
Ke esokan hari
jianying sudah rapi, dia berniat meminta izin kepada kaisar untuk membiarkannya keluar. jianying pergi ke ruang makan di ikuti para dayang di belakang nya.
"PUTRI JIANYING MEMASUKI RUANG MAKAN " teriak seorang prajurit, sebagai pemberi tahu bahwa jianying datang.
jianying mengumpat dalam hati karena teriakan prajurit itu membuat telinganya sakit. jianying yang tak mau berlama lama pun masuk ke ruangan.
Didalam jianying di sambut hangat oleh Kaisar chen dan juga pangeran fengying. jianying hanya menatap mereka dengan datar dan dingin. jianying duduk di tempatnya .
"Putri jianying apa kau tak punya sopan santun? " Tanya permaisuri dengan nada mengejek dan sinis.
"Tidak " Jawab Scorpio datar, tapi terkesan santai.
Permaisuri menatap tak suka pada jianying, tapi jianying bodo amat aja.
" Sebaiknya kita mulai acara makan nya " Tengah kaisar chen . Semua makan dengan ke heningan, hanya dentingan alat makan yang bersuara.
" Aku ingin keluar istana " Ucap jianying tiba tiba membuat seluruh atensi menatapnya
" Ayahanda tak mengizinkan mu " Jawab kaisar chen yang langsung mendapat tatapan tajam dan menusuk dari jianying.
" Aku akan keluar istana meski tanpa izin dari mu " jianying kembali melahap makanannya. Kaisar chen menghela nafas kasar, putrinya ini sangat keras kepala dan sulit di taklukkan.
" Nak kau akan keluar dengan sayang dan juga prajurit yang akan menemanimu, " jianying menimbang nimbang dan akhirnya mengangguk.
" Jianying apa Ayahanda boleh bertanya nak? "Tanya kaisar chen dengan lembut dan hangat.
" Hmm" Dehem jianying, dia tetap melanjutkan makannya.
" Di mana pelayanmu jia li? " Tanya kaisar chen tiba tiba membuat jianying tersedak
" Uhuk uhuk... Air " Suara jianying tercekat karena tersedak makanan yang dia makan. Fengying yang berada di sampingnya segera memberi air pada jianying.
jianying minum dengan tergesa-gesa. Kaisar chen dan Pangeran fengying hanya geleng geleng aja liat jianying.
Setelah sudah membaik jianying berpikir, apa yang harus dia katakan.
"Em... Dia... Dia.. " jianying sangat gugup, dia bulingung ingin memberi alasan apa.
' shit kenapa mulut ku ini tak bisa di aja kompromi sih ' umpat jianying dalam hati
" Dia kenapa? "tanya pangeran fengying penasaran.
" Dia.... Dia mengunjungi saudaranya,, Iyah saudaranya " Ucapan jianying mengundang ke curigaan di benak kaisar.
" Benarkah? " Tanya kaisar chen tak percaya
" iyah" Jawab jianying datar
__ADS_1
" Aku sudah siap, aku akan pergi keluar istana sekarang jianying berjalan keluar ruang makan.
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
jianying sudah bersiap, ketika dia mau pergi dengan kuda tapi di larang oleh Pangeran fengying.
" Meimei kau tak boleh naik kuda, naik lah ketandumu " Perintah pangeran fengying
jianying mendengus kesal. Dia sangat tak suka seperti ini, dia bukan seorang putri bangsawan.
Dia seorang agent yang sangat hebat dan dingin.
' aku tak mau naik tandu itu ' batin jianying
" Aku tak kan naik benda itu, kalau kau tak mengizinkan aku naik kuda maka aku akan berjalan kaki " jianying hendak meninggalkan pangeran fengying, tapi sebelum itu tangannya di tahan.
" Baiklah kau boleh naik kuda" Ucap pangeran fengying kesuh, dia kalah oleh meimei nya.
Senyum terbit di wajah yang selalu datar, pangeran fengying seakan tersihir oleh senyum meimei nya ini.
jianying menaiki kudanya, dia tak memakai pakaian yang di pakai para bangsawan wanita pada umumnya.
jianying lebih memilih menggunakan pakaian yang di pakai lelaki jadi dengan muda dia bisa menaiki kuda.
Rombongan jianying pergi meninggalkan pangeran fengying dengan beberapa prajurit.
Pasar
Rombongan jianying sudah sampai di pasar. Banyak pasang mata yang menatapnya. Tapi lebih dominan para wanita, banyak yang memberikan pandangan merayu dan menggodanya.
" Tuan "panggil seorang prajurit karena risih dengan tatapan dari para wanita itu. Para prajurit dan dayang memang ketika di perjalanan di suruh tidak memanggil tuan putri.
" Ada apa " Tanya jianying datar dan juga dingin tapi itulah yang membuat semua wanita mangkin tergila gila.
" Apa perlu hamba menyingkirkan mereka? " Tanya prajurit itu sedikit pelan.
" Tidak perlu, biar mereka menikmati karya Tuhan, " Jawab jianying dengan sedikit tersenyum. Para wanita yang melihat senyum itu berteriak histeris karena kadar ke tampanan jianying bertambah.
Rombongan jianying berhenti di sebuah tempat makan.
jianying masuk di ikuti para prajurit dan dayang. Ada juga prajurit yang menunggu di luar.
" Mau pesan apa tuan " Tanya seorang wanita muda dengan senyum menggoda. jianying menatap wanita itu, tapi kali ini tatapan jianying menghangat.
' sepertinya aku harus menebar pesona ku 'batin jianying
" Aku pesan makanan yang enak dan banyak untukku dan para dayang juga prajurit ku " Ucap jianying ramah, suaranya yang di buat serak basah menambah kadar ke maskulinannya
" Baik tuan " Wanita itu pun pergi tapi sebelum itu wanita itu mengedipkan matanya pada jianying.
__ADS_1
Para prajurit dan dayang bergidik ngeri, bukan apa apa. Tuan nya ini seorang wanita , ah memikirkannya aja membuat mereka merinding.
" Duduklah dan panggil prajurit yang tersisa, kita makan bersama " Perintah jianying. Mereka duduk, di ikutin para prajurit yang baru datang. Mereka menggunakan 2 meja karena mereka bisa di bilang cukup banyak.
6 orang prajurit dan juga 4 dayang. Sebenarnya kaisar chen menyuruhnya membawa 20 prajurit tapi jianying menolak. Dan ini lah yang tersisa.
Banyak pelanggan wanita yang curi curi pandangan ke arah jianying, bahkan ada juga yang terang terangan menatapnya. Seorang gadis berpakaian bangsawan datang ke meja mereka.
" Tuan apakah kau mau menjadi suamiku ? "Tanya gadis itu dengan sedikit warna merah di pipinya. jianying diam tak menjawab, dia hanya menatap wanita itu. Wanita itu semangkin merona karena di tatap intens oleh jianying.
" Boleh aku tau namamu gadis cantik " Tanya jianying dengan senyum manis.
" Emm... Nama... Nama saya xia he tuan " Jawabnya malu malu . Sungguh kali ini semua prajurit termasuk dayang bergidik semangkin ngeri.
' apa tuan putri menyukai sesama jenis " Batin mereka
' astaga lihat gadis ini,,, ingin rasanya aku tertawa lepas ' batin jianying
" Oh kalau begitu kenalkan namaku adalah yuwen " jianying tersenyum dengan sangat elegan membuat ketampanan nya bertambah. Gadis itu mengangguk, dengan pipi merona.
" Tuan ba... Bagaimana tawaran ku " Tanya xia he malu malu.
" Kau ingin menjadi istriku? " Tanya jianying yang membuat xia he menatapnya
" I.. Iyah tuan "jawab xia he malu malu
Para gadis iri kepada xia he, sebenarnya mereka bisa juga melamar jianying tapi xia he adalah seorang bangsawan keturunan dari perdana menteri perdagangan.
" Tapi aku tak bisa menjadi pendamping mu " Jawab jianying tenang. Membuat xia he berkaca kaca.
Antara malu, sedih, kesal, semua tercampur menjadi satu.
" Ke.. Kenapa "tanya xia he sambil menahan air matanya.
" Aku sangat menyukaimu tapi.. " jianying menggantung ucapannya
" Tapi...? " Tanya xia he bingung
" Tapi aku lebih menyukaimu sebagai adik ku, hmm... Karena aku sudah mengangkatmu sebagai adik ku datang lah Kekaisaran, aku akan menyambutmu dengan baik. " Jawab jianying dengan senyum. Semua bingung dengan ucapan jianying.
" Apa maksut mu yuwen " Tanya xia he bingung.
" Emm...datang saja,,, tapi jangan sekarang.. Datang lah 3 hari dari sekarang. " jianying bangkit dia sudah tak ada nafsu makan lagi sekarang.
jianying tersenyum kepada xia he dan pergi dari tempat makan itu tapi dia meninggalkan sekantung emas.
Dia menyuruh semua makananya di bungkus saja.
Happy Reading
__ADS_1