The Story Of Ye Chen

The Story Of Ye Chen
BAB 38


__ADS_3

Bab 38


Saat ini, Wang Tengfei sudah kehilangan akal sehatnya.


Dia tidak mau terlihat kalah dari Ye Chen di hadapan teman-temannya.


Jadi, dia berubah pikiran, dia mengambil petasan dari tangan Wang Daokun, lalu langsung melemparkannya ke dalam mobilnya.


Setelah itu, dia mengambil korek api dan mengarahkannya pada sumbu yang terdapat pada petasan tersebut, dia berkata dengan dingin: "Kalian semua lihat aku baik-baik! Aku bukanlah orang yang tidak mau menerima kekalahan! Aku juga tidak membutuhkan simpati dari Ye Chen!"


Saat mengatakan ini, dia langsung menyalakan korek apinya!


Petasan-petasan itu langsung meledak dalam sekejap, meledak dengan keras di dalam mobilnya!


Pada awalnya, nyala api yang ada di dalam mobil tersebut masih bisa terlihat, namun tidak lama kemudian, bagian dalam mobil tersebut dipenuhi dengan asap putih yang tebal, suara petasan terus terdengar dari dalam sana, hal ini membuat hati Wang Tengfei teriris, namun membuat hati orang-orang yang menyaksikan hal tersebut menjadi sangat gembira dan bersemangat.


Tidak sedikit dari mereka yang sejak tadi sudah mengeluarkan handphone mereka untuk merekam momen bersejarah ini, mereka berniat untuk memposting video ini ke Tiktok, agar semua warga net bisa ikut menyaksikan pertunjukan langka ini.


Petasan-petasan itu terus meledak, tidak lama kemudian, jok BMW 540 itu meledak, spon yang ada di dalam jok tersebut adalah spon yang mudah terbakar, jadi, dengan bantuan petasan dan bubuk mesiu, jok tersebut langsung mengeluarkan api yang membara.


Semua orang tidak menyangka bahwa petasan itu ternyata bisa meledakkan mobilnya, ditambah lagi, bagian dalam mobil tersebut dipenuhi dengan asap, jadi, meskipun bagian dalam mobil itu terbakar, nyala apinya tidak bisa terlihat dari luar.


Tetapi, ketika petasan-petasan yang ada di dalam mobil tersebut hampir meledak semuanya, dan ketika asap putih mulai menyebar keluar, api yang ada di dalam mobil tiba-tiba meledak, seluruh kompartemen mobil dalam sekejap langsung terbakar, apinya membara!


Semua orang yang ada di tempat kejadian langsung berteriak karena terkejut, Wang Tengfei langsung berseru: "Sial, padamkan apinya! Cepat padamkan apinya!"


Tadinya dia mengira bahwa petasan itu hanya akan meledakkan joknya saja, paling parah hanya akan merusak interiornya, dan dia hanya perlu mengeluarkan puluhan ribu yuan untuk memperbaikinya, atau mungkin perlu mengeluarkan ratusan ribu yuan untuk membuat mobilnya kembali seperti semula.


Namun, dia benar-benar tidak menyangka bahwa ternyata petasan itu akan membakar mobilnya!


Dia berteriak meminta tolong untuk memadamkan apinya, namun tidak ada seorangpun yang bisa membantunya memadamkan api tersebut dengan tangan kosong, jadi dia langsung menghubungi 119 dengan panik, kemudian dia menyaksikan api yang membakar mobil kesayangannya itu semakin lama semakin membesar dengan putus asa, dan pada akhirnya mobil tersebut tenggelam dalam lautan api.


Saat mobil pemadam kebakaran datang, yang tersisa dari BMW 540 tersebut hanya rangka mobilnya saja.


Dari rangka mobil yang tersisa tersebut, bahkan tidak terlihat bahwa mobil ini sebelumnya adalah sebuah BMW.


Wang Tengfei terduduk di atas tanah, dia hanya bisa menyaksikan mobil BMW kesayangannya berubah menjadi abu dengan putus asa, hatinya benar-benar sakit, sakit sekali.

__ADS_1


Kalau dia tahu sejak awal bahwa akhirnya akan menjadi seperti ini, dia tidak akan memprovokasi Ye Chen dan memintanya untuk berlomba dengannya.


Kali ini dia tidak hanya kehilangan harga dirinya, dia juga kehilangan mobil kesayangannya...


Ekspresi wajah Wang Daokun terlihat datar, tetapi dalam hatinya merasa bahwa hal ini sangat lucu, diam-diam dia mengacungkan jempolnya ke arah Ye Chen.


Setelah itu, dia berkata kepada Wang Tengfei: "Tengfei, kamu jangan terlalu sedih ya, ini sudah hampir jam makan, bagaimana kalau kita masuk untuk makan?"


Tadinya Wang Tengfei ingin mencari alasan untuk segera pergi dari tempat itu, namun setelah memikirkannya kembali, hal ini hanya akan membuatnya terlihat murah di hadapan si berengsek Ye Chen itu!


Karena biar bagaimanapun, mobilnya menjadi seperti ini karena Ye Chen si bajingan itu, jadi, dia harus mendapatkan harga dirinya kembali sebelum meninggalkan tempat ini!


Oleh karena itu, dia berdiri, lalu berkata dengan berpura-pura tenang: "Kenapa aku harus sedih? Aku hanya kalah dari taruhan saja."


Beberapa temannya satu persatu melangkah mendekatinya dan menyetujui perkataannya: "Kakak Fei adalah orang yang sangat kaya, apalah artinya sebuah BMW bagi dia?"


"Benar sekali! Bagi Kakak Fei, BMW hanyalah sebuah mobil biasa!"


Semua orang tahu bahwa Wang Tengfei hanya berusaha untuk menjaga harga dirinya, jadi mereka tidak lagi membahas soal ini, dan mengikuti Wang Daokun masuk ke dalam untuk mempersiapkan acara pembukaan restorannya.


...


Satu persatu dari teman-teman kuliah Wang Daokun memberikan hadiah kepadanya, Ye Chen juga membawakan sebuah lukisan tua yang dia beli sendiri untuk diberikan kepadanya, dia berjalan ke hadapan Wang Daokun dan berkata: "Selamat ya Daokun, ini adalah hadiah kecil dariku dan istriku sebagai ucapan selamat atas pembukaan restoran barumu ini."


Xiao Churan juga berkata kepadanya sambil tersenyum: "Wang Daokun, selamat ya, aku akan mendoakan agar bisnismu ini berjalan dengan lancar!"


"Terima kasih." Wang Daokun langsung berterima kasih kepadanya, setelah itu dia mendekatkan tubuhnya ke telinga Ye Chen, lalu berbisik kepadanya sambil menyeringai: "Sepertinya hubunganmu dengan primadona kampus kita ini sangat mesra, tidak seperti yang dikatakan oleh orang-orang di luar sana! Kapan kamu akan punya anak?"


Saat mendengar pembicaraan kedua orang yang sedang berbisik-bisik itu, wajah Xiao Churan sedikit memerah, Ye Chen tersenyum dan berkata: "Jangan bergosip seperti itu, saat waktunya tiba nanti, aku akan memberitahumu, kamu adalah orang yang dermawan, saat aku punya anak, kamu harus memberiku hadiah!"


"Tentu saja!" Wang Daokun langsung menganggukkan kepalanya, lalu berkata lagi: "Kalau kamu punya anak, aku akan memberi anakmu angpao yang berukuran sangat besar!"


Pada saat ini, ada seorang wanita dengan riasan tebal yang wajahnya tidak seberapa cantik berjalan menghampiri Wang Daokun, lalu bertanya: "Daokun, mereka berdua ini siapa?"


"Dia adalah sahabatku sejak kuliah, Ye Chen! Sedangkan dia adalah primadona kampus kami, Xiao Churan, sekarang dia sudah menjadi istri Ye Chen."


Setelah Wang Daokun memperkenalkan mereka berdua, dia memperkenalkan wanita yang berdiri di sebelahnya: "Ini adalah calon istriku, Liu Lili."

__ADS_1


"Hah? Pria ini adalah parasit yang..."


Liu Lili baru membuka mulutnya, namun dia langsung menyadari bahwa dia salah berbicara, jadi dia langsung mengganti perkataannya sambil tersenyum: "Wang Daokun selalu membicarakan tentang kalian berdua, kalian berdua benar-benar pasangan yang serasi!"


Ye Chen berpura-pura tidak mendengar perkataannya, dia menyerahkan lukisan di tangannya kepada Liu Lili dan berkata: "Ini adalah sebuah hadiah kecil dari kami."


Liu Lili tersenyum dan berkata: "Aduh, kalian hanya perlu datang kemari, tidak perlu repot-repot membawakan hadiah seperti ini!"


Sambil mengatakan ini, Liu Lili segera menerima kotak hadiah tersebut.


Ye Chen berkata: "Kalian berdua bisa melanjutkan kegiatan kalian dulu, kami akan mencari tempat untuk duduk."


"Baiklah." Wang Daokun meminta maaf kepadanya: "Maaf ya Ye Chen, teman-teman yang datang sangat banyak, jadi aku harus menyapa mereka semua satu persatu."


Begitu Ye Chen dan Xiao Churan pergi untuk mencari tempat duduk, Liu Lili langsung membuka kotak hadiah pemberian Ye Chen, saat melihat bahwa isi kotak tersebut adalah sebuah gulungan kertas, dia mengerutkan keningnya: "Temanmu memberikan apa ini?"


Wang Daokun berkata: "Apa kamu tidak bisa melihatnya? Itu sebuah lukisan!"


"Cih!" Liu Lili mengerutkan bibirnya dengan jijik, kemudian membuka gulungan kertas tersebut dan berkata: "Apa ini, ini hanya sebuah benda yang sudah usang dan busuk, aku rasa harganya hanya sekitar 100 atau 200 yuan."


Wang Daokun berkata dengan tegas: "Untuk apa kamu menilai suatu benda hanya dari harganya, itu adalah hadiah yang diberikan oleh temanku, jangan melihat benda apa yang dia berikan, tapi lihatlah makna yang tersimpan dibalik pemberian itu."


Liu Lili berkata: "Ayolah, aku beritahu ya, setelah ini, kamu tidak perlu lagi mengundang temanmu itu, mereka berdua hanya memberi hadiah seperti ini, bahkan harga hadiah pemberian mereka tidak cukup untuk menutupi harga makanan yang akan mereka makan nanti!"


Wajah Wang Daokun menjadi suram: "Liu Lili, mengapa kamu begitu sombong?"


Liu Lili langsung marah kepadanya: "Wang Daokun, apa maksudmu? Aku sombong? Kalau aku memang sombong, mana mungkin aku mau menjalin hubungan dengan seseorang yang miskin sepertimu? Jangan lupa, kamu bisa mendirikan restoran ini karena ayahku, sebagian besar uang yang kamu gunakan berasal dari investasi ayahku!"


Ekspresi wajah Wang Daokun terlihat sedikit canggung, tetapi dia tidak bisa mengatakan apapun untuk membantah perkataannya.


Pada saat ini, Wang Tengfei berjalan menghampiri mereka berdua, dia sudah memulihkan dirinya kembali setelah kejadian tadi, saat ini, dia kembali bersikap arogan.


Ketika berdiri di hadapan mereka berdua, dia langsung memberikan sebuah angpao tebal, sambil berkata dengan santai: "Daokun, kamu baru membuka restoran, aku tidak tahu harus memberimu apa, jadi aku hanya memberikan angpao besar ini."


Liu Lili langsung menerima angpao itu dan berterima kasih kepadanya, saat tangannya menggenggam angpao itu, dia bisa mengetahui bahwa isi di dalam angpao itu setidaknya ada sekitar 10.000 yuan, dia langsung berkata kepadanya dengan nada menyanjung: "Wah, terima kasih, terima kasih banyak!"


Wang Tengfei melambaikan tangannya, lalu bertanya: "Tadi aku melihat Ye Chen juga memberi kalian hadiah ya? Apa yang dia berikan?"

__ADS_1


Liu Lili mendengus dan berkata: "Sebuah lukisan, aku tidak tahu dia mendapatkan lukisan itu dari pasar loak mana, mungkin harganya hanya sekitar 100-200 yuan!"


Wang Tengfei mencibir: "Pecundang tetaplah pecundang!"


__ADS_2