya melepas dia malah mengeratkan pelukan nya bahkan air matanya sudah tumpah.


"Lepas... Hiks... Le... Lepas... Hiks... Hiks... Kau.... Jahat... Hiks... Lepaskan... Aku... Hiks" jianying menangis


Mendengar tangisan jianying membuat hati Kaisar chen sakit.


'Apa yang putri ku lalui selama ini. Bahkan dia menolak pelukan yang ku berikan'batin Kaisar chen


"Tenang lah nak" Lirih Kaisar chen masih dengan air mata yang semangkin deras mengalir.


"Tidak.... Hiks... Aku tidak mau... Kau jahat... Hiks... Lepaskan aku... " Tangis jianying semangkin keras


"Maafkan  ayahanda anak ku" Lirih Kaisar chen


Pangeran mahkota juga sudah mulai berkaca kaca. Jujur dia tak tau apa yang telah adiknya ini lalui hingga seperti ini.


Permaisuri dan putri Mingmei kesal mereka keluar dan kembali ke pallium mereka. Disana mereka membuang bahkan menghancurkan semua barang yang ada.


**happy Reading📖


vote, like dan comen**

__ADS_1


__ADS_2