
Di tempat dan di waktu yang berbeda Scorpio berada di tempat yang ia tak ketahui.pertama kali yang ia lihat adalah ruang yang kuno dan asing.
"Eugh ...au kepala ku kenapa sakit sekali" lirih Scorpio
"Nona"panggil seseorang dengan lirih
'shit sakit sekali kepalaku' umpat Scorpio dalam hati
"Nona ..nona sudah sadar hiks.."tangis nya pecah
"Hey siapa kau?,dan kenapa aku disini?apakah kalian sedang syuting?"tanya Scorpio bertubi tubi
"Put..ri..anda melupakan hamba hiks..apakah hamba..hiks ..kur..ang...hiks..setia..hiks..pada..hiks putri?"tanya nya dan air matanya semangkin keluar dengan derasnya
"Hey apa-apaan ini,kenapa tidak cut cut sih?hello plis deh gue capek ,pala gue juga sakit jadi pliss jangan main main"ucap Scorpio dengan dingin
"Putri...hamba akan memanggil..hiks tabib terlebih dahulu.."ujarnya dan langsung pergi
"Akh....kepala ku...akh sak...it...kepalaku...sakit..ap..a itu ..sakit...akh"pekik Scorpio dengan menahan sakit di kepala nya.
Rasa sakit yang dirasakan oleh Scorpio terjadi karena ingatan dari tubuh yang sekarang di tempatinya mengalir ibarat air yang mengalir.
'akh ternyata aku berada di tubuh seorang putri sampah,cih begitu menderitanya tubuh ini.bahkan tanpa ada perlawanan dia menerimanya.begitu lemahnya tubuh ini sehingga membuat dia sering mendapat cacian dari orang sekitarnya, bahkan ayah nya saja tak pernah mau melihat bahkan melirik pun dia tak mau?.begitu sampaikan putri ini sehingga di acuhkan oleh ayah nya dan saudara nya pun tak mau untuk membantunya.begitu menyedihkan dirimu putri.tapi tenang saja akan ku pastikan mereka akan merasakan apa yang kau rasakan putri aku berjanji' ucap Scorpio dalan hati.
Lamunan Scorpio buyar ketika seorang wanita yang seumuran dengannya dan seorang pria paruh baya
__ADS_1
"Putri hamba datang dengan tabib "ucap wanita itu dengan sopan.mengingat kilasan memori putri ini dia adalah pelayan setianya Jia li
Scorpio POV
Cek,wanita ini aku bahkan tak sakit.
"Siapa yang menyuruh mu untuk memanggil nya?suruh dia pergi aku tak mau melihatnya"ucap ku dengan dingin
"Ta..tapi..putri..anda.."ucapannya langsung ku potong
"Bawah dia pergi"ucapku tegas tanpa ingin seseorang membantahnya.
Scorpio POV end
"Baik putri"jawab Jia li dengan takut ,karena Baru ini dia melihat dan mendengar tuan putri nya berbicara dengan dingin dan datar.bahkan tabib juga ikut bergidik ngeri.
Keduanya pergi ,kesadaran putri jianying tersebar dengan cepat .kaisar sendiri juga sudah mendengar bahwa putri tertuanya jianying sudah sadar tapi ia tak berniat untuk mengunjunginya.
Di tempat lain dengan waktu yang sama seorang wanita sedang mengamuk karena jianying telah sadar dari komanya.
Sruak
Suara benda berjatuhan.
"Yah jalang itu kenapa tidak mati saja sih merepotkan sekali...akh menyebalkan"teriak putri mingmei.
__ADS_1
"Anak ku tenangkan dirimu,jika dirimu seperti ini kau tak kan bisa membunuh jalang itu.kita harus cari cara lain biar bisa membunuhnya"ujar ibunya yang tak lain adalah permaisuri niu
"Ibu benar ,aku harus tenang agar bisa membunuh jalang itu.hmm tapi apa yang harus kita lakukan bu.aku tak bisa memikirkan apapun"putri mingmei memijat pelipisnya sendiri karena tak menemukan ide untuk membunuh putri jianying.
"Nanti saja kita pikirkan sebaiknya kita sekarang ke ruangan kekaisaran"ajak permaisuri dan dapat anggukan dari putri mingmei.
Skip ruang kekaisaran
"Yang mulia permaisuri dan putri mingmei memasuki ruangan"teriak seorang Kasim.
Permaisuri dan putri mingmei memasuki ruangan tersebut dan memberi salam pada kaisar
"Salam yang mulia kaisar semoga hidup 1000 tahun lagi."ucap mereka bersamaan dan dapat anggukan dari kaisar
Mereka duduk di tempat duduk mereka dan hanya ada kesunyian
"Yang mulia ada apa anda mamanggil hamba kemari?"tanya permaisuri
"Begini ku dengar putri jianying telah sadarkan diri.jadi aku berniat mengajak kalian mengunjunginya."jelas kaisar Ling Chen
"Baik yang mulia"jawab permaisuri,putri mingmei dan pangeran mahkota fengying
"Kalau begitu hamba undur diri yang mulia"lanjut permaisuri dan dapat anggukan dari kaisar Chen.
•••maaf klo banyak typo•••
__ADS_1
•••vote yah•••
TBC