
...Bab 102...
Melihat Xiao Churan panik, Ye Chen tersenyum menenangkan. "Istriku, kamu jangan khawatir soal vila ini, Presiden Wang tidak akan pernah mencari masalah dengan kita."
Xiao Changkun terus saja menggelengkan kepala. "Tidak bisa, terakhir kali kamu membantu Keluarga Qin membaca feng shui, mengeluarkan banyak uang hanya demi kerang atau apalah itu, dan sekarang Keluarga Wang juga mencarimu. Dua keluarga itu adalah keluarga terhormat di Kota Jin Ling, dengan kemampuan feng shui-mu yang tidak seberapa, cepat atau lambat kamu akan ketahuan! Nanti jika mereka datang menginvestigasi kita, keluarga kita akan berada di ambang kehancuran!"
Dengan itu, Xiao Changkun lekas berkata. "Lebih baik cepat kembalikan vila ini kepada Keluarga Wang, jika tidak, nanti saat mereka membuat perhitungan dengan kita, maka habislah kita!"
Tidak lama setelahnya, Ma Lan menyahut. "Dikembalikan apanya? Vila ini adalah tanda terima kasih Presiden Wang kepada Ye Chen, Ye Chen tidak mencurinya! Buat apa dikembalikan? Kedepannya, vila ini akan menjadi milik kita!"
Ma Lan tidak pernah mengira dirinya bisa hidup di vila semewah ini, sekarang vila ini sudah ada di genggaman, dan Xiao Changkun bilang ingin mengembalikannya, apa dia ingin mati? Xiao Churan berteriak tak berdaya. "Ibu! Kita tidak bisa sembarangan menerima pemberian orang, di kemudian hari bisa merepotkan!"
"Merepotkan kentutmu!" Ma Lan mendengus sebal, dia kemudian menatap Ye Chen dengan ekspresi datar. "Ya ampun, Ye Chen, aku tidak menyangka kemampuanmu boleh juga, aku kaget kamu bisa mendapatkan sebuah vila."
Ma Lan tersenyum dan berkata dengan penuh semangat. "Kamu benar-benar menantu yang baik, jika sejak dulu kamu sudah memulai bisnis feng shui ini, keluarga kita pasti sudah kaya!"
Xiao Changkun tidak tahan lagi, dia pun berkata. "Istriku, ini bukan soal vila, meskipun Ye Chen membantu mereka membaca feng shui, tapi apa Ye Chen pantas menerima vila ini? Jaga-jaga, barangkali di masa depan Keluarga Wang menyesali keputusannya dan tiba-tiba membenci kita."
Ma Lan melompat setinggi tiga kaki sambil menunjuk-nunjuk ke arah Xiao Changkun. "Jangan bicara hal yang tidak masuk akal, aku sudah menderita kemiskinan seumur hidupku gara-gara hidup denganmu, sekarang kita sudah mendapatkan sebuah vila, apakah kamu tidak menginginkannya? Aku beritahu kamu, jika kamu berani menyuruh menantu kita mengembalikan vila ini, aku minta cerai denganmu!"
"Kamu...kamu...kamu adalah orang yang mengabaikan hidup sendiri demi uang!"
Xiao Changkun benar-benar marah sampai kehilangan kata-kata, pria itu akhirnya duduk di sofa.
Ye Chen tersenyum dan berkata. "Ayah tenang saja, vila ini tidak akan diambil oleh orang lain."
"Menantu yang baik, kamu benar-benar hebat."
Ma Lan melihat ke sekeliling, dia menyentuh barang-barang antik, menyentuh lukisan, senyum Ma Lan merekah lebar sekali. "Biarkan saja Xiao Changgan pamer, sekarang aku punya vila besar dan mereka hanya bisa membeli apartemen tingkat di bagian luar, roda kehidupan memang berputar ya..."
Xiao Churan tidak tahan dengan ini, dia menyeret Ye Chen ke samping dan berbisik. "Katakan yang sejujurnya padaku, ada apa ini sebenarnya?"
__ADS_1
Ye Chen berkata. "Istriku, kamu tenang saja, ini penghasilan sah, tapi aku tidak bisa mengatakannya sekarang padamu. Nanti jika kesempatan, aku pasti akan memberitahumu."
"Karena kamu bilang semua ini ada alasannya, maka aku percaya padamu." Xiao Churan berpikir sejenak, kemudian berkata. "Tapi soal feng shui, tolong jangan diulangi lagi, atau aku dan Ayah akan khawatir."
Ye Chen mengambil kesempatan untuk memegang tangan Xiao Churan, dia berkata. "Tenang saja, aku tidak akan melakukan sesuatu yang membuatmu khawatir. Ayah selalu mendesak kita untuk punya anak, nanti jika terjadi sesuatu padaku, kamu bagaimana?"
"Jangan bicara yang tidak-tidak."
Wajah Xiao Churan memerah, dia kemudian lekas-lekas melepaskan tangannya dari genggaman Ye Chen.
Tidak lama kemudian, Ma Lan dengan bahagianya menyusuri tangga sambil berteriak.
"...tunggu sampai aku kembali dari perjalananku minggu depan, aku akan memanggil semua kenalanku untuk datang dan melihat vila besarku ini!"
Xiao Churan berkata. "Ibu, vila ini adalah milik Ye Chen."
"Dia adalah menantu di keluarga kita, vila miliknya berarti milik kita juga."
Ye Chen melihat gelang yang dipakai Ma Lan, itu adalah gelang pemberian Qin Gang, Ye Chen sebenarnya ingin memberikan gelang itu kepada Xiao Churan, dan bukan kepada ibu mertuanya yang menjengkelkan itu.
...
Kediaman Keluarga Wang.
Wang Yunfei berdiri di ruang tengah dan melaporkan segala informasi yang dia dapatkan dari telepon kepada sang ayah.
Setelah berkata demikian, Wang Yunfei ragu-ragu sejenak, dia kemudian mendongak dan melanjutkan. "Ayah, apakah Paman sudah pikun karena usia? Vila semahal itu, dia sendiri saja belum sempat menempatinya, tapi sudah diberikan kepada Ye Chen! Ayah harus membujuk Paman!"
Sang ayah duduk di kursi kayu berlengan gaya kuno, wajahnya terlihat serius.
Wang Yunfei kembali untuk melaporkan bahwa pamannya telah memberikan vila kepada Ye Chen.
__ADS_1
Dia sendiri tidak percaya dan secara khusus menanyakannya kepada sang kakak Wang Zhenggang, tidak disangka-sangka ternyata hal tersebut benar!
Dan tentang alasan kenapa Wang Zhenggang memberikan vila itu, Wang Zhenggang tidak memberikan jawaban yang memuaskan, Wang Zhenggang hanya bilang dia berhutang budi pada Ye Chen.
Bantuan macam apa yang diberikan Ye Chen sehingga Wang Zhenggang yang terkenal pelit itu rela memberikan vila mahal padanya?
Ayah Wang berkata dengan wajah dingin. "Aku sudah menelepon Pamanmu, sepertinya dia benar-benar gigih, dia tidak akan meminta kembali vilanya."
Wang Yunfei menggertakkan gigi lalu berkata. "Ayah, tidakkah Ayah berpikir bahwa Ye Chen aneh? Kita sudah menyelidikinya sejak lama, tapi kita tidak pernah tahu kebenaran soal dia, itu cukup aneh menurutku."
Ayah Wang berpikir sesaat, kemudian berkata perlahan. "Pamanmu adalah orang yang cerdas sepanjang hidupnya, dia tidak akan menjilat Ye Chen tanpa alasan yang jelas. Jadi, mengenai Ye Chen, kamu tidak boleh mencari gara-gara dengannya, tidak peduli seberapa menyebalkan tindakannya. Nanti malam aku akan bertanya lagi pada Pamanmu mengenai latar belakang Ye Chen."
"Baik."
...
Sementara itu, Xiao Changgan sekeluarga sedang sibuk membujuk Nyonya Besar Xiao.
Xiao Weiwei mendengus dan mengucurkan air mata. "Nenek, entah trik licik apa yang dipakai Ye Chen sehingga Keluarga Wang bersedia memberikannya Vila Tomson Kelas Atas, vila itu harganya lebih dari 100 juta! Ditambah lagi, ketika dia mendapatkan vila itu, dia tidak ada niat untuk mempersembahkannya pada Nenek, orang itu malah mengusir kami sekeluarga, bukankah dia keterlaluan?"
Nyonya Besar Xiao duduk di kursi utama, aura berwibawa terpancar dari dirinya, ekspresinya menunjukkan ketidakpuasan. "Dasar Ye Chen, dia benar-benar tidak tahu aturan!"
"Benar, Bu! Ye Chen memang tidak tahu malu!" Xiao Changgan ikut berbicara sambil memasang wajah suram. "Sebagai menantu di Keluarga Xiao, dia seharusnya tahu bahwa barang bagus apa pun, harus dipersembahkan kepada Ibu dulu. Tempat tinggal Ibu ini sudah kuno, sudah lama tidak diperbaiki, sejak dulu kita seharusnya sudah pindah dari sini. Jika Ye Chen benar-benar peduli pada Ibu, dia seharusnya memberikan vila itu kepada Ibu dan membiarkan Ibu menikmatinya!"
Setelah mendengar ucapan Xiao Changgan, mata Nyonya Besar Xiao berkilat-kilat!
Nyonya Besar Xiao sudah hidup di vila Keluarga Xiao selama lebih dari sepuluh tahun, meskipun tempat itu kelihatan bergaya, tapi bangunannya sudah tua, ditambah dengan lokasinya yang tidak strategis, vila itu hanya bisa dapat 10-20 juta yuan jika dijual.
Vila Tomson Kelas Atas seratus kali lebih baik daripada di sini, dan Nyonya Besar Xiao sendiri merupakan orang yang tamak, tapi dia tidak bisa membeli Vila Tomson Kelas Atas karena tidak punya uang.
Ketika mendengar bahwa Ye Chen memiliki Vila Tomson Kelas Atas, ditambah lagi kata-kata provokasi yang diucapkan Xiao Changgan barusan, Nyonya Besar Xiao pun berpikir Vila Tomson Kelas Atas itu memang harus dia nikmati terlebih dahulu, karena dia adalah Ketua Keluarga Xiao!
__ADS_1