
Kekaisaran di buat bingung karena hilangnya putri jianying .
Para prajurit kalang kabut mencari putri jianying. Sampai saat ini mereka belom menemukan putri jianying.
"Salam yang mulia kaisar. Semoga... " Perkataan prajurit itu terpotong oleng omongan kaisar.
"Cepat katakan" Ucapan datar, dingin dan menusuk kaisar membuat prajurit bergidik ngeri
"Kami belom menemukan tuan putri yang mulia kaisar, dan kami juga menemukan bahwa datang tuan putri jia li juga ikut menghilang " Lapor prajurit tersebut
"Hmm pergilah" Prajurit itu memberikan salam lalu pergi.
Flashback
Kaisar memasuki ruang pribadinya. Dia bingung dengan tingkah laku putri nya dari permaisuri yang telah meninggal dunia.
'Apakah jianying sangat tersiksa hingga membuat nya berubah? Ayah macam apa diriku ini putriku tersiksa tapi aku hanya diam'
'Aku tak pantas di sebut ayah olehnya. Jianying telah berubah, jianying yang sangat sopan, santun, bahkan selalu tunduk padanya kini telah mulai menunjukkan kebenciannya'
'Dulu aku selalu melihat kasih sayang walau dia selalu tunduk'
Kaisar merenung selama semalaman.
Paginya dia mendengar bahwa jianying ngamuk lagi di dapur.
Kaisar bingung kenapa anaknya ini sangat suka mengamuk di dapur? Kenapa tidak tempat lain? Itulah yang ada di pikiran Kaisar.
Tapi kali ini berbeda jianying hanya membentak dan berteriak dia tidak melukai seseorang.
Kaisar ingin memperbaiki hubungan nya dengan jianying, tapi karena masalah Kekaisaran membuatnya tak bisa berkunjung ke kediaman jianying.
Kaisar baru menyelesaikan masalah Kekaisaran pada malam hari.
Dia niatnya ingin mengunjungi putrinya tapi ini sudah terlalu larut hingga dia akan mengunjungi jianying di pagi hati.
Pagi
Kaisar jalan menuju kediaman jianying.
Kaisar mengetuk pintu kamar jianying tapi tak menerima jawaban dari sang empuh membuat Kaisar memanggil prajurit yang menjaga di depan pallium jianying.
"PRAJURIT" teriak Kaisar
Prajurit yang merupakan penjaga pallium jianying langsung menghampiri kaisarnya.
"Salam yang mulia, ada apa? " Tanya prajurit tersebut sambil tunduk
__ADS_1
"Kenapa putri jianying belum membuka pintu ini, cepat dobrak pintu ini" Perintah Kaisar Yang langsung di jalankan prajurit tersebut.
Druak
Druak
Druak
Druak
Pintu rubuh dan menampakkan kamar polos jianying yang kosong.
Kaisar masuk dan langsung mencari jianying tapi dia tak menemukannya.
"Prajurit dimana putri jianying? " Tanya Kaisar marah.
"Ha... Hamba... Ti.... Tidak.... Tau.... Yang.... Mu... Mulia..... Kai... Kaisar" Ucapnya terbatas bata
"Bagaimana kau bisa tidak tau. Kau di tugaskan untuk menjaga pallium sekaligus putri jianying" Kaisar ngamuk
"Prajurit - Prajurit " Teriak Kaisar
Para prajurit masuk kedalam pallium jianying
"Cambuk dia , jangan berhenti sampai putri jianying di temukan" Titah Kaisar
'Putriku dimana kau, kenapa kau menghilang ketika ayahanda mu ini ingin memperbaiki hubungan ini'lirih Kaisar
Kaisar meninggalkan pallium jianying dan langsung pergi ke ruang belajar nya.
Flashback off
Prajurit itu masih di cambuk bahkan dia sudah tak sadarkan diri sedangkan jianying masih terlelap dalam tidurnya padahal ini sudah mulai menjelang siang.
"Tuan putri bangunlah kita harus kembali ke istana putri" Jia li sudah lelah karena tuan putrinya ini sangatlah susah untuk dibangunkan.
"Tuan... " Perkataan jia li di potong jianying
"Bisa kah kau diam aku masih ngantuk, oh iyh suruh mereka melanjutkan membuat sumur " Perintah jianying
"Ha... Baik tuan putri. Tapi anda harus bangun dan juga harus kembali ke istana pasti istana sedang kacau karena kehilangan mu yang tiba tiba putri" Jia li mencoba menjelaskan tapi jianying terlalu malas untuk bangun
"Baiklah,, ayo kita pergi" jianying bangun dari tidurnya dan langsung melangkah keluar.
"Salam Scorpio " Ucap mereka serentak
"Hm aku pergi dulu kalian lanjut lah membuat sumur itu" jianying langsung pergi meninggalkan mereka diikuti Jia li
__ADS_1
Mereka berjalan, jujur jianying belom mandi, karena dia langsung nyelonong pergi aja ninggali Jia li
jianying bukannya lewat dari dinding dia malah lewat pintu utama
Penjaga yang melihat putri jianying segera membuka pintu
"Tuan putri, anda dari mana saja" Cemas penjaga gerbang
"Aku tersesat" Ucap jianying dengan datar lalu dia masuk kedalam istana
Prajurit itu langsung bergegas memberi tau Kaisar.
Kediaman Kaisar
"Salam yang mulia semoga anda hidup 1000 tahun lagi , " Tanpa menunggu jawaban dari Kaisar dia langsung melanjutkan ucapannya
"Kaisar putri jianying telah kembali yang mulai" Kaisar yang awalnya cuek bebek sekarang dia mengalihkan atensinya ke arah penjaga itu.
"Benarkah dimana dia sekarang? " Tanya Kaisar meski dengan datar tapi terselip kalimat kekhawatiran.
"Tuan putri berada di pallium yang mulia" Tanpa menunggu lama Kaisar langsung menuju pallium jianying.
Dia melupakan Prajurit yang dia telah hukum.
Pallium jianying
jianying telah selesai mandi dan memakai pakaian. lalu tiba tiba sebuah suara teriakan membuatnya terkejut dan mendengus kasar.
"YANG MULIA KAISAR MEMASUKI RUANGAN " teriakan menggelegar membuat telinga jianying panas.
Kaisar masuk ke pallium dengan wajah datar dan dinginnya. Sebenarnya dia sangat khawatir tapi di tutupi dengan wajahnya datar itu
"Putri jianying kemana saja kau? " Tanya Kaisar dengan dingin
"Aku tersesat" Jawab jianying tak kalah dingin
"Bagimana mungkin,? Kapan kalian keluar istana? " Kali ini dengan sedikit mengeraskan suaranya
"Apa perlu di jelaskan? " Bukannya menjawab jianying balik bertanya
"Kenapa kau balik bertanya? " Sepertinya sekarang perang tanya bertanya.
jianying memandang tajam kearah kaisar, sedangkan kaisar hanya menunjukkan sifat datar dan dingin, tapi sebenarnya tersimpan kekhawatiran yang tersembunyi.
**happy Reading📖
like, vote dan coment**
__ADS_1