THE REINCARNATION OF THE FEARED AGENT

THE REINCARNATION OF THE FEARED AGENT
23. gitu


__ADS_3

Happy Reading📖


•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


"Maafkan atas kelancangan saya tuan putri, sa... Saya benar.. Benar tidak tau " Ujar xia he sambil menunduk.


Jianying hanya diam tak bergeming sedang Ming qi dan jia li mereka menatap dengan bingung karena pas kejadian itu jia li sedang tak bersama jianying dan juga Ming qi, pada saat itu jianying belom bertemu dengannya.


'Sebenarnya ada apa sih, apa yang terjadi hingga dia terus meminta maaf' batin jia li bingung.


'Kelancangan apa yang dia buat? ' pikir Ming qi bingung pasalnya jianying tak kunjung berbicara dan menjelaskan.


"Saya benar benar minta maaf tu... Tuan putri... Saya... Saya... Tidak tau " Tubuh xia he sekarang gemetar menahan tangis yang sejak tadi ingin keluar bagai air terjun yang ingin turun.


Jianying masih diam, membuat Ming qi dan jia li gemas sendiri.


'Tuan putri jangan buat kami mati penasaran ' batin Ming qi dan jia li dengan kesal


"Xia he!! " Panggil jianying yang membuat xia he mendongakkan kepalanya dengan air mata yang menggenang di matanya.


Jianying yang sebenarnya ingin menggoda xia he tak jadi karena melihat air matanya itu.


'Ck aku bahkan belum melakukan apa pun, bahkan aku baru mengatakan dua kata dan dia sudah ingin menangis 'batin jianying


"Aku tak marah dengan mu dan yah aku memaafkan dirimu karena di situ aku yang salah yang tak memberi tahu dirimu hehe... Maaf kan aku " Cengirnya membuat Ming qi, jia li, dan xia he menganga tak percaya dengan apa yang mereka dengar.


'Aku sudah takut dan dia masih bisa tertawa hiks hiks .. ' tangisnya dalam diam.


"Jia li bawakan kudapan dan juga teh. Aku ingin menjamu tuan putri xia he dan juga nona muda kita Ming qi " Kekeh jianying sambil tersenyum dan mengedipkan matanya pada Ming qi.

__ADS_1


Mereka berbincang bincang di taman yang jianying  buat sendiri dengan bantuan tukang kebun dan dayang.


"Taman yang bagus " Puji xia he, Ming qi mengangguk membenarkan pujian xia he.


"Nona... Emmm... Maafkan aku... " Xia he menjeda ucapannya karena takut menyinggung Ming qi.


"Apa yang ingin kau bicarakan xia he katakan saja " Ujar jianying penasaran.


"Itu... Maaf.. Apa kau tak bisa berbicara? Maaf kalau menyinggung dirimu aku... Aku... " Xia he tak berani melanjutkannya dia juga berbicara dengan terbata bata.


Dengan bahasa tubuh Ming qi menjawab meski Xia he tak mengerti setidaknya ada jianying yang mengerti apa yang dia ucapkan


*aku tak bisa berbicara. Kau tak perlu meminta maaf*


Xia he menggaruk tengkuknya yang tak gatal karena bingung dengan yang di katakan ming qi lewat bahasa tubuhnya.


"Aku tak bisa berbicara. Kau tak perlu meminta maaf" Ucap jianying yang membuat Xia he tak mengerti.


"Itu yang dia ucapkan, bukan aku " Jelas jianying sambil menghirup dalam dalam aroma taman yang dia tanam.


Tak ada lagi pembicaraan karena jianying asik menghirup aroma taman bunganya dalam dalam. Sedangkan Ming qi dia berbicara dengan Xia he dengan bahasa tubuh tapi lagi lagi dia tak paham. Dia hanya paham sedikit itupun karena terkadang Ming qi menulisnya di tanah agar Xia he mengerti.


Jia li datang dengan nampan di tangannya dan juga beberapa dayang di belakangnya yang membawa teko teh dan juga cangkir.


Mereka meletakkannya dia meja dan menyajikannya. Xia he dan Ming qi menatap jianying yang masih asik menghirup aroma bunga di taman itu.


" Tuan putri " Hingga panggilan Jia li yang membuatnya kembali dalam kesadarannya.


"Ada apa? " Tanya jianying bingung.

__ADS_1


"Ini sudah saya sajikan semuanya" Jelas Jia li. Jianying mengangguk mengerti lalu dia mengambil dan langsung memakan makanannya. Ming qi dan Xia he yang tak di tawarkan pun hanya diam tak bergeming.


Jia li yang melihatnya pun segera mungkin menyadarkan tuan putrinya. Ntah apa yang ngerasukin tuan putrinya sampek kayak gini jadinya.


"Tuan putri Xia he dan Ming qi silahkan makan. " Jia li mempersilahkan, sedangkan sang tuan rumah asik makan sambil menghirup aroma bunga.


Jia li hanya bisa geleng geleng kepala saja melihat tuan putri mereka yang aneh.


Selesai makan kudapan jianying, Ming qi dan juga Xia he mereka pergi ke ruang pembersihan diri di Ruangan yang terpisah


Selesai membersihkan diri jianying, Ming qi dan juga Xia he memasuki ruang makan Kekaisaran. Awalnya Ming qi menolak tapi karena ke keras kepalaan jianying yang membuat Ming qi pun ikut bersama mereka.


Ruang makan


"TUAN PUTRI JIANYING, PUTRI PERDANA MENTERI PERDAGANGAN XIA HE DAN MING QI MEMASUKI RUANG MAKAN" teriak penjaga pintu.


Jianying, Xia he dan Ming qi memasuki ruangan. Jianying dengan elegan dengan wajah datar , Xia he dan Ming qi dengan menunduk.


"Siapa mereka nak? " Tanya kaisar chen pada jianying soalnya dia tak pernah melihat keduanya. Eh tunggu bukan Xia he dia perna bertemu beberapa kali sedangkan gadis di sebelah Xia he dia tak tau.


" Tamu istimewa ku" Jelas jianying santai dan datar.


Ming qi dan juga Xia he tersentuh dengan jawaban dari jianying


'Apa kami se istimewa itu? Aduh aku ingin menangis mendengar jawaban tuan putri tadi" Batin Ming qi dan Xia he


••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


Happy Reading📖

__ADS_1


vote, like, dan komen untuk meninggalkan jejak


__ADS_2