
Ke esokan harinya,hari dimana jianying akan disidang karena telah mematahkan tangan kepala pelayan.semua orang telah berkumpul tetapi kaisar, pangeran mahkota fengying, permaisuri dan putri mingmei belum kunjung datang .bahkan sang pelaku pun juga belom datang,yang tak lain dan tak bukan adalah jianying.
"Kaisar Chen, Putra mahkota fengying, permaisuri,dan putri mingmei memasuki ruangan"teriak Kasim yang membuat seluruh Mentri berdiri dari duduknya.
"Semoga kaisar Chen, pangeran mahkota fengying permaisuri dan putri mingmei hidup 1000 tahun lagi"ucap mereka bersama sama.
Kaisar hanya mengangguk kan kepalanya tanda menerima salam dari para menteri.
"Baik lah kita mulai sidang ini"ucap seorang menteri dengan lantang dan tegas.
"Tunggu putri jianying belum ada di ruangan."ucap salah satu Mentri yang lain.
15 menit mereka menunggu jianying.tapi seperti tak ada tanda tanda jianying sehingga menimbulkan banyak komentar negatif.kaisar yang jengah pun menyuruh seorang Kasim untuk memanggil jianying.
"Kasim mo ,cepat jemput jianying .kalau dia menolak untuk datang seret dia"perintah kaisar tanpa ada bantahan.
"Tak perlu kaisar"suara seseorang menggelegar di ruang persidangan
"Hamba sudah ada disini jadi tak perlu anda untuk mengirim Kasim mo"sambung nya dengan dingin dan datar .bahkan dia menatap sengit sang kaisar,'bahwa dia memberi tahu dia tak kan tunduk pada kaisar'.
Jianying mencari tempat yang kosong dan dia menemukan tempat yang kosong berada di paling pinggir yang hanya untuk orang rendahan yang duduk.
Jianying tak memperdulikan yang penting dia duduk dengan nyaman.
'cih lihat lah putri sampah itu,dia duduk berada di tempat yang hanya orang rendahan yang menempati nya.'bisik salah satu menteri
__ADS_1
'Benar dia adalah seorang putri sampah'bisik menteri lainnya.
Jianying tak memperdulikan itu semua dia duduk dengan tenang bahkan tidak mendengar semua bisikan itu.
"Cepat lah ,aku sibuk kenapa tidak mulai mulai"ketus Scorpio dengan datar dan dingin.semua yang mendengar suara jianying yang dingin langsung bergidik ngeri.
"Putri jianying apakah kau tak pernah di ajarkan sopan santu. Kau tau berbicara seperti itu bisa membuat mu terkena hukuman"ucap si rubah atau permaisuri dengan nada sinisnya.
"Iyah.aku memang tak pernah di ajar kan sopan santun.kenapa?karena ayah ku tak peduli pada ku,ibu ku meninggal ketika melahirkan aku,dan kakak ku tak pernah sedikit pun untuk memberikan kasih sayangnya padaku.jadi siapa yang akan mengajarkan aku?kau!sepertinya jika kau yang mengajarkan aku sopan santu yang ada aku akan menjadi rubah seperti mu"ucapan lantang nan dingin yang di keluarkan jianying membuat semua orang terkejut.bahkan dia dengan beraninya mengatakan permaisuri negeri ini dengan sebutan rubah .
"Kau berani nya kau menyebut ibuku dengan sebutan rubah,"teriak mingmei menggema di ruangan
"Why don't I dare? I am the oldest princess and I am the daughter of the late first empress, so I can do it. And you? Who are you to shout at me? "Jianying juga ikut berteriak bahkan semua orang yang ada di ruangan tak ada yang mengerti ucapan sang putri .
"Putri bahasa apa yang anda guna kan hamba tidak mengerti"ucap salah satu menteri
"Putri,bukan kah itu bahasa barat?bagaimana anda bisa dengan lancar mengucapkan nya bahkan anda hamba tak tahu apa arti dari yang anda katakan putri"ucap salah satu menteri yang sudah lansia
"Kau tak perlu tau dari mana aku bisa mengetahui nya.dan kalian ingin tau bukan apa yang aku ucapkan tadi baik lah ,kan ku ucapkan dengan bahasa yang kalian mengerti."ucap jianying sinis
"Kenapa aku tidak berani? Saya adalah putri tertua dan saya adalah putri dari permaisuri pertama, sehingga saya bisa melakukannya. Dan kau? Siapa kamu untuk meneriaki saya? "Sambung jianying dengan datar dingin dan sedikit ketus di bagian terakhir.
"Kau,kaisar hamba mohon anda untuk menghukum putri jianying karena putri jianying sudah berani berkata kasar pada hamba"ucap permaisuri yang dibuat buat lirih orang yang mendengar suara itu pasti akan iba pada permaisuri,tapi berbeda dengan jianying yang hanya memanda datar dan dingin kepada permaisuri.
"Cih rubah"gerutu jianying namun masih bisa didengar oleh semua orang.
__ADS_1
"Putri jianying jaga ucapanmu"sekarang kaisar uang angkat bicara padahal dari dari dia hanya diam dan menyaksikan semuanya.
"Chek untuk apa aku menjaga ucapanku?"tanya jianying menantang kaisar dengan tajam
"Kau turunkan pandangan mu itu"putra mahkota fengying juga ikut angkat bicara bahkan dia menaikan suaranya satu oktaf jadi seperti seseorang yang berteriak
"Jika aku tak mau apa yang akan kau lakukan"tantang jianying yang membuat Putra mahkota fengying naik pitam.
"Kau.beraninya kau membantah perintah ku."teriak pangeran mahkota fengying.
Jianying atau Scorpio dengan santai pergi meninggalkan ruangan yang sedang kacau
"Yak beraninya kau meninggalkan ruangan tanpa meminta izin"teriak putra mahkota fengying
Jianying atau Scorpio tak mengindahkan panggilan dari pangeran mahkota fengying bahkan dia pergi melangkah dengan penuh kesantaian.
Semua orang yang melihatnya hanya menganga,di karena kan baru kali ini mereka melihat ada yang berani melawan pangeran mahkota fengying dan juga kaisar.
'apakah dia putri sampah itu'bisik menteri
'aku pun tak tau'balasnya dengan berbisik
'sudah kalian jangan berbisik bisik kalian mau kenak amukan kausar'bisik menteri yang lain .
•••maaf banyak typo•••
__ADS_1
•vote•
••TBC••